Kolom Pertanyaan dan Jawaban Tentang LDII


Berikut hasil tanya jawab tentang islam Ldii dari para antusias temen-temen blogger dengan berbagai macam pertanyaan melalui komentar yang ingin tahu terkait organisasi Ldii di Indonesia bahkan dibeberapa kota luar negeri pun ikut ke dalam organisasi ini namun anutan agamanya adalah satu yakni Islam. Bagi teman-teman yang ingin bertanya terkait LDII disilahkan membuat komentar dengan pertanyaan yang sifatnya menambah wawasan tentang Islam.

Apa itu Ldii?
"Lembaga Dakwah Islam Indonesia"


Yang Sering Dipertanyakan


Oknum Ldii ngepel Masjid karena Non Ldii, Apa Benar?
"Mungkin Benar adanya Oknum Ldii ngepel masjidnya karena Non Ldii, namun ini bukan menjadi dasar bahwa ormas Ldii menajiskan orang non Ldii, barang kali saja memang oknum tersebut tahu ia benar2 terkena najis, namun sikap oknum ini yang kurang pass dalam bertindak. Rasulullah dulu juga pernah melihat ada sohabat dari desa yang dawul2 keadaannya, lalu masuk masjid dan kencing dalam masjid - lantai masjid pasir - nabi menyiramnya ke bumi beberapa kali hingga suci dan menegurnya untuk tidak mengulangi lagi. Kejadian yang hampir sama jika oknum Ldii ini mensucikan najis yang ia tahu namun caranya kurang pass, manusia tidak lepas dari khilaf, warga kami akan tetap menegur meraka yang berbuat demikian, semoga kita tetap di lindunganNYA, tetap bersaudara, tidak menyalahkan satu sama lain. Amiin". Baca juga [ISLAM] Dari A-Z Tentang Ldii Indonesia dan Isinya
Ldii Nganggap Najis Non Ldii, Apa Benar?
"Tidak Benar Adanya" 
Warga Non Ldii vs Ldii tidak boleh menikah, Apa Benar?
"Tidak Benar Adanya"
Oknum Ldii Marah! Baju Jemurannya di Angkatkan Non Ldii, Apa benar?
"Mungkin benar adanya namun hanya Oknum, khilaf adalah wajar"
Ldii Punya Imam, Apa Benar?
"Benar, setiap masjid dan mushola sama seperti yang lainnya, mulai dari pengurus keimaman "mbah ustad" hingga pengurus lainnya. Baca juga [Task] Keamiran Ormas Ldii Siapa ?
Ldii Agama Radikal, Apa benar?
"Sama sekali tidak Radikal dan di akui MUI dan masyarakat"

Masih banyak hal yang mengganjal dalam Ldii, bagi temen-temen diharapkan tidak mengambil kesimpulan sesaat saat membaca informasi tentang organisasi Ldii. Mungkin masih ada yang temen-temen alami langsung dari tetangga yang kebetulan warga Ldii dan berbuat tidak wajar kepada temen-temen sekalian, mohon dengan sangat untuk tidak menyalahkan agama Islam yang di ridhoi Allah ini seperti yang dianut dalam organisasi Ldii di Indonesia maupun Ldii Luar Negeri, setiap organisasi tentunya tidak lepas dari oknum yang tidak selalu benar alias khilaf.


159 komentar:

  1. As'salamm'ualaikum..
    Mf sy hanya org biasa yg blum mngerti .. Tpi sy bsa memahami mksud mba oxa ya? Hanya org2 yg briman dan br ilmu 1 lg yg prfkiran positif sja yg bs mngerti mksd omngan mba oxa. Mf sblmnya bkn brarti sya mengatakn anda yg brkomen bhwa anda tdk briman/brilmu.oh tdk..jstru anda lah yg br iman dan br ilmu tinggi. Klo sy gda apa2nya di bndngkn anda smua.bkn bgtu y mba oxa? Mf y sblmnya..klo ad yg slh mhon di luruskn. Sy bkn dr golongan mana pun. Cuma ingin ikutan dan ingin tau sesat/tidak tu aja. Mf klo ad kata2 sya yg slah s x lg .Trima ksih

    BalasHapus
  2. Slam kenal @Moto Bebek, Lanjutan Komentar lama di Ldii Sesat ?

    BalasHapus
  3. Dari atas sampe bawah salam kenal semuanya yaaahhhh......

    Saya heran, kenapa masih ada yg punya pikiran LDII itu sesat ?? Padahal ga sedikit koq pemain ISL itu LDII, bahkan bbrp org punggawa Timnas Indonesia juga LDII, artis ternama juga ada, so what gtuuuu ....??? Apanya yang sesat ???

    Buat temen-temen coba baca link ini buat nambah wawasan tentang LDII

    http://www.muhammadiyah.or.id/13-content-188-det-tanya-jawab-alislam.html

    http://sport.detik.com/sepakbola/read/2014/06/08/181250/2602407/76/juara-nasional-aqua-dnc-2014-ssb-asad-313-purwakarta-akan-tampil-di-brasil

    Kalau masih ada yg belum puas sama jawabanya, Alangkah baiknya dan akan lebih sopan temen-temen bisa minta alamat LDII yg terdekat dengan rumah temen-temen. Temen-temen bisa bertanya sepuasnya. Dengan senang hati admin akan kasih koq alamtnya,,, Ya Kan MINN,,hhhee

    Maaf kalo ada salah-salah kata, saya bukan seorang Ulama yang hebat yg hapal dengan dalil-dalil, Terima Kasih

    _JABAT JIWA_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Galihichsan, gak perlu heran mas karena ldii itu "misteri" sehingga banyak orang yang menduga-duga atau meyimpulkan sediri, ambil contoh jika ada orang yang numpang sholat di masjid ldii, bekas tempat sholatnya langsung di pel (walaupun akhir2 ini sudah banyak berkurang) dan ketika hal ini ditanyakan, tidak akan mendapatkan jawaban yang baku baik secara ilmiah (dalil) maupun secara logika (akal).
      Banyaknya pemain Isl, punggawa timnas dan apa lagi "artis ternama" dari ldii, tidak serta merta menjadikan agamanya menjadi lurus, anda kan tahu bagaimana kehidupan di balik layar seorang artis atau pemain bola (walau tidak semuanya). Terutama untuk seorang artis kalau dia beragama dengan pemahaman yang lurus Insya Alloh dia gak bakal mau terjun di dunia artis.
      Kalau kita ingin mengetahui kekurangan suatu produck ya jangan bertanya pada produsennya, Kalau kita ingin mengetahui kejelekan dari minum minumanan keras ya jangan tanya pada orang yang suka mabuk, Mereka pasti akan menjawab produck saya paling bagus gak ada kekurangannya, mabuk itu enak,enjoy, penghilang stres banyak temen dll (maaf ini hanya perumpamaan saja)
      Disini kita hanya diskusi mas, apa lagi judulnya blognya sangat menantang "LDII sesat" dan ternyata blogernya juga jamaah ldii, saya kira disini tempat yang tepat untuk kita saling sharing dalam rangka mencari kebenaran, mudah mudahan bisa jadi manfaat bagi kita semua amiin..

      Hapus
    2. Soal banyak pengikut dar berbaai lapisan masyarakat,hal itu gk bisa jadi ukuran,..Coba kamu dirikan Partai Komunis Indonesia, pengikutnya pasti dari lapisan masyarakat bawah sampai pejabat tinggi negara pasti banyak yang menjadi anggotanya,..

      Hapus
  4. Hi ... @oxa, misteri ... nggak juga oxa, siapapun boleh ikut keg2 di Ldii tanpa ada yg misteri. Berkurangnya ngepel bukan berarti ldii merencanakan, itu tidak ! yg dimaksudkan oxa itu nggak benar kemungkinan di masjid kebetulan ada najis saja. Kalo masalah artis, bahkan oknum/ mantan penjahat sekalipun di ldii tetap menerima jika mereka mau menjadi hamba yg solih/ah dan ldii akan membantu berusaha menasihatinya agar yg ia lakukan tidak terulang kembali, untuk tujuan kita bersama di akhirot nanti, pahalanya membuat org lain melakukan kebaikan jg besar, bukankah begitu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas jawabannya Admin, walaupun masalah "pel mengepel" ini sudah menjadi rahasia umum sejak dulu baik yang berkembang dimasyarakat maupun di forum2 media sosial, dari pertanyaan mengenai hal tersebut jawabanya sangat beragam, ada yang mengatakan itu tidak benar(hanya isu), mungkin hanya kebetulan ada najis yang di pel/jadwal pel, jamaah ldii sangat super hati2 terhadap najis, orang non ldii tidak bisa bersuci, cara bersucinya orang non ldii tidak sah walaupun benar karena gak mankul, bahkan ada yang lebih extrim orang muslim non ldii adalah najis, Namun demikian karena saya gak pernah mengalami sendiri karena memang gak pernah sholat di masjid ldii saya lebih percaya pada Admin, mudah mudahan Admin tidak dalam rangka sedang "bhitonah".
      Sebenarnya yang lebih penting dari hal tersebut adalah seandainya itu benar dan sekarang sudah tidak ada lagi system "pel mengepel" karena adanya ldii new paradigm. Yang perlu dipertanyakan adalah system mankulnya ldii. Perlu diketahui mankul adalah berpindahnya ilmu dari Rosululloh sambung menyambung hingga "Imam" ldii, seandainya mankul itu benar maka tidak perlu ada paradigma baru yang menghilangkan "pel mengepel" tersebut. Lalu apanya yang salah dalam hal ini? system mankulnya, ilmunya, pemahamannya atau orangnya? ini hanya sebagai bahan perenungan saja karena seperti saya sebutkan di atas bahwa saya lebih percaya pada Admin bahwa system "pel mengepel" itu memang tidak ada.
      Mengenai artis ternama dan pemain bola maksud saya adalah tidak menjadikannya patokan masuknya artis ternama, pemain bola, kalangan akademisi sampai setingkat profesor, aparatur pemerintah hingga setingkat jendral, bahkan pejabat tinggi negara hingga presiden,membuat kelompok tersebut bebas dari penyimpangan. Karena patokan kebenaran itu adalah Qur'an dan sunnah berdasar pemahaman para sahabat, bukan pemahaman saya, kita atau kelompok tertentu. mudah mudahan bisa dipahami.

      Hapus
    2. Saya masuk mesjid LDII, biasa2 aja kok, gk ada pel mengepel, jemuran saya di angkat tetangga ya syukur bangetttttt gitu
      akhirnya sy ngaji di LDII sejak 10 tahun yg lalu..
      malah banyak hal yg merubah kehidupan saya..
      simple saja, mari fastabiqul khoirot..
      gk perlu bnyk debat yg bikin ribet..
      krn, agama itu ketentuan dan aturan Alloh, bukan untuk diperdebatkan..
      Qur'an dan hadist itu sdh sangat terang benderang, klo kita sama2 kaji.. peace..
      hehe..

      Hapus
  5. Hai admin assalamualaikum,,Sejak aku masuk LDII gak tahu knpa hatiku jadi tenang dan jd rajin sholat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Reni Vhiany, Tidak cukupkah anda dengan dua kalimah syahadat yang mulia itu? Tidak cukupkah anda dengan taqwa/takut anda pada azab Alloh? Dan tidak cukupkah anda dengan pahala yang Alloh janjikan, untuk menjadikan anda tenang dan rajin sholat? Atau apakah rajin sholatnya anda karena anda merasa diramut, diawasi, diingatkan, dinasehati, dan dijanjikan surga oleh ldii? hati hati mbak ini bisa jadi pembatal syahadat anda, jikalau rajin ibadah anda bukan sebenar-benarnya taqwa/takut anda hanya pada Alloh semata. mudah mudahan Alloh menunjuki kita semua amiin...

