LDII sesat ?

 On Sabtu, 04 Oktober 2014  

[Artikel Terbaru]

LDII / Lembaga Dakwah Islam Indonesia sesat menurut mereka? LDII sesat menurut anda? berbagi fakta yang saya alami. Simak berikut ini dengan seksama ya :)

PROLOG:
Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata: "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?" Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah mengatakan seperti ucapan mereka itu; hati mereka serupa. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaum yang yakin.

119. Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka.

120. Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu -  Al Baqarah 118-120God Luck!
ldii lembaga dakwah islam indonesia
Logo Ldii

Mungkin saya, anda dan siapapun sebagai warga ldii pernah terusik dengan website-website yang menjelekkan atau apapun itu sejenisnya yang pada intinya bernilai negatif, saya tidak menyebutkan satu persatu website itu, insya@ tau semua mana website yang suka menjelekkan LDII. Nah, info yang demikian itu janganlah langsung percaya jika anda sebagai hamba yang bijaksana dalam menyikapi huru hara, fitnah, adu-adu dll semacamnya, semua info tak jelas itu di tabayun dulu di tampung dulu apapun itu bentukknya termasuk info menjelekkan LDII atau yang dikalangan umum kenal darul hadist.


Saya bersumpah tidak akan pernah menjelekkan siapapun, jika ada yang pernah menjumpai saya bersikap dan berperilaku menjelekkan orang lain atau organisasi lain, mohon tegur saya, insya@ saya akan merubah sikap yang lebih baik dan tidak mengulagi lagi membuat huru hara, fitnah, adu-adu dll semacamnya yang sifatnya bernilai negatif.

Nah, saya akan menjelaskan terkait Ldii, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan sebuah pedoman yang berisi 10 kriteria untuk mengidentifikasi sebuah ajaran dinyatakan aliran sesat. Nah apakah Ldii sesat? simak dengan seksama artikel seo ini.

"Suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat apabila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria," kata Ketua Panitia Pengarah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas. 10 kriteria itu antara lain:
  1. Mengingkari rukun iman (Iman kepada Allah, Malaikat, Kitab Suci, Rasul, Hari Akhir, Qadla dan Qadar) dan rukun Islam (Mengucapkan 2 kalimat syahadah, sholat 5 waktu, puasa, zakat, dan Haji).
  2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah).
  3. Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran.
  4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran.
  5. Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir.
  6. Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam.
  7. Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul.
  8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir.
  9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah.
  10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i.
Jika belum faham jangan berhenti sampai disini yah, baca lebih lanjut artikel seo ini...

Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam menegaskan bahwa penetapan kriteria tersebut tidaklah dapat digunakan oleh sembarang orang dalam menetapkan bahwa suatu aliran itu sesat dan menyesatkan. "Ada mekanisme dan prosedur yang harus dilalui dan dikaji terlebih dahulu. Harus diingat bahwa tidaklah semudah itu dalam mengeluarkan fatwa," kata Ichwan.

Di dalam pedoman MUI tersebut dinyatakan, sebelum penetapan kesesatan suatu aliran atau kelompok (seperti ldii, Nu, Muhammadiyah etc.) terlebih dahulu dilakukan penelitian dengan mengumpulkan data, informasi, bukti dan saksi, tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut oleh Komisi Pengkajian.

Setelah itu, Komisi Pengkajian akan meneliti dan melakukan pemanggilan terhadap pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang telah didapat. Hasilnya akan disampaikan kepada Dewan Pimpinan. Kemudian, bila dipandang perlu, maka Dewan Pimpinan akan menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa.

"Dalam batang tubuh fatwa mengenai aliran sesat juga ada poin yang menyatakan akan menyerahkan segala sesuatunya kepada aparat hukum yang berlaku dan menyerukan agar masyarakat jangan bertindak sendiri-sendiri," kata Ichwan.

