Ajukan Pertanyaan Hal yang mengganjal dalam LDII | LDII QHJ

Ajukan Pertanyaan Hal yang mengganjal dalam LDII


Bukti-bukti kesesatan Ldii yang bisa dilihat sehari-hari dalam lingkungan masyarakat memang masih menjadi dilema bagi yang awam mengetahui organisasi Ldii. Banyak anggapan bahkan bukti blak-blak an dari seorang mantan Ldii bahwa Islam Ldii itu sesat tidak sesuai ajaran dan sunnah Nabi. Ada juga mantan Ldii yang mengatakan dalam blognya bahwa ldii itu punya Amir yang dibai'at dll, sedangkan dia (yang mengatakan ldii sesat itu) sekarang mendirikan Amir sendiri dan justru menganggap selainnya sesat, agama yang dipimpin dialah yang benar. Bahkan ada dalam Video mantan ldii yang blak-blakan tentang keislaman ormas Ldii, yang pada intinya semua ldii itu sesat.
badan-hukum-ldii-mui-ajukan-pertanyaan-hal-yang-mengganjal
Badan Hukum Ldii
img ref: https://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Dakwah_Islam_Indonesia

Banyak cemooh yang terlontar untuk Ldii namun dibalik kejadian-kejadian tersebut warga Ldii bukan berarti ikut arus dalam isu hara-huru tersebut. Faktor kesesatan pada pemeluk agama adalah oknumnya bukan agamnya. Islam adalah agama diridhoi oleh Allah, maka bagi pemeluk agama Islam harus sadar bahwa agama Anda itu sudah benar, tinggal individu masing-masing yang menjalankannya, jika melaksanakannya dengan cara yang salah, tidak mau solat, tidak mau puasa wajib dll rukun islam maka yang sesat bukan agamanya namun individu yang menjalankannya.

Organisasi Ldii tidak lah islam anarkis seperti organisasi islam yang diingkari ulama' Islam dan MUI di Iindonesia, organisasi masyarakat Ldii bukan sebagai wadah ingin menguasai negara Indonesia di kemudian hari namun orgaisasi ini sebagai wadah beribadah murni bukan sebagai niatan lain dan organisasi Ldii ini tidak membentuk dan mengikuti partai politik apapun, Ldii bersifat terbuka dan netral untuk masalah kepolitikan dan tetap ikut mendukung dan menjaga hukum Indonesia.


Seperti temen-temen yang berkomentar pada kolom pertanyaan dan jawaban tentang ldii yang mempunyai banyak pandangan yang salah melihat kesesatan ldii dari sisi orangnya, warga Ldii memanglah memeluk agama Islam namun jangan dijadikan agama Islam nya yang salah namu individunya bisa jadi khilaf jika memang melanggar batasan-batasan aturan dalam Islam begitupun jika Anda melihat orang selain Ldii jangan melihat organisasinya saja.

Untuk lebih jelanya tentang ldii sesat bisa mencari referensi website yang terpercaya atau jajaki terlebih dahulu pengajian dan aktivitas Ldii seperti di pondok-pondok pesantrennya baik kota pusatnya yakni di kediri maupun di kota-kota besar seluruh indonesia. Untuk mencari informasi pesantren Ldii seluruh Indonesia bisa mengunjungi laman berikut Alamat DPW Ldii Indonesia lalu tanyakan informasi pondok pesantren terdekat di kota Anda.

Jika temen-temen masih ragu tentang kebenaran Ldii sebaiknya ikuti jadwal-jadwal pengajian rutinnya maupun aktvitas sehari-harinya. Atau bisa Ajukan Pertanyaan Hal yang mengganjal dalam LDII di komentar bawah tulisan ini, insyaAllah akan dibalas dengan segera komentar temen-temen. Salam berbagi dan semoga ibadah kita diterima disisi Nya. Amiin..



PERHATIAN! Mohon dengan amat sangat untuk tidak copy paste isi artikel dalam blog ini kecuali disertai sumber URL-nya. Blog ini atas perlindungan Allah SWT semata.