      Hapus
    2. sesama muslim itu harus saling mengingatkan, saling menjaga, saling meramut, saling menasehati...
      sesama muslim juga harus penuh perhatian...

      kasihan sekali kalo tidak pernah ada yang mengingatkan,
      kasihan sekali kalo tidak pernah ada yang menasehati,
      kasihan sekali kalo kita berbuat salah dibiarkan,
      kasihan sekali kalo kita berbuat salah didiamkan,
      kasihan....

      Hapus
  6. Hai oxa salam kenal yahhhh......

    yg kmu mksd LDII misteri itu seperti apa, cba tlong diperjelas?? admin kn udh jelasin tuh, lah wong LDII nyata koq....

    yang saya mksd dgn pemain ISL, artis ternama ikut LDII itu persis sma yg dimksud dgn RENI, klo kita menganggap semua artis/pemain bola kehidupanny sama seperti kebanyakan artis lain, menurutku itu ga adil dong, kenpaa ??? karna kmu kn ga tau, mana yg LDII mna yg bukan, jadi ga bisa disama ratakan xa, nnti jatuhnya suudzon atau malah fitnah tohhhh....

    dan judul blog ini bukan " LDII SESAT " tapi " SIAPA BILANG LDII SESAT", jgn suka ngurang-ngurangin gtuu ahhhhh....hhhhee

    Dulu waktu saya liputan ke daerah lampung, saya pernah mendatangi ajaran islam, yg kalau sholat berjamaah dimasjid, semua lampu masjid nya dimatikan dan semua jamaahnya melepas pakaiannya, menurut mereka untuk "menjaga kesuciaan", kemudian didaerah bandung juga pernah saya temui, ajaran Islam yang masih melakukan ritual-ritual yg menyembah sebuah pohon, Lantas apa sya harus bilang " meeker sesat " juga ???? ga juga kannnnn.....!!!!!!!!!

    Saya sih ga mihak siapa2 disini, cuma sya org yg menghargai setiap ajaran yg dianut dan dipercayai oleh masing-masing orang, dan kebetulan juga saya punya teman yg LDII, kita berteman sejak duduk di bangku SMA, dan skrg kita sudh bekerja di sala satu stasiun TV nasional, tapi kita mash berkomunikasi dgn baik hingga sekarang, Jika saya sdg berkunjung atau bahkan mnginap dirumahnya saya sering diajak sholat ke MESJID nya, dan ga ada tuh "pel - ngepel" gtuuuuuu......
    dia juga tidak pernah menghasut saya untuk gabung, tapi dia cukup terbuka jika saya ada pertanyaan tentang LDII.

    btw, apa OXA punya pengalaman tentang LDII ??? atau hanya sekedar "KATA ORANG dan KATA ORANG " .........tapi km ga nyaksiin sendiri????karna isu-isu tentang LDII sesat itu sdh saya dengar sejak saya SMP.... masih ada yaahh, org yg bilang kaya gtuuu ??????

    Saya juga punya perumpaan, LDII adalah perusahaan yg punya "produk A" , sedangkan OXA punya perusahaan B dan "produk B", jadi saingan dong antara perusahaan A dan perusahaan B,
    jadi kesimpulannya, sudah pasti semua jawaban si ADMIN akan selalu salah dimata OXA, walaupun si ADMIN sdh menjawabny pke akal dan logika serta dalili-dalil, karena OXA punya perusahaan B, yang kebtulan adalah pesaing si perusahaan A, jdi sudah pasti OXA ga mau klo produk "perusahaan A" lebih laku dari "pada produk perushaaan B". ya ga sihhhhh..... yaaa donkkkk.....yaa kannnn.(maaf cuma perumpamaan lhoooooo)

    oia xa, penulisan kata produk yag bener itu "PRODUK" bukan "PRODUCK", hhhhee, kesalahn kecil sih, tapi kalo nulis bahasa INDONESIA aja kmu salah, gmn kamu nulis dalil-dalil yg ada di postingan kamu diatas yg pke bahasa ARAB ??? sayany jadi ragu kannnn, sama argumen-argumen kamu..hhhhee

    semoga bermanfaat

    _JABAT_JIWA_

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas galihichsan salam kenal juga,
      Di ldii itu ada fathonah, bithonah, dan budi luhur itulah "misteri"nya silahkan tanyakan pada temen ldii anda.

      Kan sudah saya jelaskan diatas, dengan ikutnya pemain bola dan artis ternama ke dalam ldii, tidak otomatis ldii ini terbebas dari penyimpangan/kesesatan.

      Tolong di cek lagi mas judulnya disini terbaca "LDII sesat ?" apa computer saya yang salah?

      Apa sih pengertian "sesat" menurut anda? ingat sabda Nabi : " Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. sejelek jelek perkara adalah (perkara agama) yang di ada adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan."(HR Muslim no:867) Kalau ibadah gak sesuai dengan Qur'an dan Hadits itu sesat mas, kalau kita toleran dengan hal tersebut dimana kewajiban amar ma'ruf nahi munkar kita? kita punya kewajiban menasehatinya, selemah lemahnya kita harus mengingkarinya.

      Alhamdulillah kalau temen ldii anda bersikap seperti itu dan harusnya memang seprti itu tidak menyandarkan agamanya/taklid pada organisasinya melainkan menyandarkan agama islam yang mulia ini pada Qur'an dan sunnah Rosululloh berdasarkan pemahaman para sahabat.

      Anda telah mendengar isu-isu "ldii sesat" sejak smp oleh karena itu mari kita tunjukkan bahwa itu tidak benar. Salah satunya melalui blog ini, bukankah begitu?

      Kan anda yang menyarankan untuk bertanya sepuas-puasnya ke ldii, ya gak akan ketemu jawabannya sebagaimana perumpamaan saya juga perumpamaan anda.

      Terimakasih atas koreksinya mas walaupun dalam forum medsos seperti ini banyak kata kata yang lebih gaul dari pada itu misalnya "menjawabny, sayany, pke, donkkk dll". mengenai dalil-dalil disitu kan ada riwayat dan nomornya bisa di cek dong di kitabnya, kan setiap jamaah ldii punya Kutubussittahnya. Dan perlu anda tahu, saya tidak akan mengarahkan/mengajak anda untuk meyakini argumen2 saya. Saya hanya sebatas menyampaikan dalil dalil berdasar pemahaman para Sahabat Tabiin dan Tabiut tabiin serta Ulama yang mengikutinya. Percaya atau gak itu hak anda dan hidayah itu Hak Alloh yang akan diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. mudah mudahan Alloh menunjuki kita semua amiin.

      Hapus
    2. Ass. . salam kenal mbak oxa. . mbak kita smua dsni adalah pribadi2 yg muslim dan muslimah yg ingin tau kebenaran. . sbg pribadi yg mencerminkan tersebut alangkah baiknya kita bertabayun hingga se detail mgkin. . skrg apakah anda pernah menemui atau menjumpai hadist yg ldii kaji? Knpa anda yakin bhwa hadist tsbut mrragukan shingga anda menyuruh untuk mengeceknya? Klo seandanya anda bisa membuktikannya maka tolonglah kami org2 yg mnrut anda masih terombang ambing dalam kesesatan. . tlong buktikan . . mgkin anda bisa membuat blog berisikan ksalahan hadist yg di kaji ldii dgn pembanding yg mnrut anda benar. . kmdian klo anda tahu ulama tabiit yg bisa membimng kita ke jalan islam yg murni dr rasul mka tnjukanlah pula sypa mereka? Sblumnya Trimaksih atas jawabannya

      Hapus
  7. semuanya itu dalam sunnah rosul(al hadist) dan kitabnya Alloh (Al quran) jadi mengajilah dalam keduanya dengan guru yg bisa mempertanggungjawabkan ilmunya .tapi kayaknya jarang mau ngajari, yang ada ngasih ceramah aja plus ngasih buku2 karya (hasil kesimpulan sendiri) jadi mudah saja bagi yang memberi ilmu untuk memplintir hadist,jangankan liat hadis bentukny kayak apa,apalagi tau isinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Ardi amsyah, kriteria guru yang kayak gimana sih yang bisa mempertanggungjawabkan ilmunya?
      Jangan ujub begitu mas tolong tunjukkan mana hadits yang diplintir itu dan bagaimana pemahaman yang gak diplintir menurut anda.
      Punya dan melihat bentuknya banyak kitap Hadist serta tahu isinya tidak menjadikan jaminan dia terbebas dari kesesatan kalau dalam memahaminya tidak berdasar pemahaman para sahabat tapi berdasar pemahaman saya, kita atau kelompok kita sebagaimana Firman Alloh dalam surat At-Taubah :100 dan acamannya dalam surat An-Nisa' :115 silahkan dibuka Al-Qur'annya.

      Hapus
    2. @yusuf setya prabowo, Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
      Mas Yusuf Setya Prabowo salam kenal juga, tolong dibaca yang teliti mas justru yang meragukan hadits yang saya nukil itu mas Galihichsan makanya saya suruh cek karena hadits yang saya nukil sudah saya sertakan periwayatnya dan no. Haditsnya. Yang salah bukan Haditsnya mas akan tetapi dalam memahaminya yang tidak sesuai dengan pemahaman para Sahabat sehingga menghasilkan pemahaman pemahaman yang menyimpang. Selain juga ada Hadits dhaif atau maupun mauquf yang dipakai hujjah ldii.
      Masalah blog sudah banyak mas blog-blog yang mengungkapkan penyimpangan-penyimpangan ldii dan karena saya kurang percaya maka saya ke sini.
      Sebenarnya andapun insyaa Allah sudah tahu Ulama-ulama yang berpemahaman lurus sesuai dengan pemahaman para Sahabat salah satunya adalah Syaikh Umar Hamdan rahimahullah yang diakui nurhasan ubaidah lubis sebagai gurunya. Dan kalau benar Nurhasan berguru pada Beliau seharusnya pemahamannya sama. Dan murid muridnya banyak yang jadi pengajar di universitas islam madina dan rata rata ulama di Saudi Arabia lebih khusus lagi di mekah madinah adalah berpemahaman lurus sebagaimana pemahaman para sahabat. Semoga Allah memberikan Hidayahnya kepada anda dan kita semua aamiin.
      Jazakallahu khairan

      Hapus
  8. Hhaadduuuuhh... Mau komen takut salah ni... Bljar ngaji juga engga. Cuma bljar ngaji wktu kcil doank. Skrg dah gak pernah bljar2 lgi. Dah 30 thun yg lalu.. Gmna donk mba???? Pengen msuk surga tpi ngaji dan solatnya aja msih bolong2..Gmn donk??? Klo bgtu apa sya bsa msuk surga gak ya????

    BalasHapus
  9. iya mas oxa,saya minta maaf kalau saya salah bicara dan menyinggung perasaan mas oxa,mas oxa yang paling bener ,saya gak mau debat hanya untuk mencari siapa yang paling benar karena setahu aku ilmu itu milik semua bukan hanya milik saya atau mas oxa yang berlimpah ilmu jika memang lebih mengetahui barang yang benar alangkah baiknya mengajarkannya kepada yang belum tahu,karena ilmu itu bukan untuk diadu ,monggo mas oxa/mbak oxa karena saya gak tau profil anda untuk mengajari kita yang kurang tau,alhamdulillahi jaza kumullohu khoiro,dan sekiranya saya mohon maaf klo saya salah ngomong lagi,

    BalasHapus
  10. satu juga yang saya pertanyakan apa arti pemahaman para sahabat,apa para sahabat aku atau para sahabat anda atau para sahabat nabi,tapi klo sahabat nabi sudah dipanggil,aku ngaji sama sahabat oxa aja ya biar bisa berilmu kayak oxa,kiranya oxa mau membuka diri untuk mengajari saya orang awam tentang pemahaman yang oxa miliki,, ,,,o tidak2 mungkin bukan saya saja tapi semua orang yang menginginkan untuk bisa mengaji menurut apa yang oxa anggap benar,,bukan2 tapi menurut sahabat yang oxa yakini,karena saya masih bodoh dan perlu diberikan bimbingan,dan saya juga minta maaf lagi jika ada tulisan yang salah,

    BalasHapus
  11. Mas Ardi Amsyah, panggil oxa aja gak apa apa mas, saya sama sekali gak tersinggung, gak
    merasa paling benar, gak ingin debat, juga gak berlimpah ilmu dan saya juga bukan ustazah, di sini hanya berbagi, kebetulan yang dibahas disini adalah ldii sesuai judul artikelnya " LDII sesat?"