Dari 10 kriteria tersebut, tak ada satupun yang dikerjakan oleh warga LDII. Pengurus LDII/ Lembaga dakwah Islam indonesia dari pusat hingga pengurus anak cabang mendukung penetapan kriteria aliran sesat. Dengan demikian baik masyarakat, maupun aparat di daerah, dan pengambil keputusan akan lebih baik masyarakat, maupun aparat di daerah, dan pengambil keputusan akan lebih mudah dalam menangani persoalan aliran-aliran atau kelompok-kelompok Islam di Indonesia. (LC/ANTARANEWS)

By. , an. Ulum, Warga Ldii

Referensi: http://www.ldii.or.id/
LDII sesat ? 4.5 5 ldii seo Sabtu, 04 Oktober 2014 LDII / Lembaga Dakwah Islam Indonesia sesat menurut mereka? LDII sesat menurut anda? berbagi fakt...


47 komentar:

  1. yang ngatain sesat sok tau agama :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mas, kalo saya justru yg ngatain ldii sesat nol putul ilmu agamanya, perlu diajak ngaji mereka biar tau kalo isi pengajian kita bukan seperti yg mereka pikirkan. Ikut Ldii Yuk...

      Hapus
    2. Lha kalau yang mengatakan ulama haromain apakah ilmu agamanya nol putul juga???

      Hapus
  2. sy berencana ingin msuk LDII tp sy msih ragu...
    ad stu prtnyaan yg trus mbwt sy ragu, byk orang brkata kl LDII menganggp aqidah lain haram bahkn ktika org NU/MUH/dll mnginjakn kaki drmh mrk, mrk akan mngepel rmh.y. byk yg bilang kl bgi LDII org NU/MUH/dll tu ga suci?
    bnarkh bgtu? tlg djelaskn krn sy tdk mngerti.... sy jg bfkir mungkn masy slh faham dg hal ni.
    trims... :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haduh Sobat kalo memang kenyataannya begitu saya juga nggak betah masuk ldii, setiap ada tamu dianggap najis dan harus di pel, kalo ditempat rumah sy yg menjadi jujukan warga begini wah mau berapa puluh kali ngepel.... :( Itu nggak bener Sobat...

      Hapus
    2. ibu saya LDII
      ibu saya gy nyuci dan hbis nyuci ibu njemur pakaian di pinggir kamar mandi dan kebetulan saya selesai mandi nyenggol cucian ibu saya, dan kata ibu saya itu pkaiannya jadi najis dan harus di sucikan lagi
      gmna menurut anda?
      saya bukan mau gmana ya....saya berantem sama ibu gara2 itu...masak anak sendiri di bilang najis

      Hapus
  3. Your opinion About Daulah Islam ..?

    BalasHapus
  4. Assalamualaikum Wr.Wb..
    maaf sebelumnya, saya jg ingin tanya..sy punya teman yg termasuk ldii..dan yg dia tidak bisa terima itu adalah golongan lain selain ldii mereka bilang kafir ?
    mohon penjelasannya ya ukhti...terima kasih :)

    Wassalamualaikum wr.wb

    BalasHapus
  5. Hi ... Smpn2 sleman: not daulah islam, Hi ... Priyati Utami: kata2 kafir sebaiknya tidak baik di ucapkan saat sekarang, kalao di jazirah arab kalimat itu biasa diucap tp kalo di indonesia nggak baik di ucapkan kata2 "kafir" walau arti sebenarnya kafir itu "non muslim", sebaiknya biasakan bahasa yg halus "non muslim". Makasih kunjungannya dan silahkan jika berminat ikut mengaji menambah wawasan agama agr menjadi hamba yg solih/hah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jawabannya kok sampai non muslim, pertanyaan di atas itu golongan lain selain ldii tapi masih kaum muslimin. Lebih jelasnya umat muslim diluar ldii itu apakah kafir? mohon dijawab dengan jujur....!

      Hapus
    2. Iya itu juga perlu penjelasan??

      Hapus
    3. Mana nih admin ga koment masalah yg ini..

      Hapus
  6. Assalamu'alaikum..
    Saya mau nanya. Kenapa ada peraturan ga boleh nikah sama orang selain jamaah, dan orang diluar jamaah disebut orang luar?
    Terimakasih
    Wassalam...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam ...Hi ... Ismail, menikah dg siapapun boleh asalkan sesuai aturan agama,

      Hapus
    2. Saya punya pacar oarng ldii, tapi tinggal selangkah lagi saya d tinggalkan dengan alasan beda golongan.
      Padahal semua orang islam kan saudara ..