91 komentar:

  1. Balasan
    1. tanya apa saja boleh @Risko

      Hapus
  2. saya mau tanya soal pernikahan, dan saya mengalaminya saat ini, karena wanita yg sudah saya kenal warga LDII dan dia sekarang menjadi guru pengajar di PPWB Kediri, kita sudah saling suka satu sama lain dan sudah ada pemikiran untuk ke jenjang yg lebih serius tp di a tidak mau menerima saya jika saya tidak masuk LDII dan orang tuanya pun menentang keras, mereka beralasan karena saya bukan satu golangan, yaitu LDII. Dan ini benar-benar saya alami saat ini. karena saya merasa bingung apa kesamaan iman saja tidak cukup, apa harus 1 golongan. Saya rasa ini sangat bertentangan dengan ajaran islam

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ibrahim, sudah banyak yg terjadi pernikahan ldii dengan yg bukan ldii terjadi perceraian, sebenarnya tidak ada larangan menikah sesama orang iman beda golongan, di ldii kerap sekali kegiatannya, dari kejadian itu byk suaminya yg justru melarang mengikuti kegiatan ldii, mulai pengajian umum 2 minggu min 2 kali, pengajian ibu-ibu dan pengajian lainnya yg hampir setiap bulan penuh dengan kegiatan rohani. Makanya alangkah baiknya jika mencari pasangan yang bisa diajak bersama dari naungan yang sama. Ldii penuh perhatian dengan jama'ahnya, sehingga pengalaman-pengalaman jama'ah nya sebagai tolok ukur mengambil hikmah setelahnya, "ldii menikah dengan ldii". kebijakan ini bukan larangan dan bukan keharusan, bisa saja ibrahim menikah dengan dia jika memang jodohnya. Mungkin saja berjalannya waktu, keluarganya bisa menerima kedatangan Ibrahim, diniati ibadah Insya Allah pasti jodohnya akan ketemu kembali.

      Hapus
  3. Bagaimana tanggapan anda bahwa yang diketahui oleh masyarakat adalah ldii mengkafirkan umat islam diluar jamaah mereka?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Andre, apa pernah Andre menjumpai atau melihat langsung pada warga Ldii mengatakan kafir kepada selain orang iman (islam). Islam yg benar tidak mungkin di katakan kafir oleh sesama islam, termasuk ldii dan lainnya seperti NU, Muhammadiyah dll. Jika ada yg mengatakan atau menyatakan kafir kepada sesama, org itu salah, termasuk jika yg mengucapkan warga kami maka hukumnya sama, salah dan dosa. Ldii tidak pernah mengatakan kafir kepada sesama Islam, kirimkan nama dan alamat lengkapnya yg mengatakan kafir kepada sesama, akan kami tindak lanjuti, mungkin saja waktu ia itu khilaf.

      Hapus
  4. Memang secara langsung saya tidak pernah mendengar karena setahu saya apa yang dikataan jamaah ldii kpd orang luar berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Saya mengenalnya dengan istilah bithonah (menurut curhatan temen)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baik Andre terimakasih kunjungannya. Sudah banyak sekali seluk beluk ldii dan aktivitasnya di internet www.ldii.or.id, bahkan Andre bisa membacanya di beberapa website yang menjelekkan ldii sesat atau ketik saja digoogle dengan kata kunci ldii sesat disana byk orang yang blak-blakan tentang organisasi kami, membuka tabir bithonah, amir ldii ([task] keamiran ormas ldii siapa ?) dll. Andre harus tabayun dulu dan silahkan mengaji dan mengikuti aktivitas kami, Andre akan bisa membuktikannya nanti. Ldii terbuka kepada siapa saja.

      Hapus
  5. Assalamu'alaikum
    Mbak aku mau tanya, apakah ldii melarang warganya untuk ikut kajian d luar ldii, baik kajian umum atau pun kajian mingguan? Kajian2 itu sama sekali tidak mengganggu aktifitas lainnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. @sika tidak ada larangan selama itu untuk kerukunan antar sesama muslim

      Hapus
    2. Oh gtu mbak

      Misal kita lagi diperjalanan yg g jauh, nah kedenger adzan maghrib, kan waktunya singkat tuh, mesti berenti kan..
      Nah pas di masjid (non ldii) kebetulan jama'ahnya masih baru mulai, baru al fatihah, itu ikut gpp mbak?

      Maaf y nanya2
      Soalnya sy menanyakan hal yg sama sama tmn sy yg ldii, pertanyaan d atas jawabannya berbeda sama mbak 😊

      Hapus
    3. @Sika, Organisasi Ldii tidak melarang warganya sholat dimanapun, apakah dimasjid non-ldii atau dimana saja. Teman Sika jawabannya bagaimana ttg kajian diluar Ldii, kajian ttg apa?? agar bisa kami luruskan jawaban teman Sika tsb. Trims Sika telah berkenan kunjung di blog ini :)

      Hapus
    4. Jd dy bilang kalau sebenarnya tidak boleh belajar di luar dr ldii, sesekali boleh tapi jgn jadi kan rutin atau sering...