    Kalau boleh tahu selama ini anda mengkaji Qur'an dan Hadits berdasarkan pemahaman siapa? Dan andapun pasti tahu sahabat adalah generasi pertama umat islam yang dibina langsung oleh Rosululloh, terutama kulafa ar raasyidin, merekalah manusia terbaik umat Muhammad Shollallohu 'alaihi wa sallam, bahkan ada yang dijamin masuk surga oleh Alloh, maka cara memahami Qur'an dan Hadits merekalah yang kita contoh/ikuti. Wa iyyaka jazakallohu khoiron amiin

    BalasHapus
  12. Baik NU, ldii atau muhamadiyah atau organisasi islam lainnya adalah islam yg mrmbedakan hanya bodoh atau tdk bodoh...bahkan lebih bodoh dari abu jahal....

    BalasHapus
  13. Dizaman sahabat saja masih ada perselisihan seperti ali ra dan muawiyah sampai berperang ...apalagi kita yg bukan dari keturunan sahabat tentunya ilmu kita msh sdkit sekali sdh merasa pol mengganggap dirinya bisa meluruskan org lain....intropeksi mas oxa sdh cukupkah amalan kita utk mndapatkan sorgaNYA ...biarlah sodara kita dari ldii klarifikasi utk lebih baik dalam amar ma'ruf.. mari kita berlomba2 dlm kebaikan masih banyak org2 ngaku islam tp msh pergi ke dukun..org2 yg mngkultuskan ali seperti syiah

    BalasHapus
  14. Salam kenal juga mas Ezkell Senju, Apakah dengan demikian anda juga menganggap bodoh sahabat Ali radhiyallohu anhu dan Muawiyah kerena mereka berselisih? Sudah saya katakan diatas bahwa saya gak merasa paling pol mas, saya masih awam, saya bukan ustazah/mubalighot, mana bisa saya meluruskan orang mas, Rosululloh saja gak bisa, bukankah hidayah itu hanya hak Alloh? Disini kita hanya berbagi sesuai dengan judul artikelnya dan blog ini yang punya juga warga ldii. Bukankah artikel di atas di muat dalam rangka mencerahkan kepada masyarakat bahwasanya ldii itu tidak sesat seperti yang banyak orang duga? dan sayapun akan ruju' jika ldii ini benar benar memurnikan Qur'an Hadits dan semua amalannya juga sesuai dengan Qur'an dan hadits. Anda mengatakan "masih banyak org2 ngaku islam tp msh pergi ke dukun..org2 yg mngkultuskan ali seperti syiah" apakah kita harus toleran dengan hal itu, lantas dimana kewajiban amar ma'ruf nahi munkar kita? setidaknya kita mencegah atau menasehati saudara kita atau orang dekat kita dari yang demikian itu dan selemah selemahnya iman kita hendaklah kita mengingkari dan mendoakannya. bukankah demikian? mudah mudahan Alloh menunjuki kita semua amiin

    BalasHapus
  15. Oke kita teruskan diskusinya Min mudah mudahan anda gak keberatan..di ldii ada istilah yang namanya infaq persenan/isrun dimana besarnya variatif antara 2,5% s/d 10% dari penghasilan jamaah dan dibayarkan setiap sebulan sekali. Yang ingin saya tanyakan adalah mana dalil yang memerintahkan amalan tersebut baik di Al-Qr'an maupun Al-Hadist yang shohih. Mohon tidak dijawab kegunaannya, tapi cukup dengan dalilnya saja. Jazakillahu khoiron

    BalasHapus
  16. Hi oxa, sepertinya oxa sudah lama mengikuti ormas LDII, maaf .. dalih yg berbunyi menekankan persentasi besaran sodaqoh tdk ada oxa kecuali zakat, namun dalih lainnya ttg bersodaqoh dari sebagian harta byk bahkan merupakan kewajiban, panduan odaqoh Ini adalah wajar dan tidak melanggar perintah agama atau menentang agama, itu tidak ... Jika harta kita ingin lebih membawa berkah sebaiknya ya ditaati dan harus iklas, jk tidak jg tidak dimarahi dll semacamnya, dengan besaran berapapun diperbolehkan sesuai kemampuan namun sudah diberi panduan bersedekah agar sedekah sesuai besaran penghasilan, terkadang org yg mampu ekonominya ada yg sodaqoh sprti kemampuan tukang becak, hehe ... walaupun sebenarnya tdk masalah, karena sodaqoh itu berapapun diperbolehkan, namun akan tidak logis yg kaya bersodaqoh sedikit atau justru sebaliknya yg tkg becak sodaqoh byk, dan yg seperti itu harus dimotivasi karena pd dasarnya semua harta ada titipan semata. Dan untuk sipa hsl sodaqoh itu adalah untuk kelancaran beribadah bersama.

    BalasHapus
  17. min, aku bertanya ya bukan menyinggung. maaf jika merasa.
    Aku punya teman anggap aja S. dia baik, soleh, hapal 30 juz. tapi akhir2 ini dia berubah drastis jadi centil, goda2 guru, dll. nah suatu ketika dia pernah mengatakan bahwa dia telah mati. dan dia mengaku sebagai L untuk menebus nazar si S itu. nah saat di tanya2kan pertanyaan dia mengaku telah di cuci otak di LDII. apa itu benar? maaf sebelumnya, aku khawatir dengannya min .. terima kasih.

    BalasHapus
  18. Hi .. Nuryanti, maaf admin tidak tahu pasti penyebabnya.. sebaiknya di tanyakan langsung pada orang tuanya. Maf di Ldii tidak ada cuci otak, sama kok seperti ormas islam lainnya. Trim_ infonya akan Admin tanyakan isu/ masalah sprti itu . Good Luck !

    BalasHapus
  19. Kenapa ldii ini jadi begitu spesial, ya? Untuk menikahi anggotanya harus banget jadi anggota ldii dulu. Ditanya kenapa? Jwbnnya cuma "biar sejalan"
    Seakan yg tidak ldii salah jalan
    Sy pribadi hormat dan tidak remeh terhadap ldii. Sejauh yg sy kenal orangnya baik2
    Tapi ya itu. Egonya tinggi kalau menyangkut keislaman. Coba ldii lebih humanis dan tidak melulu ke'aku'annya yg ditonjolkan.
    Rasulullah dulu berhasil mencitrakan islam sbg agama yg damai, sejuk
    Jgn ada lg mengkafirkan, dgn mudah menghukumi najis, hanya krna tidak mankul di ldii.

    BalasHapus
  20. Minta alamat FB admin blog ini dong... :) Ajzkh :)

    BalasHapus
  21. @Putri, Itu sudah menjadi rahasia umum mbak Putri bawa warga ldii hanya diperbolehkan nikah dengan sesama ldii, padahal hal tersebut jelas jelas bertentangan dengan Qur'an dan Hadits.Dan kita semua tahu bahwa Alloh Sang pembuat syari'at itu sendiri menghalalkan laki laki muslim menikah dengan wanita ahli kitab sebagaimana FirmanNya:
    “Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al-Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al-Kitab sebelum kamu” [al-Maidah/5: 5]
    Menikahi wanita ahli kitab saja yang jelas jelas bukan muslim dihalalkan oleh Alloh, lalu kenapa ldii melarang menikah dengan sesama muslim hanya gara gara beda organisasi yang mana organisasi semacam ldii ini tidak pernah dikenal dalam Islam. Apakah ini tidak bertentangan dengan Firman Alloh? mohon Admin bisa menjelaskan!
    Sayangnya koment saya banyak yang gak ditampilkan padahal sudah sesuai dengan aturan blog, sehingga diskusi tidak bisa berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  22. @oxa : kenapa km kelihatannya sgt membenci ldii ? apa km pernah di rugikan oleh ldii ?

    BalasHapus
  23. @Sri wahyu firdaus, kami disini hanya ingin mencari kebenaran, saya gak membenci siapapun mbak termasuk ldii, saya hanya mengingkari pemahaman dan perilaku yang menyimpang dari Qur'an dan Hadits (karena hal itu akan merusak islam dari dalam) siapapun dia, apalagi yang mengaku berpemahaman yang lurus, hanya berpegangan pada Qur'an dan Hadits tapi amalannya banyak yang gak sesuai bahkan menyimpang dari Qur'an dan Hadits.Contohnya seperti pertanyaan saya diatas mengenai "ifaq persenan bulanan", sudah jelas jelas tidak ada dalil yang memerintahkannya kecuali zakat tetapi jamaah ldii berlomba lomba mengamalkannya (infaq persenan bulanan) dan ini sangat kontradiksi dengan nasehat yang selalu diberikan setiap pengajian, setiap minggu, setiap bulannya bahwa sesuai sabda Nabi : "Barang siapa beramal tidak sesuai dengan amalanku(Nabi) ditolak", Jika ada hal baru baik penambahan atau pengurangan dalam agama adalah bid'ah, setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan itu di neraka. Lalu kenapa jamaah ldii yang kebanyakan kaum terpelajar dan mahasiswa tidak kritis dalam hal ini? Dan hanya berdalih untuk panduan dan motivasi ldii berani membuat syari'at baru. Tidak cukupkah Rosululloh memberikan petunjuk dan motivasi dalam beribadah? Bahkan di zaman Rosululloh banyak sahabat Nabi yang menginfaqkan hampir seluruh hartanya tanpa ada panduan dan motivasi "persenan bulanan", Kalau "persenan bulanan" itu baik tentu Rosululloh telah lebih dulu memerintahkan dan mengamalkannya. Apakah ldii lebih tahu dari pada Rosululloh sehingga berani membuat syari'at sendiri yang tidak diajarkan Rosululloh? Mudah mudahan Alloh menunjuki kita semua amiin...sebenarnya masih bannyak pertanyaan yang ingin saya sampaikan mudah mudahan admin berkenan menampilkannya.

    BalasHapus
  24. asslmkm wr wb. Lam kenal admin & smua. Mhon izin ikut share utk mnambah kawan & mnjaga ukhuwah islamiah ? jazakumullohu khoiro.

    BalasHapus
  25. @oxa : bagaiman dengan maulid yg di laksanakan NU ? apa pernah nabi mengajarkan merayakan "pesta/acara ulang tahun" ? apa itu bukan bid'ah ? saya bukan menghakimi atau pun punya maksud yg lain.
    klo menurut warga ldii maulid itu bid'ah dan mnurt km (saya tdk tau km pengikut NU atau bukan) infaq itu bid'ah yaudh cukup smpe disitu, jgn malah km menghakimi ke warga ldii klo infaq itu bid'ah dan begitu pun sebaliknya, krna manusia itu di ciptakan mmpunyai fikiran berbeda-beda apa lagi dia berdiri di organisasi yg berbeda juga.
    gak akan ada habisnya oxa memperdebat kan masalah yg ada di fikiran kita ke orang lain, pasti akan selalu berbeda, bahkan sampe masuk pengadilan pun akan tetep berbeda walaupun hakim sudah memutuskan siapa yg benar dan siapa yg salah.
    sudah lah oxa tidak usah di perdebatkan lagi hal-hal semacam ini, memang km mau mencari apa sih ? mau mencari dan membuktikan bahwa ldii itu sesat ?
    oxa yg saya lihat paham betul tentang agama pasti tau kan, selama yg mengaku islam itu mempunyai tuhan ALLAH SWT kitab nya AL'QURAN dan AL HADIST dan NABInya NABI MUHAMMAD SAW itu tidak boleh dikatakan sesat oleh kita manusia walupun punya peraturan yg berbeda-beda ?
    yaa yg hanya boleh menghakimi sesat suatu kaum itu hanya ALLAH SWT.