      Hapus
    3. Hi ... Islmail bersabar, mungkin memang belum takdirnya. Betul ismail semua golongan bersaudara dan saling kenal mengenal. Di agama Islam tidak mengenal pacaran tapi taarufan. Cara mudah cepat nikah

      Hapus
    4. Masih belum puas sih dengan alsan beda golongan itu. Mengapa harus ada. Tapi maksih untuk sarannya semoga berkah..

      Hapus
    5. Satu lagi sebelum saya masuk ldii, saya mau tanya. Knpa ga boleh berjamaah selain dengan orang lddii??
      Tolong d jawab ya. Makasih...

      Hapus
    6. Gmn pertanyaan saya d atas? D jawab ya tolong!!

      Hapus
  7. Lembaga dakwah islam di LDII baik kok, saya punya temen2 LDII baik2 orgnya akn tetapi tdk menutup kemungkinan ada oknum yg kurang baik/bahkan tidak baik, layaknya dijaman nabi juga ada org iman yang tidak baik bahkan membunuh tmn seimannya, itu karena egois dan setan/penjerumus. Berjamaah diartikan apa dulu gan, kalau jamaah artian sholat selama imamnya layak, lancar bacaannya, sholih orgnya dll siapapun boleh menjadi jamaahnya, yg dikwatirkan imam yg tidak memenuhi syarat sholat kita tdk diterima, tidak mendapat pahala cuma menggugurkan kewajiban.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, temen saya mau sholat aja ampe nyari info d fb dmn masjid yg ada Ldii nya sama kawn d skitarnya, padahal jelas" mesjid d daerah dia ngontrak itu bnyak cuman bukan jamaah ldii
      Maap sebelum nya. Hanya ingin lebih jelas saja

      Hapus
    2. Bagaimana dengan hadist ini : “Mereka shalat mengimami kalian. Apabila mereka benar, kalian dan mereka mendapatkan pahala. Apabila mereka keliru, kalian mendapat pahala sedangkan mereka mendapat dosa.”HR. Al-Bukhari (no. 694) dan Ahmad (II/355, 537), dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu.
      dari hadist tersebut kita tetap mendapatkan pahala tidak hanya menggugurkan kewajiban lalu apa alasannya warga ldii gak mau makmum pada imam sho;at non ldii??

      Hapus
    3. Malah ada temen saya. Dia rajin sholatnya d rumah, tapi d kerjaan dia tidak pernah sholat bahkan diajak sholat bareng pun dia nolak..

      Hapus
    4. Padahal sholat wajib berjamaah di masjid adalah fardlu 'ain bagi laki2(muslimin) mohon untuk dijelaskan admin!...

      Hapus
  8. Tetangga saya org LDII,,,mereka ga boleh slametan tapi klu di kasih berkat ato nasi slametan kok mau nerima? Gimana menurut anda?

    BalasHapus
  9. Hi .. Saskia, Mensyukuri pemberian Allah itu wajib, slametan itu baik dalam katagori tertentu, seperti acara mensyukuri atas lulus sekolah/kuliah dll, yg masihh diperbolehkan agama boleh kok... Salam Saskia

    BalasHapus
  10. Salam kembali,,,satu lagi kak,,,sang menantu jemur baju, hujan bajunya diangkati sama mertua eh si menantu marah marah katanya gak boleh bajunya di angkati karena mertua bukan jama’ah baju nya pun di cuci lagi, bukankah harusnya ber terima kasih ?

    BalasHapus
  11. LDII SESAT?
    Adminnya gak bisa jawab, melarikan diri...

