Ajukan Pertanyaan Hal yang mengganjal dalam LDII


Bukti-bukti kesesatan Ldii yang bisa dilihat sehari-hari dalam lingkungan masyarakat memang masih menjadi dilema bagi yang awam mengetahui organisasi Ldii. Banyak anggapan bahkan bukti blak-blak an dari seorang mantan Ldii bahwa Islam Ldii itu sesat tidak sesuai ajaran dan sunnah Nabi. Ada juga mantan Ldii yang mengatakan dalam blognya bahwa ldii itu punya Amir yang dibai'at dll, sedangkan dia (yang mengatakan ldii sesat itu) sekarang mendirikan Amir sendiri dan justru menganggap selainnya sesat, agama yang dipimpin dialah yang benar. Bahkan ada dalam Video mantan ldii yang blak-blakan tentang keislaman ormas Ldii, yang pada intinya semua ldii itu sesat.
badan-hukum-ldii-mui-ajukan-pertanyaan-hal-yang-mengganjal
Badan Hukum Ldii
img ref: https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Dakwah_Islam_Indonesia

Banyak cemooh yang terlontar untuk Ldii namun dibalik kejadian-kejadian tersebut warga Ldii bukan berarti ikut arus dalam isu hara-huru tersebut. Faktor kesesatan pada pemeluk agama adalah oknumnya bukan agamnya. Islam adalah agama diridhoi oleh Allah, maka bagi pemeluk agama Islam harus sadar bahwa agama Anda itu sudah benar, tinggal individu masing-masing yang menjalankannya, jika melaksanakannya dengan cara yang salah, tidak mau solat, tidak mau puasa wajib dll rukun islam maka yang sesat bukan agamanya namun individu yang menjalankannya.

Organisasi Ldii tidak lah islam anarkis seperti organisasi islam yang diingkari ulama' Islam dan MUI di Iindonesia, organisasi masyarakat Ldii bukan sebagai wadah ingin menguasai negara Indonesia di kemudian hari namun orgaisasi ini sebagai wadah beribadah murni bukan sebagai niatan lain dan organisasi Ldii ini tidak membentuk dan mengikuti partai politik apapun, Ldii bersifat terbuka dan netral untuk masalah kepolitikan dan tetap ikut mendukung dan menjaga hukum Indonesia.


Seperti temen-temen yang berkomentar pada kolom pertanyaan dan jawaban tentang ldii yang mempunyai banyak pandangan yang salah melihat kesesatan ldii dari sisi orangnya, warga Ldii memanglah memeluk agama Islam namun jangan dijadikan agama Islam nya yang salah namu individunya bisa jadi khilaf jika memang melanggar batasan-batasan aturan dalam Islam begitupun jika Anda melihat orang selain Ldii jangan melihat organisasinya saja.

Untuk lebih jelanya tentang ldii sesat bisa mencari referensi website yang terpercaya atau jajaki terlebih dahulu pengajian dan aktivitas Ldii seperti di pondok-pondok pesantrennya baik kota pusatnya yakni di kediri maupun di kota-kota besar seluruh indonesia. Untuk mencari informasi pesantren Ldii seluruh Indonesia bisa mengunjungi laman berikut Alamat DPW Ldii Indonesia lalu tanyakan informasi pondok pesantren terdekat di kota Anda.

Jika temen-temen masih ragu tentang kebenaran Ldii sebaiknya ikuti jadwal-jadwal pengajian rutinnya maupun aktvitas sehari-harinya. Atau bisa Ajukan Pertanyaan Hal yang mengganjal dalam LDII di komentar bawah tulisan ini, insyaAllah akan dibalas dengan segera komentar temen-temen. Salam berbagi dan semoga ibadah kita diterima disisi Nya. Amiin..


16 komentar:

  1. saya mau tanya soal pernikahan, dan saya mengalaminya saat ini, karena wanita yg sudah saya kenal warga LDII dan dia sekarang menjadi guru pengajar di PPWB Kediri, kita sudah saling suka satu sama lain dan sudah ada pemikiran untuk ke jenjang yg lebih serius tp di a tidak mau menerima saya jika saya tidak masuk LDII dan orang tuanya pun menentang keras, mereka beralasan karena saya bukan satu golangan, yaitu LDII. Dan ini benar-benar saya alami saat ini. karena saya merasa bingung apa kesamaan iman saja tidak cukup, apa harus 1 golongan. Saya rasa ini sangat bertentangan dengan ajaran islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ibrahim, sudah banyak yg terjadi pernikahan ldii dengan yg bukan ldii terjadi perceraian, sebenarnya tidak ada larangan menikah sesama orang iman beda golongan, di ldii kerap sekali kegiatannya, dari kejadian itu byk suaminya yg justru melarang mengikuti kegiatan ldii, mulai pengajian umum 2 minggu min 2 kali, pengajian ibu-ibu dan pengajian lainnya yg hampir setiap bulan penuh dengan kegiatan rohani. Makanya alangkah baiknya jika mencari pasangan yang bisa diajak bersama dari naungan yang sama. Ldii penuh perhatian dengan jama'ahnya, sehingga pengalaman-pengalaman jama'ah nya sebagai tolok ukur mengambil hikmah setelahnya, "ldii menikah dengan ldii". kebijakan ini bukan larangan dan bukan keharusan, bisa saja ibrahim menikah dengan dia jika memang jodohnya. Mungkin saja berjalannya waktu, keluarganya bisa menerima kedatangan Ibrahim, diniati ibadah Insya Allah pasti jodohnya akan ketemu kembali.