      Dan mbak, sy cerita jg ke dy kalau sy nanya2 ttg ldii k mbak, tp dy bilang klo ldii itu ada web resminya...

      Bukan sy ngadu domba y mbak, tp sy bosngng sebenernya

      Hapus
    5. Hi @Si ka ini memang bukan web resmi utama, ini hanya sebuah blog yang dikelola oleh warga Net Ldii yang aktif, website resmi kami di www.ldii.or.id. Untuk masalah tanya2 seputar Ldii dan kegiatannya bisa melalui blog resmi ini.

      Hapus
  6. assalamualaikum wr.wb. saya selaku orang yang minim akan ilmu maka saya mau bertanya dengan kakak2 skalian. kenapa orang yg keluar dari jamaah lddi disebut murtad? bukankah murtad itu keluar dari islam atau bisa di bilang juga kafir? terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam @andyan. Bukan "Lddi" ya, maaf tp yang benar LDII. Yang sering kita jumpai mengatakan murtad dan kafir itu adalah orang yang sebelumnya dia Ldii, sekarang mereka sendiri menanggung akibatnya. Di ldii selama kita menetapi islam yang benar tidak akan dikatakan murtad. LDII, Representasi Islam yang Benar, Bukan yang Paling Benar

      Hapus
    2. "Di ldii selama kita menetapi islam yang benar tidak akan dikatakan murtad."

      Berarti kalau krluar dr ldii disebut murtad mbak?

      Hapus
    3. Murtad memang hanya dipakai di kalangan islam, jaman islam di jamannya nabi, murtad berarti keluar dari islam, sedangkan islam dahulu adalah satu, langsung dibina oleh nabi Muhammad SAW, dan pasti islam dan ibadahnya murni dan benar, sesuai Q.H, Ldii salah satu ormas yang concern nya adalah ibadah sesuai Q.H: "bentuk representasi Islam yang benar". Jika keluar dari Ldii berhak mendapatkan gelar "murtad" jika Murtadnya kejalan Agama yang tidak benar

      Hapus
  7. Apa bener nih Islam LDII dan non LDII dilarang menikah? Padahal sama2 Islam ko bisa dilarang apa alasanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @prasetia, sudah kami jelaskan dikomentar diatas.

      Hapus
  8. Saya (laki laki) pernah mempunyai calon pasangan (wanita) dari LDII. DiSaat saya akan menemui orang tuanya ..begitu ortunya tahu bahwa saya bukan orang LDII. . Orang tuanya berkata kepada anaknya (wanita) bahwa dia harus menikah dengan orang yg seiman.disini saya langsung sakit hati dengan perkataan ortunya. Apakah saya dianggap bukan Islam oleh ortunya? Apakah benar jikalau didalam LDII diajarkan untuk tidak menikah dengan orang diluar LDII karena dianggap tidak memiliki iman yg kuat? Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Curious212 sudah dibahas diatas, Di sini. Pada prinsipnya Ldii tidak melarang menikah sesama orang iman

      Hapus
    2. Assalamualaikum min. .
      Maaf ini saya ada pertanyaan dr teman saya. Tapi saya blm bisa Jawab kepastian nya.. Pertanyaan gni , misalkan seorang laki-laki dan perempuan pernah berzina ,lalu laki laki tersebut ingin menikahi yg telah dizinai nya,tetap sebelum menikah mereka berdua sudah taubat, taubat yg sungguh sungguh,spt yg di ajarkan islam, , apakah pernikahan mereka tetap haram /zina seumur hidup..? Saya bertanya kpd selain ldii mreka menjawab bahwa setelah mreka taubat nikahanya sudah, tp bagaimana kalau d ldii?? Amal sholih dijelaskan min. Alhamdulillahi jazakumullahukhoiro .

      Hapus
    3. Wa'alaikumsalam @Nashuha sepengetahuan saya pribadi dari mengaji hukum tersebut, tetap hukumnya tidak diperkenankan untuk menikah rekan z*na. Maksud dan tujuan yg ghoiru muhson (blm pernah menikah=ijab qobul) di cambuk 100x dan diasingkan selama setahun agar mereka tdk berkumpul lagi (termasuk kumpul setelah menikah) dan melupakannya, mengingat hukumnya z*na selamanya. Amiin

      Hapus
  9. Apakah LDII membenarkan untuk menuruti semua kata Amir? Dan mengapa saat menikah diperlukan Nikah dalam terlebih dahulu? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Curious212: Di ormas Ldii tidak ada Amir, silahkan kunjungi laman ini. Semua warga Ldii dibina oleh ormas kami dengan intens, lebih mengutamakan warganya dulu baru selainnya