    BalasHapus
  26. asslmkm wr wb. Salam kenal semuax.

    BalasHapus
  27. @Sri Wahyu Firdaus, terima kasih atas jawabannya mbak, sudah berulang kali saya kemukakan sebagaimana Sabda Nabi : Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah Kitabulloh dan sebaik baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam. Sejelek jelek perkara adalah(perkara agama) yg diada-adakan, setiap (perkara agama) yg diada-adakan itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan (HR Muslim no:867), saya yakin andapun tahu akan hal itu karena selalu dinasehatkan disetiap pengajian ldii dan Hadits tersebut berlaku untuk seluruh umat Rosululloh shollallohu 'alaihi wa sallam tidak terkecuali maulidan, tahlilan kematian, yasinan kematian dll. Dan saya hanya menayakan dalil tentang "infaq persenan bulanan" dan ternyata dijawab oleh admin gak ada dalilnya kecuali Zakat. Jadi siapa yang menghakimi dalam hal ini mbak? tolong dibaca lagi deh koment saya dimana letak menghakiminya? Anda menuduh saya "menghakimi" sementara anda dengan jelas dan mudahnya telah menghakimi "maulid", bukan masalah maulidnya mbak tetapi kenapa ada kata-kata "menurut warga ldii"? Kenapa nggak menurut dalil(Qur'an dan Hadits)? ini menunjukkan bahwa warga ldii lebih mengedepankan/taklid pada organisasinya dari pada berorientasi pada dalil, sehingga dapat dikatakan jamaah ldii itu lebih toat pada imamnya dari pada toat Alloh maupun Rosululloh dan itulah yang dinamakan "menghakimi" mbak walaupun anda buka dengan kata kata "bukan bermaksud menghakimi". Jadi bisa diibaratkan anda ini (maaf) sebagai tertuduh yang menuduh atau menuduh diri anda sendiri.

    Dan perlu anda tahu saya tidak pernah membid'ahkan ifaq mbak, dosa besar kalau saya mengatakan itu, karena Alloh sendiri yang memerintahkan untuk berinfaq sebagaimana firmannya : “Dan infakkanlah/belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah.” (QS. Al-Baqarah: 195), jadi tolong jangan asal menuduh ya mbak!

    Memang tidak akan ada habisnya dan tidak akan pernah ada ketemunya kalau masih ada kata2 "menurut saya, menurut kita, atau menurut kelompok kita" akan menjadi lain kalau kita sama sama merujuk pada dalil. Bukankah Rosululloh telah berpesan : 'Jika terjadi perselisihan diantara kamu sekalian kembalikanlah pada Qur'an dan Hadits'.

    Sudah saya katakan diatas saya hanya ingin mencari kebenaran, secara logika ldii itu yang dikaji hanya Qur'an dan Hadits, sudah barang tentu apa yang diamalkan berdasar pada Qur'an dan hadits, dan setahu saya persepuluhan itu hanya ada di kaum nasrani tapi ternyata ldii juga ada "infaq persenan bulanan" barang kali saya belum tahu dalilnya maka saya bertanya di sini. Jadi saya gak akan membuktikan apa-apa di sini, bukankah artikel diatas dimuat dalam rangka untuk menunjukkan bahwa ldii tidak sesat seperti yang orang kira?

    Betul mbak Tuhannya memang sama yaitu Alloh Kitapnya sama Qur'an dan Hadits dan Nabinya juga sama yaitu Muhammad shollallohu 'alaihi wa sallam, lalu kenapa Islam bisa terpecah belah sedemikian rupa. Hal itu disebabkan karena Qur'an dan hadits tidak di pahami menurut pemahaman para sahabat sebagaimana perintah Alloh dalam surat At-Taubah :100, akan tetapi Qur'an dan Hadits dipahami menurut pemahaman kelompoknya masing masing dan merasa dirinya/kelompoknyalah yang paling benar.

    Dan memang benar hanya Alloh yang berhak menghukumi hambaNya dan Alloh melalui Rosululloh telah memberikan dan menyampaikan petunjuk dan hukum-hukumNya berupa dalil2 dalam Qur'an dan Hadits agar kita tidak tersesat dari jalan-Nya, Jadi kalau kita merujuk/menyandarkan pada dalil-dalil yang shohih dalam Qur'an dan Hadits itu berarti Alloh yang menghukumi tapi kalau berdasar "menurut anda, menurut warga ldii, menurut kelompok anda" itu anda yang menghakimi, semoga bisa dipahami, jangan sampai kita mengetahui jalan yang kita tempuh ternyata salah setelah kita menghadap Alloh, karena disana penyesalan sudah gak berguna. Kita berlindung pada Alloh dari yang demikian itu, Mudah mudahan Alloh menunjuki kita semua amiin..

    BalasHapus
  28. @OXA : tolong di baca deh postingan anda sebelumnya tentang "infaq persenan bulanan"
    oiya, perlu saya ingatkan, jgn sesekali mengatakan ldii atau organisasi islam yg benar itu menomor dua kan alloh, krna akan terlihat kebodohan di dalam kepintaran anda, kecuali anda berbicara di antara golongan anda.

    apa anda punya teman dari ldii ? kalau saya punya banyak teman dari NU MUHHAMADIYAH, saya brteman akrab, walaupun bnyak perbedaan tpi kami saling mengerti, hidup sudah bnyak masalah gak perlu di tambah masalah tentang perbedan'' itu.

    mudah''an kita diberikan hidayah. amin

    BalasHapus
  29. Hi.. oxa. anda luar biasa, mdh2n oxa bisa bermanfaat bg ldii, salam sukses oxa ..

    BalasHapus
  30. @ Sri Wahyu Firdaus, terima kasih mbak atas tanggapannya, alangkah lebih baiknya di copas(copy paste) saja kata kata saya yang membid'ahkan infaq dan dipostingan tanggal berapa!! kalaupun ada kata kata infaq itu bid'ah malah anda yang mengatakan/tuduhan anda ini saya copas "klo menurut warga ldii maulid itu bid'ah dan mnurt km (saya tdk tau km pengikut NU atau bukan) infaq itu bid'ah yaudh cukup smpe disitu" 25/2/15. Infaq itu amalan yang sangat mulia, karena Alloh sendiri yang memerintahkan bahkan ada yang sifatnya wajib berupa zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah dan kedudukannya sebagai pilar dalam Islam (rukun Islam). Kalau zakat sudah jelas dalilnya yang menatur harta apa saja yang wajib zakat, termasuk ada nishap dan haulnya. Yang saya tanyakan itu infaq kok ada persenannya dan ada bulanannya ini yang butuh dalil mbak, tolong datangkan dalilnya barangkali saya belum tahu. ( catatan : saya bersedia meminta maaf bila ada kata kata saya yang salah baik penulisan maupun pemahamannya dan saya akan ruju' pada kebenaran, tentu kebenaran yang berdasar Qur'an dan Hadits. Dan saya tidak akan malu malu lagi untuk mengamalkannya kalau memang ada dalil shohih yang memerintahkannya )

    Saya tidak mengatakan ldii menomorduakan Alloh, saya hanya mengatakan jamaah ldii lebih toat pada imamnya dari pada toat Alloh dan Rosululloh dan ini berdasar argument anda yang berhujjah dengan kata kata "menurut warga ldii" kalau anda menomorsatukan Alloh dan Rosululloh harusnya anda berhujjah "menurut Qur'an dan Hadits" bukan "menurut ldii", selain itu amalan jamaah ldii lebih mengedepankan perintah imam dari pada perintah Alloh dan Rosululloh walaupun perintah imam tersebut terkadang gak sesuai/gak ada dalilnya bahkan bertentangan dengan dalil, anda sadari atau tidak amalan jamaah ldii hanya menunggu ijtihad imam yang setiap bulannya diberikan kepada anda berupa "text daerahan" bahkan sudah familier dengan kata kata "ini belum di mansuh jadi jalan terus". Dan salah satu contohnya adalah amalan yang sedang kita bahas ini yaitu "infaq persenan bulanan", kalau anda menomorsatukan Alloh dan Rosul harusnya anda mencari dalil yang memerintahkannya atau setidaknya anda menayakan dalilnya. Saya katakan salah satu karena masih banyak amalan-amalan yang semacamnya dan kalau admin berkenan Insyaa Alloh bisa kita bahas disini.Sudah sering saya katakan mbak saya gak merasa pintar, disini hanya saling sharing, jadi jangan kawatir akan terlihat pintar atau terlihat bodoh, bukankah yang kita cari adalah kebenaran?

    Kenapa sih mbak sampai menanyakan temen ldii segala? bukankah sesama muslim adalah saudara tidak terkecuali anda? Anda saya anggap teman mbak bahkan saudara walaupun mungkin anda menganggap saya musuh, menganggap saya menambah masalah bagi anda. Saya juga punya teman non muslim dan saling mengerti bahkan jika dia berbuat maksiatpun(menurut Islam) saya gak akan menasehati karena bagi agamanya hal itu bukan maksiat. Apakah seperti itu "saling mengerti" yang anda maksud? bukankah kita sesama muslim punya kewajiban amar ma'ruf nahi munkar, saling menasehati, dan saling mengingatkan?

    Saya gak alergi perbedaan mbak karena perbedaan itu ada yang diperbolehkan dan ada yang terlarang. Perbedaan yang terlarang itulah yang harus kita hindari yaitu perbedaan yang menuju pada perpecahan. Walaupun perpecahan itu sudah menjadi Sunatulloh namun Alloh tetap melarangnya sebagimana Firmannya :"Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Alloh, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” (QS. Ar Rum: 31-32). Dan salah satu penyebab perbedaan yang terlarang/perpecahan adalah bid'ah. Kita berlindung pada Alloh dari yang demikian itu.

    @Admin, semoga sukses, mudah mudahan bisa bermanfaat bagi semua orang terutama kaum muslim amiin..

    BalasHapus
  31. Assalamualaikum Wr Wb...
    wah sepertinya mas oxa sangat faham dengan ldii yaa.. apa mas oxa pernah/sempat masuk ldii dan merasa dirugikan? ;)

    BalasHapus
  32. Buat Oxa... Mba atau Mas saya gak peduli... yg jelas keknya situ demen amat ama ldii. Nafsu kah? Udah kebelet?