    BalasHapus
  12. Hi ... Oxa tiara, oxa seorang yang patut dihormati, apa yang oxa katakan benar, ttg makmum solat hingga hukum sholat berjamaah dimasjid, kita amalkan saja itu biarkan yg lain jika tidak mendengarkan arahan kita, sy jg kesehariannya dihabiskan di kampus, sholat berjamaah pun di masjid kampus, tidak masalah bg sy, semua ibadah yg benar ada pahalanya namun juga benar adanya sy katakan hanya menggugurkan kewajiban, kalo kita tdk setuju pd si X menjadi imam sholat karena tidak layak sprti bacaannya nggak fasih maka akan tidak shah sholat kita dan dosa bagi imam tsb, itu yg sy fahami selama ini. Referensi ... “Yang (paling berhak) menjadi imam pada satu kaum adalah yang paling baik dan banyak hafalannya terhadap Alquran. Jika mereka sama di dalam bacaan (hafalan), maka yang paling berilmu terhadap Sunah. Jika mereka sama di dalam Sunah, yang paling dahulu berhijrah. Jika mereka sama di dalam hijrah, yang paling dahulu masuk Islam (di dalam riwayat lain: yang paling tua umurnya). Seorang laki-laki janganlah menjadi imam di dalam wilayah kekuasaan laki-laki lain, dan janganlah dia duduk di atas permadani/tempat duduk khususnya di dalam rumah orang itu, kecuali dengan izinnya”. (HR. Muslim)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas jawabannya mbak, yang jadi pertanyaan dari kreteria tersebut bagaimana penerapanya di lapangan menurut ldii? apakah ada semacam tes untuk menentukan siapa yang layak jadi imam? mulai dari bacaannya, hafalannya, ilmunya, hijrah maupun numurnya.lalu siapa yang berhak untuk mengujinya? Seperti dalil yang anda sampaikan yang berhak jadi imam adalah jamaah muslim laki-laki di sekitar masjid itu berada tentu berdasar musyawarah warga muslim sekitar masjid menunjuk salah satu yang dianggap paling layak jadi imam. Apakah dengan cara ini jamaah ldii yang kebetulan berdomosili di sekitar masjid tersebut menganggap imam tersebut belum layak sehingga dia gak mau makmum padanya? Dan kenapa pula jika dia merasa lebih baik, dia gak mengajukan dirinya menjadi imamnya? Anda mengatakan:"kita amalkan saja itu biarkan yang lain tidak mendengarkan arahan kita", bukankah jamaah ldii paling thoat pada imamnya, bagaimana mau mendengarkan arahan anda kalau imam gak memerintahkannya?
      (maaf dari pengalaman pribadi)

      Hapus
  13. jangan malu malu komen tapi banyak yang nggak d bales pertanyaannya....trmasuk aku nanya juga blum di bales
    :)

    BalasHapus
  14. Huda khoirul: yg tidak baik adalah berantemnya sama ibu/org tua, kalo kejadian itu memang benar adanaya huda sehabis mandi, perilaku ibu huda juga tidak baik. Kalo keadaan huda kotor sehabis kerja dll maka ibu huda mungkin menjaga lebih mutawarik sj.

    Oxa: ldii itu ormas/lemb masyarakat namun sm ia adlh islam, imam memang ditunjuk dr warga masjid d tempat, namun ada momen di lembaga kita mengecek bacaan imam seluruh indonesia, biasanya diadakan setahun sekali pengecekan bacaan itu, layak tidaknya menjadi imam. dan imam terpilih tidak pernah fatuah mengharomkan sholat berjamaah di masjid lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Apakah dengan kata lain anda ingin mengatakan bahwa ibunya Huda ini nggak paham tentang najis?

      Apakah dalam pengecekan bacaan imam tersebut juga dilakukan terhadap imam sholat di masjid non ldii seluruh indonesia/seluruh dunia? lalu mendapati bahwa seluruh imam sholat non ldii bacaannya nggak fasih(kecuali di arab saudi)? Dan apakah oleh karena hal tersebut maka warga ldii nggak mau makmum kepada imam sholat non ldii?

      Hapus
  15. Oxa, smkin menarik pertanyaannya. hehe. Kalo posisi oxa sebagai Ibu Huda, apa yg oxa dilakukan terhadap anak? dan jg kalo oxa menjadi Huda apa yg oxa lakukan terhadap Ibu? mungkin jawaban itu bisa menjadi nasehat terhadap Huda dan ibu Huda.

    Selama kita masih belum keadaan darurat maka lebih baik kita mutawarik karena menghadapi sesuatu yg tidak tau/pasti, seperti jk sy kotor maka sy hukumi diri sy najis, ini harus saling memahami, namun dikala keadaan darurat itu tidak masalah,

    Kalo Oxa mau blusukan bisa melakukan tes bacaan imam seluruh dunia terhdp imam ldii maupun non ldii, wah pahala oxa ruarbiasa, karena oxa sdh tau hkmnya. hoho

    Sy keseharian hampir dihabiskan di lingkungan kampus dan sy sholat bersama mereka. Jd no problem buat sy Oxa...