      Hapus
  10. Assalamualaikum Wr Wb
    Ini pengalaman saya
    1. Saya pernah solat di masjid LDII kebetulan waktu magrib dan saya lagi di jalan. Tentunya saya mencari masjid terdekat... Saat saya masuk masjid tsb banyak jamaah muslimah yg brada di luar dan blm memasuki saf solat.. Setelah wudhu saya lgs memasuki saf solat tsb dan berada di saf terdepan ( perempuan) . Saya melakukan solat sunah dulu... Setelah saya selesai solat sunah... Barakallah samping kanan kiri saya tdk ada jamaah... Saat saya menoleh ke blakang... 2 saf di blakang saya ternyata banyak sekali jamaah muslimah yg sdh duduk menunggu iqomah... Dan saya di suruh ke belakang mengikuti mereka... Jujur saya merasa aneh sekali dengan mereka... Pas saya pindah duduk... Di sebelah saya ada ibu2 dan saya bertanya
    "kenapa tidak di saf paling depan saja buk? Disana juga ada sajadah lebar? Bukan kah yg paling depan dulu diisi lalu yg blakang bu? "
    Ibu itu tdk menjawab dan tersenyum kecut.... Selesai solat biasanya di masjid lain lgs bersalaman... Tp saat di masjid itu saat saya ingin bersalaman ternyata ibu2 itu pura2 tdk melihat saya...saya coba untuk positive thinking dan mulai bersalaman dengan jamaah lainnya dan hasilnya sama... Barakallah...
    2. Saya punya teman LDII kita berteman baik bahkan sll kemana mana bersama saya jg sering main ke pondokannya... Dia jg anak LPPM... Selama saya berteman dengan dia... Saya tdk pernah mendengar dia menjawab salam saya... Hingga pernah suatu ketika... Saya hendak plg dr pondokannya saya pamit plg dan dia di samping saya... Saat saya blg "assalamulaikum" dia hanya tersenyum.. Sampai saya ulangi lagi dan lagi dan tetap saja sama. Subhanallah.
    Bisa anda jelaskan dr 2 pengalaman saya tsb... Knp sampai sebegitunya mereka menyikapi org non LDII spt saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam Wr Wb @Citra. Shof shlat wanita yg paling baik adalah shof paling belakang dekat dengan tembok masjid.
      Menjawab salam itu wajib sekalipun didalam hati, senyum menandakan ia senang melihat Citra salam saat masuk pondokannya.

      Hapus
  11. Kenapa bambang irawan di sebut murtad oleh LDII?
    hayooooh siapa yang tau?

    BalasHapus
    Balasan
    1. HERRRRRRDIIII,janganlah anda menyebut nama tersebut ! KONSEKUENSInya lho.. anda beraniberhadapan dengan jamaah MINORITAS ldii ?!

      Hapus
  12. 1. Kenapa kalau ada orang non ldii sholat di masjid ldii, bekas tempat shalatnya langsung di kasih kain pel?hal ini pernah dialami oleh tetangga saya.
    2. Kenapa ketika kita bertamu di rumah orang ldii, saat hendak pulang langsung disapu? Padahal kondisinya bersih.
    3. Suatu hari, pakaian orang ldii terjatuh, lalu orang non ldii mengambilkan pakaian itu lalu disampirkan ke tempat pengering baju. Dan setelah itu bajunya dicuci lagi sama orang ldii, padahal kondisinha juga tidak kotor (kering)

    Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Mada Tidak benar. Sudah kami bahas di komentar2 sebelumnya. Mada bisa buktikan sendiri sekarang. Ada pun mungkin itu oknum yg tdk jelas kefahamannya, demikian bukan perintah ormas kami untuk ngepel, sapu dan cuci baju seperti yg Mada sampaikan. Sekali lg itu tidak benar

      Hapus
  13. Assalamualaikum. Mohon maaf saya ingin mengajukan pertanyaan lagi.. saya ingin mencoba mengaji di masjid LDII apakah boleh? Sedangkan saya belum di baiat oleh Amir LDII. Mohon bantuannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ghozy: Silahkan dengan senang hati, di ormas kami siapapun bisa mengaji tanpa kenal dari mana asalnya

