Sebab Mindset OrTu, Anak Kita Sekarang TIDAK SIAP MENIKAH Tetapi MELANGGAR | LDII QHJ

Sebab Mindset OrTu, Anak Kita Sekarang TIDAK SIAP MENIKAH Tetapi MELANGGAR

Advertisement
Pernikahan itu penting. Lebih baik menikah awal daripada telat. Jaman ini akan miris jika mindset kita sebagai orang tua yang justru membuat anak-anak kita telat menikah, seperti "akan menikahkan anaknya jika sudah punya kerjaan, punya penghasilan, sampai lulus kuliah dulu, dll" padahal yang diriwayatkan dalam hadis "tidak ada pria bujang atau wanita lajang yang kaya", semuanya miskin. Nah untuk itu pemikiran menikahkan anaknya jika sudah kaya adalah keliru.

Akibatnya karena orang tuanya begitu dan lingkungannya juga begitu, mempunyai mindset "kamu boleh menikah kalau sudah kerja", atau (bagi yang punya anak perempuan) "kamu belum boleh menikah sampai lulus kuliah", sehingga anak-anak muda sekarang, bayangan menikah itu..

Sebab Mindset OrTu, Anak-Anak Sekarang TIDAK SIAP MENIKAH Tetapi MELANGGAR

"Nanti.. saya belum kerja, belum waktunya, masih lama"

begitu juga cewek-ceweknya..

"saya belum lulus, tidak mau menikah"

Begitu mereka mau menikah, orang tua memarahinya terus.

Akhirnya banyak muda-mudi sekarang ini TAKUT MENIKAH tapi mereka sukanya MELANGGAR.

Ini bahaya sekali. Berdosa bagi orang tua dan anaknya sendiri.
Baca juga: Cara Mudah Cepat Nikah, Tembak dengan Peluru 4D
Secara psikologis, seseorang usia siap nikah umumnya mempunyai nafsu tinggi. Apalagi lingkungannya juga mendukung sekali, punya gadget bisa untuk melihat segala hal yang dia mau, dan didukung lagi dilingkungan kuliahnya, sehingga sebagai orang tua harus bisa mengubah mindset-nya. Nikahkanlah anak jika mereka sudah siap, terimalah lamaran lelaki yang melamar anak perempuan anda jika dirasa mempunyai kefahaman agama yang anda senangi.

Sepeti diriwayarkan dalam hadist yang artinya..

"Kamu (orang tua) kalau kedatangan laki-laki yang kamu sukai akhlaknya dan agamanya, lalu melamar anak perempuanmu maka segera nikahkan. Kalau kamu tidak melakukannya maka akan banyak kerusakan dan pelanggaran yang merata."

Kemudian ada cuplikan dalil lainnya yang artinya..

"cari rejeki dengan menikah"

Maksudnya nikah dulu baru mencari rejeki, Allah yang akan ngasih. Bukan sebaliknya..

**

Sebagai orang tua, jangan khawatir pada maisah mereka setelah mereka menikah dan belum punya kerjaan, karena Allah sendiri yang akan mencukupi kehidupan mereka.

Jangan sampai mindset yang keliru tersebut masuk ke pemikiran anak kita, terutama anak perempuan.

Sebagai anak perempuan juga harus bisa memahami masalah ini, tidak mau menerima lamaran lelaki karena ia belum punya kerjaan, karena belum punya penghasilan dan alasan lainnya. Sehingga dampaknya kebanyakan wanita sekarang ini adalah sudah punya banyak duit tetapi cari suami susah, sebab dulu sering menolak lelaki yang pernah melamarnya.

Dan masalah tersebut tidak hanya berhenti sampai disitu. Wanita sekarang misinya "kalau saya sarjana maka suami saya juga sarjana, kalau saya kerja suami saya harus kerja (selevel)". Jadi visinya bukan menikah untuk menjaga agama tetapi menikah untuk gengsi dan derajat dunia semata. Ini tidaklah benar!

Padahal kata Nabi Muhammad SAW, Allah akan menolong pada orang yang menikah dengan niat untuk menjaga agamanya (ingin terjaga dari pelanggaran dll).

Nah, artikel ini semoga memotivasi untuk anak-anak kita jangan sampai telat menikah gara-gara belum lulus kuliah, belum kerja dan lain sebagainya. Nikahkanlah anak-anak kita jika mereka sudah siap dan segerakanlah untuk dimahromkan agar dapat mencegah pelanggaran yang merata.

Semoga menginspirasi..
Sumber: Nasehat Cak Emir_Bogor Utara
Edited: Admin


PERHATIAN! Mohon dengan amat sangat untuk tidak copy paste isi artikel dalam blog ini kecuali disertai sumber URL-nya. Blog ini atas perlindungan Allah SWT semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dengan menggunakan kalimat yang sekiranya mudah difahami.