    Kalo oxa lebih dalam ingin tau ldii ikut sj acaranya, insyaa baik2 semua dan sy jamin ndak diusir. Agama kalo diperdebatkan tidak ada habisnya. Betul tidak?

    BalasHapus
  16. Ini bukan masalah sebagai ibu huda atau sebagai hudanya mbak, jangan melihat pertengkarannya. Kalau ibu huda bisa menjelaskan tentang najis secara syar'i dengan dalil yang shohih saya kira huda bisa menerima, kan sama sama muslim apalagi antara ibu dengan anaknya.

    Islam sudah sempurna tidak ada keraguan sedikitpun, semua sudah di jelaskan baik di dalam Qur'an maupun hadist terang benderang ibarat malamnya bagai siangnya, jika ada nass nass Qur'an maupun Hadist yang membutuhkan penafsiran sudah ada para ulama yang menjelaskannya kita tinggal mengikutinya lalu apanya yang tidak tahu/tidak pasti? sebenarnya pertanyaan mas huda itu mudah tapi anda menjawabnya berbelit belit. Kalu ldii itu membawa kebenaran dengan Qur'an Hadist yang shohih tinggal anda sampaikan aja dalil dalilnya bahwa walaupun mas huda ini habis mandi dengan air dan kamar mandi yang sama dengan ibunya tapi mas huda ini masih dihukumi najis, nah anda tinggal tunjukkan dalilnya. silahkan ditunggu dalilnya.

    Kenapa saya harus blusukkan? selama ini kan warga ldii gak mau makmum kepada non ldii kecuali di arab saudi, apakah ini disebabkan karena imam sholat non ldii bacaannya nggak fasih? sesuai tes yang dilakukan ldii?

    Ini yang saya tanyakan untuk kaum musliminnya. kalau muslimahnya sih lebih afdol sholat di rumah. Jadi anda mau sholat di masjid maupun sholat sendiri di rumah gak ada masalah.

    Kita tidak memperdebatkan agama, disini kita hanya pingin tahu dalil dalil apa yang di pakai ldii dengan amalan amalan yang kadang tidak sesuai/berlebihan dengan Qur'an Hadist seperti hal tersebutdi atas. Kalau di acaranya ldii jika kita mau menanyakan sesuatu yang kurang jelas kita dicap bani isroil karena banyak tanya.

    BalasHapus
  17. @ OXA, sepertinya anda faham dengan agama...
    Boleh tanya sesuatu??
    Bagaimana hukum nya seseorang solat dengan celana yang melembreh, itu sah atau tidak..?? Mohon dijelaskan berdasarkan sumber...


    @LDII SEO : Kalau di LDII saya lihat memang seluruh warganya mengedepankan Celana Ngatung... Mungkin bisa bantu jelaskan juga hukum nya Solat dengan celana Melembreh itu sah atau tidak..