      Hapus
  14. Assalmu'alaykum wr. wb.
    Mohon maaf sebelumnya, saya sering sekali mendengar orang di sekitar saya bilang ke saya kalau pakaian muslimah LDII itu di atas mata kaki. Saya ingin menanyakan apakah benar seperti itu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waalaikumsalam wr wb Aulia. Itu tidak benar, muslimah hrs dibawah mata kaki, pria diatas mata kaki (sesuai hadist yg enam)

      Hapus
  15. Asalamu'alaykum wr wb
    salam kenal semuanya, halo admin saya sudah mengikuti komentar2 di laman sebelumnya dan masih ingin tau seputar perdebatan2 masyarakat terkait LDII. dari laman sebelumnya sudah sangat banyak dipertanyakan masalah pel mengepel, menikah bagi orang non LDII dengan LDII dan sebutan muallaf bagi yang baru mulai mengaji di LDII, dan mayoritas jawaban adalah mempersalahkan orang2 LDII yang melakukan hal2 tersebut (pel mengepel dll) sebgai warga LDII yang tidak baik atau tidak jelas kefahamannya, tapi kejadian pel mengepel dll itu terjadi di sekian banyak lokasi dengan kami yang non LDII sudah banyak yang mengalami. jadi pertanyaan saya, bagaimana bisa sekian banyak warga LDII itu bisa mengikuti atau melakukan ajaran yang salah dengan melakukan pel mengepel dll itu tanpa ada dasar dari LDII itu sendiri? ataukah sekian banyak warga LDII itu adalah warga LDII yang hanya mengikuti kata orang saja sebagaimana banyak juga warga NU atau MHD yang tidak paham dengan kepercayaannya ? ataukah memang sebelum ini memang ada anjuran untuk melakukan hal2 seperti itu ?
    mohon pencerahannya, terimakasi
    wassalamu'alaykum wr wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam wr wb
      Trims Arum kunjungannya. Ldii, Nu, MHD adalah organisasi ISLAM, tidak ada perintah seperti hrs ngepel jika ada warga selainnya atau sesama yg masuk masjid tanpa ada kejelasan najisnya. Dulu memang marak ttg masalah ini, entah dari mana yg merintah demikian, tp memang dr pihak pengurus/ustad2 kami td perintah demikian pel ngepel, begitupun mslh lainnya (angkat jemuran, nikah sesama org iman dll). Seperti di organisasi ISLAM lainnya tidak menutup kemungkinan ada perselisihan warganya, ini hal yg lumrah, namun kami berupaya untuk menasihati dan mencegah kejadian2 itu dr warga kami agar tidak terulang lagi.

      Hapus
  16. apa pendapat ldii tentang, aksi bela islam, gnpf dan habib rizieq?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf belum bisa komentar ya.. :)

      Hapus
  17. Jika ad yang hidup kudus dan sekitarnya.....sbnrnya bukan hanya ldii....orang muhammadiyah pun akan menghindari pernikahan dengan diluar ormasnya....atw mungkin jika sampean ada yang hidup didemak yang mayoritas nu....akan sangat menolak bila disuruh menikah dengan orang md atw bhkan ldii....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sudah sewajarnya setiap organisasi memang demikian mas, baik di ldii, Nu, Mhd. Trims kunjungannya @benefid

      Hapus
    2. Assalamualaikum mbak, sy mau mengaji di ldii tetepi sy masih bingung.. mohon bantuanya. Trmksh

      Hapus
    3. Silahkan Saputra.. jika menjumpai masjid kita langsung saja mengikuti pengajiannya, setiap masjid mempunyai jadwal ngaji yg berbeda, tanyakan ke jama'ah masjid disitu ya..

      Hapus
  18. Assalamungalaikum...
    Amal shaleh di jawab nggeh..
    Nama saya sunas, saya mempunyai ponakan... Jadi ponakan saya itu anak dari kakak kandung saya.
    Pertanyaan saya apa boleh saya menikahi anak dari kakak saya itu ?
    Wassalamungalaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumsalam.. @sunas, Tidak boleh Sunas. Ponakan tidak boleh menikah karena masih mahrom, jika sepupuan masih diperbolehkan agama

      Hapus
  19. Saya mau tanya buat jamaah ldii cilacap .. acara pelaksanaan solat idul fitri besok tempat nya dimana ? Saya ksulitan cari info nih .. di tunggu info nya ..

    BalasHapus
  20. Apa hubungan senkom dengan LDII?