    Soal infaq.. kebetulan sudah ada yg tulis di blog ini http://islam-jamaah.blogspot.com/2015/02/infaq.html

    Tapi kalau malas baca... aku kasi tau ya... infaq itu banyak macamnya (kamu tau lah) termasuk zakat. Infaq itu penyisihan harta umum nggak ditentuin berapa persen (pun ditentuin juga ga masalah karena nggak ada nisob atau batasan. Beda dengan zakat) kalau zakat sudah ditentukan Berapa2... yg terpenting disini adalah 'kesepakatan' pengurus dan jamaah ldii telah bersepakat ttg infaq tsb. Jadi bukan urusan Anda. You know sendirilah ya.. Ldii itu pengikutnya bukan cuma orang kaya... ada yg harus dibantu... ada yg harus dipondokkan... ada yg harus dibuatkan mesjid... dan ukro buat MT Ldii.. dll... dengan infaq rejeki kita juga bertambah bukan malah berkurang... justru yg jarang infaq malah rejekinya juga kurang (ini terbukti sekali dalam Ldii)


    Wallohu a'lam

    BalasHapus
  33. Salam kenal..
    sy seneng-seneng sedih mbaca perbedaan pendapat begini, rata2 bertarung tentang teori2 tentang bagaimana, boleh tidaknya sesuatu dilakukan..muter2 gak rampung2. Ibarat serombongan orang dalam satu ruangan trus mati lampu gelap gulita, ribut berdebat mau nyalakan lilin, senter atau obor..perdebatannya seru tapi ruangan tetap gelap. marilah kembali pada hal-hal yang nyata, ibadah dan muamalah nyata..masih banyak anak2 yatim yang membutuhkan kasih sayang bapak/ibu/agan semua..Allah lah yang paling tahu benar tidaknya ibadah kita, jangan menghakimi orang dan jangan minta dihakimi orang..matursuwun

    BalasHapus
  34. Mhn maaf ats keterlambatan publish kommentar agan2 n sista2, karena beberapa bulan kedepan ini disibukkan banyak pekerjaan. Nice buat semuanya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Assalamualaikum warohmatullaahi wabarookatuh..


      salam ukhuwah..smuanya


      Hapus
  35. @Ikha azhar, wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh,.saya gak pernah dirugikan ldii mbak justru orang yang paling merugi itu adalah kaum muslim yang mengerjakan suatu amalan yang gak ada dalilnya/gak ada perintahnya atau gak sesuai dengan dalil. Bukan pahala yang didapat tapi malah berdosa. Disini hanya saling berbagi siapa tahu bisa menambah ilmu buat saya.

    @Muhammad Riswan terima kasih atas tanggapannya mas, tidak hanya demen jamaah ldii tapi saya mencintai semua kaum muslimin/muslimat, bukankah sesama muslim adalah saudara?
    Di dalam link yang anda sampaikan tidak satupun dalil ada di situ apalagi dalil yang memerintahkan "infaq persenan bulanan". Kalau memang saya salah baca tolong di copy paste disini mas dalilnya dari riwayat siapa?
    Anda mengatakan "( pun ditentuin juga ga masalah karena nggak ada nisob atau batasan." ini yang butuh dalil mas, Alloh dan Rosululloh aja memberikan keluasan dan keleluasaan(tidak ada batasan) dalam berinfak kenapa ldii begitu berani membatasinya? Infaq itu masalah ibadah mas yang hanya butuh dalil tidak membutuhkan "kesepakatan" baik kesepakatan pada Alloh maupun rosululloh apalagi kesepakatan pada sesama umat. Dengan kata lain kalau Alloh Rosul sudah memerintahkannya sepakat gak sepakat kita wajib mengamalkannya. Lalu apa jadinya kalau dalam beribadah kita membuat kesepakatan sendiri-sendiri.
    Betul mas hal itu memang bukan urusan saya itu urusan anda/ldii dengan Alloh sejak semula saya hanya ingin tahu dalil yang memerintahkannya barangkali saya belum menemukan dalilnya.
    Kalau tujuan berinfak dengan niatan agar rezeki kita bertambah, ini juga butuh dalil, sebab Nabi bersabda :“Barang siapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465)

    @Suratman Koi, salam kenal,.disini kita tidak bertarung mas(kelihatannya kok serem banget) kita hanya tukar pendapat. Bukankah anda(kalau anda ldii) sering dinasehati bahwa "al ilmu qobla amal" lalu bagaimana kita beramal tanpa ilmu? Yang ada kita bisa tersesat. Ilmu ibarat lilin, senter, obor atau alat penerang lainnya apapun yang dinyalakan karena itu adalah ilmu maka akan menjadi penerang dan petunjuk bagi kita yang menyalakan/mengamalkannya. Bagaimana kita bisa ibadah dan bermuamalah nyata kalau kita berada dalam kegelapan/tanpa ilmu? Memang benar hanya Alloh yang paling tahu kebenaran dan Alloh telah menyampaikan semua kebenaran itu berupa sunnah/hukum Alloh kepada hambanya. Jadi kalau kita bersandar pada hukum Alloh (dalil) maka Alloh yang menghukumi tapi sebaliknya kalau kita bersandar kepada "menurut saya, menurut kita atau menurut kelompok kita" maka kitalah yang menghakimi. Mudah mudahan bisa dipahami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dear Mas Oxa,
      Sudah dijawab jelas oleh Mas Muhammad Riswan bahwa dasar besar infaq (persenan) di LDII itu berdasarkan "kesepakatan". Segala amalan harus berdasarkan dalil, apabila tidak ada dalilnya tapi diperintahkan oleh Imam, maka menjadi wajib karena ini merupakan bagian dari ikatan perjanjian antara warga dan Imam. Bisa disimpulkan sendiri kan hehehe... semoga ga usah berdebat lagi ya...

      Hapus
    2. Qoriyanka B
      Apakah shalat, puasa, zakat itu juga berdasarkan "kesepakatan" antara Imam dan warga ldii?
      Menurut anda infaq gak ada dalilnya? Coba anda buka Surat Al Baqarah ayat 3 dan ayat 195..

      Hapus
  36. assalamualaikum, mohon izin menyimak "perang komentar" di sini

    saya mohon dengan hormat, jika anda keberatan dengan aturan kelompok LDII. mohon jangan dibuat perdebatan seperti ini. alangkah lebih gentle/ lebih ksatrianya kalo anda mau klarifikasi/konfirmasi langsung dengan pengurus LDII. insya allah saya yakin warga/pengurus LDII mau membuka diri untuk diklarifikasi.
    saya juga tau orang LDII itu seperti apa. mereka sebenarnya baik koq. aturan2 dalam LDII juga sebenarnya kalo diterapkan dalam masyarakat, insya allah baik juga. kelompok LDII saat ini sudah banyak diterima masyarakat loh. kegiatan mereka sangat padat namun positif, jadi banyak masyarakat bahkan pemerintah sudah memberikan apresiasi pada kelompok LDII.

    BalasHapus
  37. Assalamualaikum.saya mau tanya, bolehkah kita (warga LDII) mendaftar BPJS?
    Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro

    BalasHapus
  38. @Candra Dwi Putro, wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh..santai aja Mas Candra gak ada yang keberatan dengan aturan kelompok ldii, saya hanya ingin menanyakan suatu amalan/ibadah dimana saya belum tahu dalilnya, siapa tahu saya bisa mendapatkan jawaban/dalilnya di sini sehingga saya bisa ikut mengamalkannya.
    Untuk bertanya ke pengurus ldii... nggak ada kapasitas saya untuk itu Mas apalagi untuk klarifikasi, kebetulan disini ada blognya jamaah ldii dan terbuka untuk bertanya apa saja tentang islam dan dengan sistem mankulnya ldii saya kira ilmu yang sampai pada pengurus maupun jamaah tidak akan ada perbedaan sehingga bertanya disinipun ilmunya akan sama bukankah begitu? Walaupun anda menganggap saya nggak gentle/ksatria nggak apa apa Mas yang penting saya bisa menemukan kebenaran.
    Betul sekali Mas sayapun juga tahu kalau orang ldii itu baik baik, kegiatannya juga baik, namun di dalam islam terutama dalam hal ibadah baik saja tidak cukup mas karena selain baik harus benar dan iklas, benar sesuai dengan Qur'an dan Hadits dan iklas hanya karena Alloh.
    Kelompok ldii sudah banyak diterima masyarakat dan pemerintah inipun juga benar, namun yang nggak bisa kita terima itu adalah bila ada suatu kaum yang mengaku muslim/islam tapi mengerjakan suatu amalan/ibadah yang gak sesuai/gak ada/bertentangan dengan dalil baik Qur'an maupun Hadits karena dia berada dalam kebid'ahan. Bukankah kita harus menjauh/berusaha untuk tidak mengerjakan suatu amalan yang gak ada perintahnya(bid'ah)? oleh karena itu agar kita tidak terjerumus kedalam kebid'ahan tidak ada salahnyakan kalau kita saling berbagi. Mudah mudahan Alloh selalu memberikan kesabaran pada kita semua amiin...

    BalasHapus
  39. Yaudah sudah jangan saling berargumen. Semua bakal keliatan nnti di hadapan allah SWT. Ingat kalian masih manusia. allah lah yang maha mengetahui apa apa yang kalian tidak ketahui. Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro. Salam kenal. Angel

    BalasHapus
  40. Saya ragu, karena.. terkadang orang yg bertanya bukan lah org yg ingin mencari tahu. tapi malah ingin mencari kesalahan. menurut pandangan saya, segelintir orang yg mengajukan pertanyaan tadi hanya ingin mencari kesalahan. saya juga ragu kalau dalil nya ia dapat dari browsing dan dr "katanya"(tdk faham betul). jd, untuk lebih lanjutnya, silahkan tanya pada ketua organisasi ldii langsung.

    BalasHapus
  41. @Angelina Lucky, anda masih meragukan petunjuk yang Alloh berikan berupa Qur'an dan Hadits? sehingga untuk mengetahui kebenarannya kita harus menunggu sampai nanti ketika menghadap Alloh? Dan bagaimana jika jalan yang kita tempuh ternyata salah? Perlu kita tahu mbak penyesalan sudah tiada guna jika kita sudah menghadap Sang Kholiq. Benar sekali hanya Alloh yang Maha Mengetahui dan melalui Rosululloh, Alloh telah memberitahukan semuanya mana yang haq dan mana yang batil. "Tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya( Qur'an dan Hadits), sebagai petunjuk bagi orang orang yang taqwa". Telah Aku tinggalkan kepadamu dua perkara, tidak akan tersesat jika kalian berpegang teguh pada keduanya yaitu Kitabillah dan Sunnah Nabi. Lalu bagaimana kita berpegang teguh pada keduanya kalau kita mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintah dari keduanya? Ingat Firman Alloh :“Barang siapa yang menentang rosul setelah jelas baginya petunjuk dan dia mengikuti jalan selain jalan orang-orang yang beriman maka Kami akan membiarkan dia terombang-ambing dalam kesesatannya dan Kami akan memasukkannya ke dalam Jahannam, dan sesungguhnya Jahannam itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. an-Nisa’: 115). Menentang Rosul disini bukan hanya menentang perintahnya, namun mengerjakan suatu amalan(ibadah) yang gak ada perintah Alloh/Rosul itu juga menentang Alloh dan Rosul. Dan orang orang yang beriman disini adalah para Sahabat, Tabi'in dan Tabi'ut tabi'in serta para ulama yang mengikutinya. Maka kita harus mengikuti jalan mereka bukan yang lain. Apakah kita masih berani menentang Rosul setelah jelas petunjuk bagi kita dengan mengerjakan amalan yang gak ada dalilnya? "Jahannam" ancamannya. Mudah mudahan alloh memahamkan kita semua amiin. Wa iyyaki jazakillahu khoiron, salam kenal juga. Oxa..