    Terima Kasih banyak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Handy Prasetyo sebenarnya yang lebih berhak menjawab ini adalah admin ldii seo, dan saya juga masih banyak belajar tentang agama Islam yang mulia ini. Masalah ISBAL(celana melembreh) banyak dalil yang melarangnya bahkan ancamannya neraka dan ini tidak hanya ketika sholat saja namun juga untuk sehari-hari.
      Dari Abu Dzar, dari Nabi -shallallahu alaihi wasallam- bersabda: “Ada tiga golongan, -yang pada hari kiamat nanti- Alloh tidak bicara dengan mereka, tidak melihat mereka, tidak membersihkan (dosa) mereka dan bagi mereka siksa yang pedih”. Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- mengulangi sabdanya itu tiga kali. Abu dzar mengatakan:
      “Sungguh celaka dan merugilah mereka! wahai Rasulullah, siapakah mereka?”.
      Beliau menjawab: “Orang yang isbal (dengan rasa sombong), orang yang mengungkit-ngungkit pemberiannya dan orang yang menjual barang dagangannya dengan sumpah palsu”. (HR. Muslim)
      Rasa sombong tersebut maknanya adalah menyengaja, tidak menjaga/tidak berusaha agar celananya selalu diatas mata kaki, misalnya tidak memotong celananya yang kepanjangan, tidak berusaha mengikat dengan kencang sarungnya atau menaikkan ketika sarungnya turun. seperti sabda Nabi: “Barangsiapa menyeret pakaiannya karena sombong, maka pada hari kiamat nanti Allah tidak akan melihat kepadanya ”. Mendengar hal itu, Abu Bakar bertanya: “Sungguh salah satu dari sisi sarungku terkadang terjulur, akan tetapi aku selalu menjaganya agar ia tak terjulur”. Maka Nabi -shallallahu alaihi wasallam- menimpali: “Kamu bukanlah termasuk dari mereka” (HR. Ahmad dan Bukhari)
      Sebenarnya banyak hadist yang mendukung tentang ini Insya Alloh ada 8 hadist shohih namun kalau saya sampaikan semua akan memenuhi space blog ldii seo ini. Jadi secara ringkas ancaman bagi laki2 yang isbal : Alloh tidak mengajak bicara, Alloh tidak melihatnya, Alloh tidak membersihkan dosanya, di hari kiamat nanti, baginya siksa yang pedih. Alloh tidak suka terhadap orang yang musbil(berbuat isbal) dan perbuatan sombong, semakin bertambah panjang isbalnya semakin bertambah pula dosanya. Mudah mudahan Alloh menunjuki kita semua amiin...

      Hapus
    2. Maaf ada yang kelewatan untuk sholatnya Insya Alloh tetap sah karena isbal bukan hal yang membatalkan sholat hanya pelakunya dosa karenanya. Mudah mudahan bisa bermanfaat amiin

      Hapus
  18. Alhamdulillah
    Terima Kasih atas Pemaparannya...

    Tapi bagaimana jika kondisinya seorang Imam yang mengimami Sholat Justru Celana nya Isbal... ??

    Apapakah kita tetap untuk mengikutinya?

    jika Ya Mengapa?
    jika tidak Mengapa??...

    Karena saya pernah baca juga bahwa Imam Sholat yang ditunjuk harus lah orang yang mengerti akan agama bukan hanya sekedar orang lebih TUA.

    Oiya,OXA : apa anda sebelumnya Warga LDII alias Mantan ??


    ***
    @admin : mungkin kah hal ini juga yang menjadikan alasan LDII tidak mau di imami sholat?? Tapi memang juga ada sih LDII yang tetap bersedia di Imami sholat.. Kalau saya lihat tergantung karekter masing - masing orang, kalau saya sih tidak terlalu mempermasalah kan hal ini... Mungkin ada sebuah alasan mengapa orang tersebut tidak mau diimami, mungkin dilihat dari imam nya yang salah seperti melembrehkan celananya.. #Mungkin

    ***

    BalasHapus
  19. hhe..itulah gunanya banyak ngaji.
    ayo ngaji guys, ngaji,,,ngaji....terus ngaji....ngaji teruuuuusss :) :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Juga memang,
      Ngaji sama mendengarkan Qultum beda ya??
      Saya lebih sering dengarkan Qultum...

      Yang dimaksud Ngaji Paling Cuma Baca Al-Quran doang...
      kata pak ustad, kalo Tanya hukum sesuatu lewat Internet takutnya timbul penalaran Sendiri yang menyebabkan Ro'yu... Begitu ya?

      @Jarox : Ngaji yang dimaksud anda bagaimana?

      Hapus
  20. Mas Handy Prasetyo sudah saya katakan diatas isbal tidak membatalkan sholat, kecuali karena isbalnya menjadikan terkena najis.