      Hapus
  2. Bagaimana tanggapan anda bahwa yang diketahui oleh masyarakat adalah ldii mengkafirkan umat islam diluar jamaah mereka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Andre, apa pernah Andre menjumpai atau melihat langsung pada warga Ldii mengatakan kafir kepada selain orang iman (islam). Islam yg benar tidak mungkin di katakan kafir oleh sesama islam, termasuk ldii dan lainnya seperti NU, Muhammadiyah dll. Jika ada yg mengatakan atau menyatakan kafir kepada sesama, org itu salah, termasuk jika yg mengucapkan warga kami maka hukumnya sama, salah dan dosa. Ldii tidak pernah mengatakan kafir kepada sesama Islam, kirimkan nama dan alamat lengkapnya yg mengatakan kafir kepada sesama, akan kami tindak lanjuti, mungkin saja waktu ia itu khilaf.

      Hapus
  3. Memang secara langsung saya tidak pernah mendengar karena setahu saya apa yang dikataan jamaah ldii kpd orang luar berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Saya mengenalnya dengan istilah bithonah (menurut curhatan temen)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik Andre terimakasih kunjungannya. Sudah banyak sekali seluk beluk ldii dan aktivitasnya di internet www.ldii.or.id, bahkan Andre bisa membacanya di beberapa website yang menjelekkan ldii sesat atau ketik saja digoogle dengan kata kunci ldii sesat disana byk orang yang blak-blakan tentang organisasi kami, membuka tabir bithonah, amir ldii ([task] keamiran ormas ldii siapa ?) dll. Andre harus tabayun dulu dan silahkan mengaji dan mengikuti aktivitas kami, Andre akan bisa membuktikannya nanti. Ldii terbuka kepada siapa saja.

      Hapus
  4. Assalamu'alaikum
    Mbak aku mau tanya, apakah ldii melarang warganya untuk ikut kajian d luar ldii, baik kajian umum atau pun kajian mingguan? Kajian2 itu sama sekali tidak mengganggu aktifitas lainnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. @sika tidak ada larangan selama itu untuk kerukunan antar sesama muslim

      Hapus
    2. Oh gtu mbak

      Misal kita lagi diperjalanan yg g jauh, nah kedenger adzan maghrib, kan waktunya singkat tuh, mesti berenti kan..
      Nah pas di masjid (non ldii) kebetulan jama'ahnya masih baru mulai, baru al fatihah, itu ikut gpp mbak?

      Maaf y nanya2
      Soalnya sy menanyakan hal yg sama sama tmn sy yg ldii, pertanyaan d atas jawabannya berbeda sama mbak 😊

      Hapus
    3. @Sika, Organisasi Ldii tidak melarang warganya sholat dimanapun, apakah dimasjid non-ldii atau dimana saja. Teman Sika jawabannya bagaimana ttg kajian diluar Ldii, kajian ttg apa?? agar bisa kami luruskan jawaban teman Sika tsb. Trims Sika telah berkenan kunjung di blog ini :)

      Hapus
    4. Jd dy bilang kalau sebenarnya tidak boleh belajar di luar dr ldii, sesekali boleh tapi jgn jadi kan rutin atau sering...

      Dan mbak, sy cerita jg ke dy kalau sy nanya2 ttg ldii k mbak, tp dy bilang klo ldii itu ada web resminya...

      Bukan sy ngadu domba y mbak, tp sy bosngng sebenernya

      Hapus
  5. assalamualaikum wr.wb. saya selaku orang yang minim akan ilmu maka saya mau bertanya dengan kakak2 skalian. kenapa orang yg keluar dari jamaah lddi disebut murtad? bukankah murtad itu keluar dari islam atau bisa di bilang juga kafir? terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam @andyan. Bukan "Lddi" ya, maaf tp yang benar LDII. Yang sering kita jumpai mengatakan murtad dan kafir itu adalah orang yang sebelumnya dia Ldii, sekarang mereka sendiri menanggung akibatnya. Di ldii selama kita menetapi islam yang benar tidak akan dikatakan murtad. LDII, Representasi Islam yang Benar, Bukan yang Paling Benar

      Hapus
  6. Apa bener nih Islam LDII dan non LDII dilarang menikah? Padahal sama2 Islam ko bisa dilarang apa alasanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @prasetia, sudah kami jelaskan dikomentar diatas.

      Hapus

Jangan malu-malu komen ya, Thanks so much...
Oya... Aturannya berkomentar sbb:
1. Jika bertanya yang baik.
2. Tidak boleh spam/Link Hidup.
3. Bertanya yang jelas nggak memakai singkatan yang sekiranya sulit dipahami.
4. Bisa bertanya bisa menjawab.
5. Itu aja persyaratannya.
6. Disetujui..