    BalasHapus
  42. salam kenal, untuk oxa mending langsung aja cari jawaban ke DPP LDII secara offline karena di forum ini seperti tdk ada habisnya

    BalasHapus
  43. @Bill, Nggak usah ragu Mas Bill, anda gak percayapun gak ada masalah, itu hak anda. Orang yang bertanya tidak sedikitpun berharap anda percaya padanya. Dia hanya menanyakan apa yang belum dia tahu dan hanya menyampaikan apa yang dia tahu. Dan jika orang mencari kesalahan kepada kebenaran maka dia akan mendapatkan kebenaran tetapi sebaliknya mencari kebenaran kepada kesalahan/kesesatan bisa jadi dia hanya akan memperoleh pembenaran bukan kebenaran. Dan perlu anda tahu juga Mas jangan sedikitpun anda meragukan ayat Al-Qur'an atau hadits yang shohih hanya karena anda meragukan kepada yang menyampaikan apalagi disitu jelas tertera surat dan ayatnya juga hadits dan nomornya. Kalau ada pemahamannya yang keliru anda bisa koreksi. Dan kenapa juga anda masih meragukan ilmu yang anda dapatkan sehingga selalu menyarankan untuk bertanya kepada ketua organisasi ldii, bukankah ilmu yang sampai pada anda itu juga sama dengan ilmu yang sampai pada pengurus karena adanya system mankul? Dan kami tidak ada kapasitas untuk bertanya kepada pengurus ldii apalagi kepada ketuanya sedangkan para jamaahnya aja kalau banyak tanya dicap bany isroil, bukankah begitu? Mudah mudahan kita diberi kepahaman amiin..

    BalasHapus
  44. @Alfi ngeblog, salam kenal juga mas terima kasih atas sarannya, mohon diperhatikan mas tagline dari blog ini "LDII - sekedar sharing pengetahuan" dan juga judul dari artikel di sini "LDII sesat?". Sesuai taglinenya "sekedar sharing pengetahuan" artinya kan silahkan bertanya tentang apa yang belum anda tahu dan bisa menyampaikan apa yang anda tahu. Jadi tidak ada target harus cepat habis/selesai karena semakin panjang akan semakin menambah pengetahuan antara keduanya atau bahkan dimungkinkan bisa menambah pengetahuan banyak orang yang membacanya bukankah begitu? Mengenai judul artikelnya "LDII sesat?" Judul yang sangat ringan dan sederhana hanya sebuah pertanyaan kecil akan tetapi membawa konsekuensi yang sangat berat yang mengharuskan menjawab dengan detail, akurat, tepat, benar dan meyakinkan dari setiap pertanyaan sekecil apapun yang berkaitan dengan hal tersebut. Yang pada akhirnya para penanya akan menyimpulkan dan menjawab sendiri pertanyaan "LDII sesat?" dengan jawaban "o..ternyata tidak". Dan kalau setiap pertanyaan yang ada anda sarankan untuk menanyakan langsung kepada DPP LDII maka pertanyaan "LDII sesat?" ini akan jadi pertanyaan yang tidak ada jawabnya, yang ada hanya keraguan bisa "ya" bisa "tidak" dan kalau anda sendiri ragu, lalu bagaimana orang yang di luar kelompok anda? Ibaratnya anda membawakan suatu karya ilmiah yang ada nukilan dari nara sumber tertentu dan ketika si penguji yang menanyakan hal tersebut, dengan entengnya anda menjawab "silahkan anda tanyakan pada nara sumbernya langsung karena saya hanya menukil kalimat tersebut" sudah dipastikan karya ilmiah anda jadi tidak bernilai. Dan sebenarnya pertanyaan saya itu sangat-sangatlah mudah saya hanya menayakan dalil tentang "ifak persenan bulanan" yang mana amalan tersebut sudah anda amalkan bertahun-tahun tentu nggak akan mungkin anda gak tahu dalilnya. Apakah ada larangan jamaah ldii menyampaikan dalil kepada kaum muslim non ldii? sehingga untuk sekedar tahu dalilnya harus bertanya pada pengurus atau ke dpp ldii? Apakah para sahabat Nabi dulu juga seperti itu jika ada yang menanyakan tentang dalil disuruh menanyakan sendiri pada Rosululloh? Mohon penjelasannya! Mudah mudahan Alloh memberikan kepahaman kepada kita semua amiin...

    BalasHapus
  45. Yang mbak/mas oxa lakukan uda benar yaitu menanyakan di sini. Karena sebetulnya bnyk juga umat muslim lainnya yang ingin tau dalil2 yang dipercaya umat ldii supaya umat muslim tau ajaran ldii benar atau sesat. Kalau mbak oxa disuruh nanya secara offline kasian umat muslim yang lain donk nda bisa tau dengan mudah. klo online gini gampang menemukan dan membacanya. terima kasih

    BalasHapus
  46. Dear Mba Oxa...

    saya seorang Mualaff dan kebetulan anggota keluarga jamaah LDII.

    mengenai masalah pel-pelan. Mba kan gak lihat sendiri kejadiannya kan? hanya tau dari kata orang. Itu gak bisa dipegang sohihnya. klo orangnya memang kotor banget badannya penuh tanah, apa gak akan kita pel? justru karena kita gak tau 100% seperti apa kondisi sesungguhnya, dangkal sekali klo kita langsung ambil kesimpulan sendiri? apalagi, Mbak Oxa gak lihat langsung juga kan? :)

    kalo masalah cucian baju, itu beda lagi... bayangin diri Mba Oxa cape-cape nyuci baju, eeehhhh udah gitu cuciannya jatoh kena pup kucing... atau kena kotoran tanah/lumpur deh biar gak terlalu ekstrim analoginya... kira-kira baju yang Mba Oxa cuci, bisa gak dipakai sholat?
    kalo Mba Oxa bilang bisa, saran saya, Mba Oxa ngaji lagi dari Iqro 1 :)
    kalo Mba Oxa bilang gak bisa, naahhh bisa gak dibayangin betapa keselnya ibu itu. dah cape-cape nyuci, eeehhhh mesti diulang lagi dari awal...

    BalasHapus
  47. @Mas Ben Aje, terima kasih atas tanggapannya..
    Mohon maaf,
    Anda seorang mualaf? apakah sebelumnya anda nasrani, yahudi, hindu, budha, atheis atau Islam non ldii? Kalau jawaban anda yang terakhir maka ini merupakan satu bukti bahwa ldii berfaham takfiri karena menganggap kaum muslim diluar golongannya adalah kafir sehingga seorang muslim yang baru masuk ldii dianggap/menganggap dirinya sebagai mualaf. Dan tanpa anda sadari faham ini secara perlahan telah ditanamkan di benak anda. Faham takfiri inilah yang dipakai oleh kaum khawarij yaitu kelompok sesat pertama dalam Islam pada masa kepemimpinan Utsman bin 'Affan yang mengakibatkan terbunuhnya Beliau karena Beliau tidak mau mengakui mazab mereka sehingga dianggap kafir.

    Masalah pel-mengepel tolong dibaca yang teliti Mas Ben, kan sudah saya katakan, saya lebih percaya pada admin karena saya gak mengalami sendiri. Seperti anda juga yang gak tahu 100% seperti apa kondisinya, anda hanya berasumsi apa gak di pel kalau orangnya kotor banget badannya penuh tanah, sebagaimana asumsi saya jika pel-mengepel itu benar adanya apakah mungkin orang yang mau numpang shalat badannya kotor banget penuh dengan tanah? Kalau dia masih (maaf) normal saya kira hal itu gak mungkin terjadi, sementara shalat dirumahnya sendiri saja kalau badannya kotor musti mandi dulu apalagi shalat di masjid, bukankah begitu Mas?

    Mas Ben Aje tolong dibaca lagi pelan pelan komentar dari Mas Huda Khoirul 21 nov '14. Analogi anda sudah sangat ektrim mas Ben, masa anda menganalogikan mas Huda Khoirul sama dengan "pup kucing atau tanah/lumpur" padahal Mas Huda kan baru mandi, nah kebetulan Mas Hudanya tanpa sengaja menyenggol cucian ibunya dan ibunya bilang cuciannya jadi najis dan harus di sucikan lagi. Yang jadi pertanyaannya kenapa Mas Huda masih dihukumi najis oleh ibunya sementara Mas Huda baru mandi dengan air dan kamar mandi yang sama dengan ibunya? Tolong bisa di jelaskan!
    Mudah mudahan Allah memahamkan kita semua aamiin..

    BalasHapus
  48. Yang penting Tetap mempraktekan ilmu al-quran n al-hadist insa allah dapat berkahnya. amin.
    salam kenal Fredy wahyu abadi.

    BalasHapus
  49. Dear Oxa...
    Menurut anda Ldii itu bagaimana?
    dan kalau boleh tau anda ikut ormas islam mana?
    tolong dijawab ya...!!

    Dear Admin....
    Apakah anda orang Ldii....?

    BalasHapus
  50. @ferdy, silahkan mengaji di masjid kami, siapapun boleh ikut :) tanpa harus ikut menjadi warga LDII, Nanti akan tahu kok siapa LDII sesat atau tidak??

    Alamat Lengkap Ldii Kota Surabaya

    Alamat Lengkap Ldii Kota Malang

    Alamat Ldii Umum dan Lengkap Di Indonesia 2015

    Alamat DPW LDII Se-Indonesia

    Alamat Ldii Luar Negeri Indonesia

    BalasHapus
  51. oxa kok gak jawab y??

    kalau Admin LDII di daerah mana??
    Apa benar kalau Ldii itu Ada di Manca Negara??

    BalasHapus
  52. @Fredy Wahyu, Salam kenal juga Mas Fredy Wahyu Abadi, Saya gak bisa menilai ldii itu seperti apa, yang jelas siapapun orangnya, siapapun kelompoknya, siapapun organisasinya jika orang/kelompok tersebut mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintahnya, gak ada dalilnya, gak sesuai dengan dalil apalagi bertentangan dengan dalil sudah pasti orang/kelompok tersebut terjerumus di dalam kebid'ahan dan kesesatan.

    Saya gak ikut organisasi apapun, gak ikut kelompok manapun, walaupun sudah menjadi ketetapan/hukum Allah bahwasannya Islam akan pecah menjadi 73 golongan, 72 di neraka 1 di sorga, namun Allah tetap melarang kita untuk berkelompok-kelompok, bergolongan-golongan, berfirqoh-firqoh sebagaimana firmanNya : "Dan janganlah kamu termasuk orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. Ar Rum: 31-32). Jadi benar seperti yang anda katakan amalkan/praktekkan Ilmu Qur'an dan Hadits dengan catatan harus sesuai dengan pemahaman dan prakteknya para Sahabat, hal ini sesuai dengan yang diperintahkan Allah dalam surat (At-Taubat :100) Jadi cara memahami Qur'an dan Hadits kita wajib mengikuti pemahaman para Sahabat yang di beri petunjuk terutama Kulafa Ar Rasyidin, kita wajib mengikuti cara beragamanya para Sahabat, inilah satu-satunya jalan selamat, dan inilah golongan yang satu tersebut yaitu dari Rasulullah para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut tab'in para Ulama yang mengikutinya serta seluruh umat Nabi Muhammad yang mengikutinya hingga akhir zaman. Dan jika kita mengikuti yang selainnya, mengikuti kelompok tertentu, golongan tertentu sudah pasti akan tersesat dan Allah telah mengancamnya dalam surat (An-Nisa' :115). Silahkan dibuka Al-Qur'annya mudah mudahan Allah menunjuki kita semua aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Oxa: 72 di neraka lalu 1 di surga nah yang di neraka yang gimana dan yang di surga gimana?

      Hapus
  53. dear oxa... maaf y mbak...setelah saya baca komentar anda, secara garis besar anda mengatakan bahwa org islam yang berkelompok2 itu salah...!! y g..? sedangkan islam di indonesia pasti berkelompok. bagaimana menurut anda? apakah semua islam di indonesia tidak benar....?? mohon di jawab y??

    terus yang jadi pertanyaan saya? pean mnjelaskan klw islam terpecah menjadi 73. yg 72 di neraka dan yang 1 di surga?!! apakah yang masuk surga (1) ini tidak berkelompok/bergolongan????

    padahal di atas di jelaskan akan terpecah menjadi 73 kelompok/ golongan...!!!

    mohon dijelAskan secara detailnya? karna sya anggap pean mempunyai banyak ilmu islam.

    trmksih.