    BalasHapus
  21. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  22. Boleh saya meminta nomer telp kaka? Saya mau sekedar curhat. Terimakasih. Ini nomer saya 089654057937

    BalasHapus
  23. Assalamualaikum. Saya ingin bertanya. Mengapa anda menganut ajaran ldii? Apa bedanya ldii dengan ajaran yang lain? Mengapa mengaji harus secara kelompok, apakah jika sendiri itu tidak boleh? Mengapa mengaji harus lama? Sekian. Terimakasih

    BalasHapus
  24. Asalamualaikum warohmatullahi wabarokatu wamagfirotu
    admin ldii ad gk yg punya fb soalnya tementemen ldii saya cuman wilayah lampung?

    BalasHapus
  25. Klo memang terbukti tidk ad penyimpangan,, saran dr saya Ldii ngadain donk ceramah atau seminar umur keagamaan, sprti halnya Nu, muhammadyah, dll,, dakwahnya jgn private gitu,, kan udh dpt sertifikasi dr pemerintah dakwahnya sebaiknya terbuka biar kita yg awam mudah mengenal ormas Ldii

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Retno. InsyaAllah.. kami akan selalu memberikan nasehat kpd sesama muslim meskipun tdk se-organisasi

      Hapus
  26. Allahu Akbar LDII Maju terus,354 yes

    BalasHapus
  27. Kak admin, amal sholeh nasehatnya dong. Saya wanita LDII usia menikah, saya bukan lulusan pondok sehingga makna Al-Quran saya belum khatam. Ada seorang laki-laki yang mengajak saya mangkul Al-Quran kepadanya, InshaAllah sampai khatam. Tidak berdua saja sebenarnya, kami bertiga. Dia (laki-laki, pernah jadi mubaleg), saya, dan teman saya (wanita), apa itu diperbolehkan? Karena saya sebenarnya ada perasaan 'lebih' terhadap laki-laki tersebut, dan saya juga ingin menjaga iman saya dari yang bukan muhrim. Mohon nasehatnya 🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Fauziah. Untuk menjaga adik tidak salah niat sebaiknya nikah saja dahulu, itu jauh lebih baik

      Hapus
  28. Assalamualaikum
    mba saya ingin tau dimasjid mana yg dkat untuk ngaji, dg alamat:Jl. warung jati Barat no 16 pejaten Jakarta Selatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Arisnurhidayat. C0ba tanyakan ke jakarta pusat Cp 0216504572/4258561

      Hapus
  29. Boleh tanya gimana kalau orang yg sudah bertato? Apa bisa dan di trima?

    BalasHapus
  30. Asalamualaikum
    Jujur saya termasuk anggota jamaah ldii yang kurang taat, saya jarang ikut ngaji sewaktu praremaja maupun muda-mudi dan sekarang sayapun benar menyesal karna dalam keadaan yang sangat bingung. Saya ingin bertanya kepada orang tua tapi merasa tidak nyaman, bertanya dengan orang jamaah saya juga tdk nyaman karena saya dulu jarang berangkat ngaji-___ . Apakah kita sebagai ldii menganggap orang diluar jamaah kita kafir? Amal shalih kalau bisa jawab melalui email saya lukmansaud@gmail.com
    Takutnya tdk ada notif ketika komentar saya dibalas, jazakumullahu khaira.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Lukman waalikumsalam.. silahkan untuk cek email bpk. amiin

      Hapus
    2. mas Lukman atau Admin,
      sekira berkenan tolong ditampilkan jawaban admin atas pertanyaan tsb dikolom koment ini.. terima kasih

      Hapus
    3. @Kamal silahkan lihat jawabannya di screenshot Disini

      Hapus
  31. assalamualaikum,
    jadi saya mau cerita aja. saya bukan ldii, dan saya mencintai seorang anggota ldii. dia menolak saya, dengan alasan : saya ldii, saya mencari yang ldii, yang "sepaham". saya bertanya kepada dia, mengapa kita bisa berbeda padahal kita sama2 islam. lalu dia tidak bisa menjawab dengan dasar yg kuat, sehingga membuat saya bingung dan mempertanyakan mana yang benar dan mana yang salah.saya tau kebenaran mutlak hanya milik Allah. tp dgn perkataan dia kepada saya, secara tidak langsung dia membedakan tingkat keimanan kita berdasarkan organisasi yg kita ikuti. padahal pedoman kita sama2 Al-Quran dan al-hadist, tapi mengapa bisa dianggap berbeda2 seperti ini ya :') atau mungkin karena ldii menganggap pengamalan agama oleh org luar kurang tepat, kurang sempurna? jikalau begitu,mengapa orang ldii tidak men-dakwah-kan ilmu agamanya dan tatacara pengamalannya kepada org luar, secara terbuka, kepada khalayak umum, tidak hanya pada kalangan sendiri saja? karena setelah saya pelajari, yang membuat bahasan tntng ldii menjadi kontroversial salah satunya dikarenakan oleh ketidakterbukaannya. saya saja sudah kenal dekat dgn org yg saya cintai tersebut, tetapi dia tidak pernah mengaku kalau dia ldii, baru sekali itu saja. pada teman-teman dekatnya pun tidak. bagaimana pandangan admin mengenai hal ini? tolong dijawab dengan jujur dan berlandaskan dasar yg kuat, karena saya tidak bermaksud untuk menjatuhkan siapapun disini, saya hanya mencari jawaban. terimakasih.

    wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaikumsalam.. Jodoh tdk ada yg bisa mencegah sekalipun sdh dirancang menolak. Untuk ormas kami semua warganya diutamakan menikah dengan sesama warganya, agar sepaham dgn aturan dan keg sehari-hari, cth. ada jadwal keg ngaji bisa bareng berangkat ngaji, ada aturan tidak boleh merokok maka bisa ihklas ntk tdk merokok, dll.
      Ada byk warga kami bertengkar dan mengeluh hanya gara2 spele, dilarang pasangan halalnya mengikuti keg pengajian rutin amrin jamiin setiap minggunya, pengajian rutin ibu2 ntk kaum hawanya dll banyak sekali dan padat keg ibadah. Dari masalah tsb Ldii membuat peraturan mengutamakan warganya terlebih dahulu kemudian barulah yg lainnya. Wa'alaikumsalam..

      Hapus
  32. maaf mau nanya min. knpa di ldii lebih mengutamakan keamiran/ baiat tao apalah aku krg paham ketimbang tawhid. dan knpa harus dwajibkan infak rutin setiap bulan sbnyak 10%. apakah ada dalilnya? dan diapakan hasil infak rutin itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. @r15v3 - Infak 10% dll tidak ada dalilnya di Islam, ini sdh kesepakatan organisasi kami, seperti organisasi besar (indonesia) memberi kebijakan warga membayar PBB (pajak bumi dan bangunan) sebesar -+10% yg hasilnya untuk kemakuran rakyat, pembangunan dll-lah. Ini sepertinya tdk hanya diwarga ormas islam kami, bahkan diormas non-islam pun ada sistemnya seperti kami hingga bahkan sampai 20%. Persis sama di ormas Ldii kami jg seperti itu, dan semua infak dan sodaqoh dikembalikan ke warga ldii seperti pemberian kendaraan disetiap masjid seluruh indonesia, bantuan pembangunan masjid, dll, jadi sama sekali pengurus ormas kami tidak mengambil bagian sedikitpun kecuali untuk para guru pondok yg mendidik anak-anak dari seluruh warga kami, mereka mendapatkan gaji bil ma'ruf (hsl musyawarahkan) dari pembiayaan tsb.

      Jadi ormas kami begitu kak @r15v3.

      Warga kami sangatlah beraneka ragam sifat dankarakternya. Meskipun begitu kami juga tdk memarahi jika mereka tidak mau sedeqah secara rutin dan teratur.

      Ormas kami tidak ada keamiran kak, yg ada ketua umum LDII dan jajarannya. [Task] Keamiran Ormas Ldii Siapa ?

      Hapus
    2. saya baru blajr ngaji di ldii.krna ndak berani bcra lgsg sma grunya jdi sya tyakan disini.itu hasil dari -+10% hasilnya untuk warga ldii saja apa buat dluar golongan ldii. bnyak yg mau tayakan.boleh min?

      Hapus
  33. assalammu'alaikum.kak saya mau tanya apakah di dalam ldii seorang wanita diperbolehkan untuk memakai cadar.terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh kak silahkan saja, itu lebih terjaga

      Hapus
  34. min beat itu apa mohon djelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. @r15v3, bai'at kak bukan beat (honda) -^^- Bai'at dijamannya nabi mengucapkan janji "medengarkan dan ta'at". Di ldii pun demikian harus mau mendengarkan dan ta'at aturan organisasi, seperti dilarang merokok, dilarang nginang, dll byk sekali. Baca juga Ikut Ldii Yuk..