    Hukum berjamaah di masjid(sholat fardhu) bagi laki laki adalah fardhu 'ain, sebagaimana Sabda Rosululloh :
    ”Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, ingin kiranya aku memerintahkan orang-orang untuk mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku perintahkan mereka untuk menegakkan shalat yang telah dikumandangkan adzannya, lalu aku memerintahkan salah seorang untuk menjadi imam, lalu aku menuju orang-orang yang tidak mengikuti sholat jama’ah, kemudian aku bakar rumah-rumah mereka”. (HR Bukhari dan Muslim)
    Seorang yang buta datang menemui Rosululloh:
    ”Wahai Rasululloh, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasululloh untuk tidak shalat berjama’ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasululloh memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasululloh memanggilnya lagi dan bertanya,“Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab,”Ya”. Rasululloh bersabda,”Penuhilah seruan (adzan) itu.” (HR Muslim)
    `Siapa yang mendengar azan tapi tidak mendatanginya, maka tidak ada lagi shalat untuknya, kecuali karena ada uzur.(HR Ibnu Majah)

    Kaum muslimin yang sholat dirumah walau berjamaah dengan keluarga sholatnya sah tapi dia berdosa karena menentang perintah Rosululloh, sedang kalau berjamah di masjid banyak keutamaan yang didapat selain pahalanya dilipatkan tiap langkah kakinya menghapus dosanya dan langkah kaki berikutnya mengangkat derajadnya begitu seterusnya. Dan Jika imam benar semuanya mendapat pahala, kalau imamnya salah maka imamnya berdosa sedangkan makmumnya tetap berpahala. Dan jangan lupa tetap menasehati dengan lemah lembut dan sabar jika ada kemampuan utuk itu. Mudah mudahan Alloh memahamkan kita semua amiin

    BalasHapus
  21. trus d katagorikn sesat ny tu dr mana.??
    kalian blum mcoba sudh menilai pahit manis nya...
    jngn cma mnjabarkn dalil2 akidah2 ...ajrn tntng islam itu luas klo kita kaji ngga akn ada hbis ny... yg pnting smua ny tetap bepedoman dgn alqur'an dan hadist...

    yg kya gni aja d ributkn.. knp kalian ngga ngributkn org2 yg ngga prnh solat dn ngaji...
    manfaatknlh ilmu..bkn ilmu yg memanfaatkn..

    BalasHapus
  22. Maaf jika Admin menghapus pertanyaan yang sekiranya menyimpang buat Admin ...
    Hi jg yulie. mhn maaf komentar yulie terakhir dihapus karena menurut admin itu membuka aib keluarga yulie sendiri. Jika komentar yang bersifaf membuka aib admin keberatan untuk mempublikasi... Maaf berubu maaf Yulie :)

    BalasHapus
  23. Mas Fackih Rosyidin kategori sesat menurut MUI jelas seperti artikel diatas dan yang ini kategori sesat menurut Rosululloh yang selalu anda dengarkan di setiap khotbah jum'at, Rosululloh bersabda:
    "Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabulloh dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallohu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan” (HR. Muslim no. 867)"
    Dan juga :"Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578)"
    Tinggal kita cocokkan saja amalan amalan yang kita kerjakan sudah sesuai/sudah ada dalilnya apa belum? Kalau amalan kita tidak sesuai dalil apalagi tidak ada dalilnya sudah pasti kita berada di dalam kesesatan.

    Tanpa mencoba maupun merasakan, yang namanya madu itu manis Mas kecuali bila sudah terkontaminasi dengan "racun bid'ah" bisa jadi rasanya menjadi pahit, itupun bagi orang yang peka dan paham tetang manisnya "madu".
    Ilmu agama islam ini memang luas dan Rosululloh telah mengajarkan semuamya dengan jelas dan terang kita tinggal mengikutinya saja, Berpedoman pada Qur'an dan Hadist adalah sebuah keniscayaan namun lebih dari pada itu dalam memahaminya harus sesuai dengan pemahaman para sahabat, jangan menyandarkan pada pemahaman kelompok/organisasi apalagi dipahami sendiri sudah pasti akan tersesat. Disini kita tidak meributkan siapa siapa kita hanya diskusi, saling sharing, dan saling mengingatkan jika ada yang gak bener..

    Orang yang gak sholat dan ngaji jangan diributkan Mas tapi kita ajak, kalau diributi yang ada dia tambah lari..

    Betul Mas manfaatkanlah ilmu tapi ilmu yang benar ilmu Qur'an dan sunnah Rosululloh berdasarkan pemahaman para sahabat.

    BalasHapus

Oya... Jangan malu-malu komen ya, Thanks so much...

kembali keatas