    BalasHapus
  54. Mas Fredy Wahyu, bukan saya yang mengatakan Mas tapi Allah sendiri yang melarang, bahkan saking kerasnya larangan itu Allah menghukumi sama dengan mempersekutukanNya, insyaa Allah mas Fredy sudah tahu hukum mempesekutukan Allah. Dan selama kaum muslim menyandarkan/mengikuti pemahaman beragamanya pada kelompoknya apa lagi taklid buta pada kelompoknya sudah pasti akan tersesat inipun Allah yang mengatakan :“Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali” (QS. An Nisa: 115). Menentang Rasul disini yaitu mengerjakan suatu amalan yang dilarang Rasul, tidak ada dalil, tidak sesuai dalil, dan mengikuti jalan selain orang-orang mukmin maksudnya mengikuti jalan selain jalan para Sahabat yang diberi petunjuk).
    Banyak kaum muslim di indonesia yang mengikuti/menyandarkan pemahamannya kepada para Sahabat(Salafush sholih), jadi gak benar kalau kaum muslim indonesia pasti berkelompok/firqoh.

    Sudah saya katakan yang satu itu adalah : siapa saja yang di atas al-haq/kebenaran, siapa saja yang mengikuti Rosululloh dan sahabatnya, siapa saja yang mengikuti sunnah Rosululloh dan sunnah kulafa arrasyidin, kita wajib mengikuti cara beragamanya para sahabat, sebagaimana FirmanNya: "Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha pada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya itulah kemenangan yang besar [QS At Taubah : 100], Orang-orang terdahulu lagi yang pertama-tama dari golongan Muhajirin dan Anshar tidak lain adalah para Sahabat Nabi yang diberi petunjuk. Inilah yang dinamakan Al Jamaah yang jamaahnya sudah mencakup semuanya mulai dari Rasulullah, Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in, Imam yang 4 imam Bhukari, Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah para Ulama yang mengikutinya serta kaum muslim yang mengikutinya hingga akhir zaman itulah golongan yang 1 dan inilah satu satunya jalan selamat. Mudah mudahan bisa di pahami.

    Mohon maaf mas fredy Wahyu Abadi saya gak banyak ilmu, saya masih awam masih banyak belajar saya hanya menyampaikan apa yang saya tahu. Semoga bermanfaat
    Insyaa Allah setiap pertanyaan akan segera saya jawab jika saya bisa namun Admin disini juga harus selektif jadi kalau lama baru di tampilkan harap bersabar
    Terimakasih

    BalasHapus
  55. Assalamualaikum. Singkat saja untuk yg bisa jawab. Ada sedikit perbedaan dalam aturan sholat antara muslim indonesia dan muslim di tanah timur tengah contohnya, tidak diucapkan dgn keras ucapan Bismillahirohmannirohim diawal surat. Tp muslim di indonesia mengucapkan. Jika memang ini masalah penafsiran saja, kenapa perbedaannya sangat masif? Yaitu hampir seluruh imam dan ulama disana tidak mengucap dgn keras dan sebaliknya di indonesia. Bukankah islam berasal dari tanah Arab? Mana yg benar dan yg salah?

    BalasHapus
  56. Keluarga saya ada yg LDII dan saya juga pernah bertemu dgn orang2 LDII, saya menilai memang ada orang LDII yg agak eksklusif/fundamentalis tapi ada pula yg moderat, tapi kebanyakan orang LDII adalah sangat fundamentalis pada alirannya. Memang bagi orang di luar LDII amat risih dgn hal ini.

    Tapi satu hal yg pasti yg membuat saya kagum dgn LDII adalah walaupun mereka ormas Islam yg fundamentalis, mereka bergerak dgn damai dan tidak pernah bergesekan dgn ormas2 yg sudah mapan seperti NU dan Muhammadiyah, sebagai pembanding FPI adalah ormas fundamentalis yg sangat merusak perdamaian, pola pikir puritan mereka sangat ekstrem sekali, hingga memberikan kesan Islam itu menyeramkan.

    Saya sendiri tidak tertarik mengikuti LDII, tapi saya sangat menghormati para anggota2 LDII, kalo seumpama ada orang di luar LDII yg pernah dapat pengalaman masalah najis non LDII, saya rasa ga usah mempermasalahkannya atau sampai berselisih angkat senjata, itu kan hanya pemahaman yg berbeda, mari damai

    BalasHapus
  57. @Fajar Reza
    Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
    Mas Fajar Reza mengenai bacaan basmalah dalam sholat yang lebih afdhal adalah men-sirr-kan(lirih):

    “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar, Umar, mereka membuka shalat dengan Alhamdulillahi rabbil ‘alamin” (HR. Al Bukhari: 743).

    “aku shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman dan aku tidak mendengar mereka membaca bismillahir rahmanir rahim” (HR. Muslim: 399)

    Namun demikian ada sebagian Sahabat yang men-jahr-kan bacaan basmalah seperti Abu Hurairah(HR. Al Hakim, 804, sanadnya shahih), Ibnu Az Zubair(HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 4156, sanadnya shahih), Mu'awiyah(HR. Al Baihaqi dalam Ash Shaghir 392, sanadnya hasan) bahkan rasulullah sendiri kadang men-jahr-kannya. Ibnu Qayyim Al Jauziyah mengatakan: “Rasulullah terkadang men-jahr-kan basmalah, namun lebih sering melirihkannya. Tidak diragukan lagi bahwa Rasulullah tidak pernah merutinkan pengerasan basmalah dalam shalat malam maupun shalat wajib yang 5 waktu, baik sedang tidak safar maupun sedang safar. Para khulafa ar rasyidin pun melirihkan basmalah, dan juga mayoritas para sahabat Nabi, dan juga mayoritas penduduk negeri ketika itu di masa-masa generasi utama umat Islam” (Zaadul Ma’ad, 199).

    Sehingga yang lebih utama adalah melirihkan basmalah namun tidak mengapa terkadang mengeraskannya. Inilah pendapat yang lebih tepat insya Allah. Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz menyatakan: “perkataan Abu Hurairah: ‘shalatku adalah shalat yang paling mirip dengan Rasulullah‘, menunjukkan bahwa men-jahr-kan basmalah itu boleh. Namun yang afdhal adalah tidak men-jahr-kannya”.
    Syaikh Ibnu Baz juga melanjutkan dengan sebuah nasehat yang indah: “tidak semestinya masalah ini menjadi bahan perselisihan, semestinya perkara ini dianggap perbedaan yang ringan saja.Mudah mudahan bisa di pahami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. cari sendiri ya di dpp ldii

      Hapus
  58. Assalamu alaikum, ada yang punya rekaman atau mp.3 bacaan nya Bapak H. Aziz Ridwan Kediri? Kalo ada amal soleh minta dong. Alhamdulillah jaza kummulohu khoiro :)

    BalasHapus
  59. Org LDII sangat berpegang pd Quran Hadits, itu kata teman saya yg jamaah LDII. Hanya disini kok gak ada satupun ayat atau hadits dari admin atau yg lain, hanya Oxa yg selalu menyampaikan dasarnya pd QH....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kami kurang pandai berdalih melalui dunia Maya, silahkan juga baca-baca @kepologia di halaman Nasihat dengan akal sehat jauh lebih baik, Dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya

      Hapus
    2. @Admin Saya gak tahu anda copas dari mana artikel tersebut hingga anda peroleh judul seperti itu, apakah judulnya itu anda buat sendiri atau dibuat oleh organisasi anda ldii? Dari judul tersebut ada dua makna yang sangat bertentangan dengan Islam:
      yang pertama,
      Anda merendahkan Dalil, padahal dalil adalah Firman Allah dan Sabda Rasulullah bahkan disitu dikatakan "Nasehat dengan akal sehat jauh lebih baik" dan kita semua tahu bagi orang yang beriman tugas akal sehat hanyalah menerima dan membenarkan dalil yang shohih. Dan bukankah Agama itu nasehat? Dan apa isinya agama itu? Tidak lain adalah dalil.
      Yang kedua,
      Judul gak sesuai dengan isi, dalam artikel tersebut jelas pertanyaan seorang atheis yang harus dijawab dengan akal jadi bukan "NASEHAT" Dan ketika saudara Kepologia menanyakan dalil dalil dari anda anda menyodorkan judul artikel "Dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya" pertanyaannya apa yang dimaksud dengan "PENGIKUTNYA"? apakah PENGIKUT Rasulullah atau PENGIKUT kelompok anda ldii? Kalau PENGIKUT Rasulullah kenapa anda menyodorkan judul artikel tersebut dalam menaggapi pertanyaan saudara kepologia? apakah anda mengira saudara Kepologia gak percaya pada dalil? Kalau PENGIKUT ldii apakah anda menyamakan kaum muslim di luar kelompok anda/ldii adalah atheis sebagaimana isi artikel yang anda sodorkan itu? sehingga dalam menjawab pertanyaan kaum muslim di luar kelompok ldii cukup anda jawab dengan akal gak membutuhkan dalil? Apakah paham ini sebenarnya yang ditanamkan di ldii bahwa kaum muslim diluar ldii adalah "kafir/atheis/gak beriman"?
      Mohon dijelaskan dengan akal gak perlu pakai dalil..!!
      Jazakillahu khairan..

      Hapus
    3. Hi .. Oxa Kami kurang pandai berdalih di dunia maya, Silahkan mengikuti pengajian kami, Silahkan mencari tempat pengajian Ldii, artikel diatas hanya dr referensi situs lainnya, maaf

      Hapus
  60. @ oxa boleh dong berbagi ilmu dengan ku minta alamat emailnya dong alamat email saya yuditabah@gmail.com.

    BalasHapus
    Balasan
    1. @ Yudi Tabah
      Di sini saya kira cukup untuk bisa saling berbagi selain itu juga bisa bermanfaat bagi pembaca yang lain dan mudah mudahan Admin tidak keberatan insyaa Allah silahkan mas kalau mau memberikan ilmunya, saya juga masih banyak belajar jadi saya siap menerima ilmunya asal yang disampaikan adalah kebenaran. Jazakallahu khairan

      Hapus
  61. mana si oxa?

    masih mau lanjut ga nih?
    gua bukan orang ldii, atau orang yg bisa bawa dalil disetiap omongan gua.
    lo daripada nyocot disini, mending lo gua ajak ngobrol di kaskus yuk.

    anggap gua orang awam tentang islam tp gua banyak segudang pertanyaan. dan gua liat lo cukup pandai bersilat lidah dan bawa bawa dalil.

    klo berani, gua tunggu ko di kaskus.
    kita debat disana. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. dian bayu...knpa juga hrus di kaskus...emangnya anda ga berani debat sama oxa disini..???justru di blog ini lah yang sesuai dengan judulnya LDII sesat ???,,oxa mencari kebenaran...dan bukan pembenaran...orang seperti oxa itu ga takut debat dimanapun,,justru aku sangsi kamu ga berani debat disini,,,karena mungkin di kaskus banyak teman kamu???....oxa disini juga ga bawa rombingan ko...knpa kamu mesti takut ???