      Hapus
  35. Kenapa di ldii harus nikah dalam ? Saya tau dari jamaah ldii nya langsung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di kami hrs mengutamakan menikah sesama warga sendiri. Ini sdh kami jwb dr pertanyaan sblm2nya. Trims ats kunjungannya kak Devi

      Hapus
  36. Nikah dalam min. Bukan nikah sesama jamaah. Jadi sebelum nikah kua katanya di ldii harus nikah jamaah dulu (nikah kua) .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksudnya kakak bagaimana ya.. Kalo di Ldii biasanya sebelum melaksanakan ijab qobul oleh kua ditemukan dahulu dengan pengurus ldii anara calon mempelai dan keluarganya untuk digembleng dan dibacakan dengan detil aturan dan dalih2 tetang berkeluarga. Dipertemuan ini juga untuk memastikan kapan acara ijab qabul kua dan resepsian dilaksanakan. Kalo maksud kakak dua kali ijab qobul kua tdk ada kak, ya cukup sekali saja.

      Hapus
  37. Dosanya orang yg minum minuman keras kan 40 hari amalnya gk d terima . Trus kalo sebelum 40 hari dy minum lagi gmn !!!

    BalasHapus
  38. Assalamualaikum...kenapa jamaah ldii tidak mau shalat berjamaah selain di mesjid ldii dan mesjid di Mekah maupun Madinah ? Apakah imam mesjid selain LDII dan Imam Masjid di Mekah dan Madinah itu shalatnya tidah sah ...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. @muh dasuki, Ya enggah lah pak, itu tdk benar sekali, justru kita meniru dari sana

      Hapus
  39. maaf ,jawabannya masih kurang memuaskan...yang saya tanyakan alasannya apa kok tidak mau jadi makmum ke imam mesjid lain,padahal setahu saya imam tersebut bacaan Alqur'annya sangat bagus dan sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.tolong diberikan jawaban yang sesuai pertanyaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @muh dasuki. Memang kami boleh makmum dari imam mesjid lain, tidak ada larangan dari ormas ldii kpd warganya ntk solat berjama'ah bersama imam mesjid lain.

      Hapus
    2. maaf ,jawaban itu saya catat dan suatu saat saya menjadi warga ldii berarti saya masih boleh makmum ke kakak saya yang seorang mubaligh dan kyiai NU jebolan pondok pesantren,takutnya kalau saya sudah masuk ldii saya tidak boleh lagi menjadi makmum kepada dia ,padahal aku sering pergi ke rumah dia dan nginep sampai 3 hari serta shalat berjamaah bersamanya.

      Hapus
    3. @muh dasuki. Baik silahkan, kami sangat senang jika Bpk mau ikut keg menagji di organisasi kami, agar nanti tdk terbawa isu2 lg tentang Ldii

      Hapus
  40. Kenapa setiap khotbah jumatan selalu pakai bahasa arab ? Mulai dari awal sampai akhir.
    Kenapa kalo mau angkat jemuran harus cuci tangan dulu . padahal tangan tidak terkena najis ?
    Kenapa kalo hendak solat harus menggunakan sendal sampai tempat sholat (sajadah).

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Devi, jum'atan di warga kami menggunakan bahasa arab karena khotbah bagian rukun sholat jum'at, seperti halnya Devi sholat wajib lainnya (semua bacaan dan do'a didalam rukun sholat menggunakan bahasa arab). Mengangkat jemuran yang jelas angannya suci tdk perlu cuci tangan lagi. sedangkan untuk memakai sandal didekat "sajadah yg suci" ini adalah sebagai sikap mutawarik saja (bukan karena kecrobohan), makanya umumnya di kami ada dua sandal, yakni sandal kering dan suci dan sandal basah.

      Terimakasih telah berkunjung di blog kami kak ya, semoga bermanfaat

      Hapus
  41. assalamualaikum kak..
    sya mulai ngaji sekitar kelas 4 SD (cabe rawit) di kampung sampe kelas 2 SMP..hadits kitabhusolah dan ibnu majah sih dikit2 masih inget..nahh semenjak sya pindah sekolah ke jakarta jadi nya gak pernah sambung lagi..
    niat nya pengin sambung lagi setelah 18 tahun "ngeblong" kebawa pergaulan anak ABG jaman now..
    pengin mulai lagi tapi gak ada yg ngeramut sampe mangkul

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam @yogie S. Sampaikan keluhan kakak ke mubaligh terdekat, nanti akan ada pencerehan dari beliau2, tetap semangat dan jangan putus Asa y kak :)

      Hapus
  42. assalamu'alaikum admin, jazakallahu atas keterangan-keterangannya untuk kami jamaah non ldii. jika berkenan bisakah, saya bertanya melalui email? insyaaAllah jika nanti bermanfaat silahkan diposting disini ga papa. ini alamat email saya "adamsone2012@gmail.com" syukron.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dengan menggunakan kalimat yang sekiranya mudah difahami.