      Hapus
    2. @ Dian Bayu
      Apa sih mas yang ingin anda diskusikan saya masih banyak belajar, saya hanya sekedar menyampaikan apa yang saya tahu, silahkan kalau ingin sharing ilmu di sini, saya siap menerimanya kalau itu kebenaran.
      @Aries 72
      Terimakasih atas suportnya mas, benar saya hanya ingin mencari kebenaran kalau yang disampaikan kebenaran saya akan menerimanya dan disini blognya warga ldii dimana ldii mengkaji Qur'an dan Hadits langsung dari sumbernya. Sayangnya senior2 nya ldii nggak mau berbagi ilmu dengan orang non ldii seperti saya ini.
      sekali lagi Jazakallahu khairan atas suportnya

      Hapus
  62. Saya bukan LDII tp saya pernah sholat di masjid LDII tp ketika selesai sholat langsung di pel , knpa ya ? Apa saya najis atau hina karena bukan jamaah LDII ?
    Temen saya ada yg jemaah LDII waktu kita lagi turing dan harus berhenti karena sholat jumat , dia nya malah gak sholat jumat gara" bukan sesama jemaah ,,
    Bukan kah malah yg gak sholat itu yg kafir ??
    Mohon penjelasannya ..

    BalasHapus
  63. Assalamualaikum .

    Saya mau bertanya 2 hal mengenai orang selain jamaah Ldii klo sholat di masjid Ldii knpa harus lngsung di pel ? Apakah orang diluar jemaah Ldii adalah sesat ??

    Yg kedua saya punya teman waktu kita lagi turing ke luar kota namun harus berhenti di sebuah masjid untuk sholat jumat namun aneh nya temen saya tidak ikut sholat jumat dikarenakan masjid tsb bukan masjid Ldii , bukan kah yg sperti itu yg justru kafir ??

    Mohon jawabannya .

    BalasHapus
    Balasan
    1. apakah anda melihat sendiri orang yg ngepel itu? klo iya, knp anda tdk brtanya pd dia sndiri knp msjidnya di pel selesai sholat.. klo dia mnjwb krna tadi ad org bkn ldii sholat jd lantainya najis maka orang itu wajib tobat dan sy blh katakan dia bkn org ldii yg baik..
      utk mslh tmn anda yg tdk mau sholat jumat gara" bkn jamaah ldii mka bs saya blg tmn anda harus tobat dan dia bkn org ldii yg baik..
      di ldii tdk ada perintah harus ngepel stlh org bkn ldii sholat dan tdk ad perintah tdk blh sholat jumat klo tdk di tmpt jamaah ldii.. berarti orang" ldii yg anda temui bkn ldii yg baik.

      Hapus
    2. Aneh, kalau misal orang yang mengepel itu niatnya karena menganggap anda najis lantas kenapa setelah anda selesai sholat? Kalau mau mengepel karena anda najis harusnya sejak anda mulai masuk langsung di pel karena kasihan dong orang ldii yang masuk setelah anda jadi injak2 bekas anda yang (maaf)najis dan lagi susah membedakan bekas kaki anda dengan yang lain dan bekas kaki tentu sulit dilihat (note: itu kalau si pengepel atau jamaah ldii mengepel masjid karena menganggap orang di luar ldii najis). Begitu pula dengan kasus lama jamaah ldii selalu mengepel setelah selesai jumatan karena ada orang luar ldii yang ikut jumatan. Sebenarnya itu cuma jadwal piket dan kegiatan rutinitas untuk menjaga kebersihan masjid yang kebetulan pas saja dengan anda sholat. Karena ngepel juga gak mungkin sebelum anda sholat, nanti anda waktu sholat jadi nyium obat pel masih basah atau waktu anda lagi sholat, ngapain juga ngepel waktu ada orang sholat kayak kurang kerjaan. Makanya si pengepel nunggu pada selesai sholat terus di pel. Saya berharap anda tidak terpengaruh dengan kabar-kabar negatif tentang ldii dan tidak asal percaya saja kalau perlu tanya kenapa alasannya kepada orang ldii. Karena suudzon itu bahaya apalagi kalau ke ldii padahal ada ribuan orang jamaah. Jadi supaya berhati2 aja kalau berperasangka dan sebenarnya masalah anda bisa di jawab dengan sedikit logika

      Hapus
  64. assalamualikum dan slm kenal admin N shbt semua...:)

    BalasHapus
  65. tentang pertanyaan nge-pel klo ad org bkn ldii sholat, tidak mau sholat klo tdk di msjid ldii, mengatakan kafir kpd bkn org ldii,dll itu semua mgkn dilakukan oleh orang ldii yg kurang/tidak faham agamanya dan harus taubat, krna ldii tdk prnah menyuruh itu. Semua org tahu NU,muhammadiyah psti ada bbrpa yg kurang faham agamanya dan untuk itulah kita mengaji agar faham agama.. klo ad bukti yg bs menunjukkan ldii menyuruh untuk melakukan semua yg dituduhkan orang" yg tidak membenarkan ldii maka ldii tdk lbh baik dr organisasi lainnya..

    BalasHapus
  66. assalamualaikum.. salam kenal buat semua.. ikut gabung dari awal saya nyimak apa yangg jd bhasan dlam diskusi ini.. jadi sebenarnya bagus, mencari suatu kebenaran ajaran agama Islam yang seharusnya memang harus diketahui oleh orang banyak terkhusus oleh orang Islam sendiri.. apa yang dilakukan oleh saudara oxa mulai dri bertanya, menjawab, menyangkal itu sebenarnya proses dlam mencari kbenaran itu.. ketika apa yang disampaikan salah maka hrus disalahkan dan diberi pemahaman mana yg benar, dan ketika apa yang disampaikan itu benar maka kita yg wajib kembali ke jalan yang benar.. benar disini bukan benar atas perspektif manusia, tapi benar atas perspektif Al-Qur'an dan Al-Hadist.. jdikan forum ini forum yang bermanfaat.. sya yakin tjuan admin, saudara oxa, atau yang lainnya adalah baik.. dan terkusus buat saudara oxa sya sepakat dengan argumen-argumen yang disampaikan.. dn mhon maaf jika apa yang sya smpaikan salah atau bahkan menyinggung.. yang sya cari dsini adalah suatu kebaikan/kebenaran.. karna sya masih dalam proses pencarian itu..
    dan mungkin pesan buat LDII jika memang LDII tidak sesat jangan terus bangun stigma negatif masyarakat mengenai LDII, misal dengan kajian terbuka, deklarasi LDII, open house(masjidnya), seminar LDII, tanya jawab LDII secara terbuka. itu misalnya.. terimakasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. acaranya LDII udah buanyak bro....
      tapi kalo open house masjid untuk apa ya?? masjid LDII ndak pernah dikunci, bukak terus...
      kalo bro pas di jalan lihat SENKOM Mitra Polri, itu kami...
      kalo pas ada kejuaraan silat ada PERSINAS ASAD, itu kami...

      Hapus
  67. Saya pernah solat ied di mesjid LDII, krn ga sadar klo itu mesjid LDII (klo tau mah kaga solat disitu). nah biasanya kan klo solat ied di lapangan ya, pasti kan kotor dong klo langsung sajadah, mangkanya seperti solat ied biasa saya bawa koran buat alas sajadah. tp di LDII ga dibolehin pake koran, dan orgnya NGOTOT bgt ga ngebolehinnya. akhirnya diambilah koran itu sama mbak2 disana. suasanya juga aneh, ga kaya mesjid biasa. setelah selesai baru sadar ada tulisan LDII. klo di pel apa ngganya saya ga tau ya soalnya bukan di dlm mesjidnya (klo tau dipel saya muter2 dulu biar dipel semua). pokoknya kapok deh, ga akan lagi saya solat disana. pikir2 deh klo mau jadi anggota. Pertanyaannya adalah alasannya apa ngga boleh pake koran?? apa salahnya sih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah tanya belum sama yang ngelarang kenapa alasannya? Alasan nggak boleh pakai koran karena alasan kebersihan. Paling ntar abis sholat ditinggal jadi lapangannya kotor penuh koran. Sekitar lapangan kebanyakan nggak ada tong sampah. Dan biasanya pasti sudah ada tikar/karpet agar tidak ada yang pakai koran. Nggak mungkin nggak ada. Coba deh search google gambar:sholat Ied pakai koran. Lihat hasilnya. Satu lagi mengenai pel-pelan di LDII biasanya waktu setelah Jumatan. Kalau misalnya LDII menganggap mengepel bekas orang luar LDII setelah jumatan selesai karena orang luar LDII najis itu salah. Pakai logika aja dah kelihatan kalau itu berita salah. Coba deh bayangin kalau misal anda Jumatan anda masuk ke masjid LDII. Tentu anda meninggalkan bekas kaki anda. Nah, kalau orang LDII nganggap najis bekas anda tentu dia gak bisa masuk kan ngepelnya setelah selesai Jumatan. Lihat bekas kaki anda itu sulit lhooo. Masa' tiap masuk harus loncat-loncat hindarin bekas kaki anda. Jadi jangan termakan mentah-mentah sama isu-isu yang beredar. Tanyakan langsung ke orangnya minimal pikir-pikir dulu ya.:)

      Hapus
  68. Menurut saya Paham agama itu tergantung orangnya, adapun masalah Masjid juga tergantung pengurus masjidnya. Saya pernah sholat di masjid pinggir jalan raya, kebetulan saya waktu ambil air wudlu saya melihat ada orang laki-laki yg pipis berdiri,setelah itu dia g membasuhnya, setelah itu dia ikut sholat berjamaah dg saya. Saya heran apa org itu yakin pakaiannya g kecipratan air kencing padahal itu kan g suci.

    terus stelah lanjut saya sholat magrib di sebuah masjid, disana enak kamar mandinya besar,airnya luber2,bersih juga.
    dan saya sholat berjamaah disana. setalah selesai sholat saya baru lihat ada papan tulisan LDII. itu pngalaman saya.

    BalasHapus
  69. Assalamualaikum,Subhanallah saya bangga karena masih banyak pemuda-pemudi Indonesia seperti kalian yang peduli akan agama islam. Yang senang tiasa silaturohim dan saling tukar pikiran soal agama di banding melakukan kesenangan yang dilarang agama islam.

    BalasHapus
  70. Ketua Panitia Pengarah Rakernas MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas, di Jakarta.

    Sepuluh Kriteria Aliran Sesat tersebut adalah:

    1. Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
    2. Meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar'I (Al-Qur'an dan As-Sunnah),
    3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Qur'an
    4. Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Al-Qur'an
    5. Melakukan penafsiran Al-Qur'an yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
    6. Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
    7. Melecehkan dan atau merendahkan para Nabi dan Rasul
    8. Mengingkari Nabi Muhammad saw sebagai Nabi dan Rasul terakhir
    9. Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
    10. mengkafirkan kaum muslim tanpa dalil syar’i

    selalu ngepel masjid tidak menjadikan sesat....

    BalasHapus
    Balasan
    1. @SIRIUSJACK
      Mas Siriusjack itu kriteria sesat menurut MUI mas lha kalau kriteria sesat menurut Rasulullah:
      “Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan yang disesatkan oleh Allah tidak ada yang bisa memberi petunjuk padanya. Sesungguhnya sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sejelek-jelek perkara adalah (perkara agama) yang diada-adakan, setiap (perkara agama) yang diada-adakan itu adalah bid’ah, setiap bid’ah adalah kesesatan dan setiap kesesatan tempatnya di neraka” (HR. An Nasa’i no. 1578 )
      Jadi yang disebut sesat adalah mengerjakan amalan bid'ah baik bid'ah dalam ibadah maupun bid'ah dalam akidah silahkan anda koreksi sendiri amalan amalan anda sudah sesuai Dalilkah atau belum saya kasih contoh 1 saja yang sampai sat ini belum ketemu jawabannya yaitu infaq persenan bulanan coba sampaikan dalilnya.
      Jazakallahu khairan

      Hapus
  71. @ Kusmana Putra,
    Mas Kusmana Putra pada posting anda tgl 10 September 2015 anda mengatakan :
    'Jika ada jamaah ldii yang ngepel masjid karena menganggap najis bekas tempat shalat orang non ldii maka jamaah ldii tersebut bukan orang ldii yang baik dan wajib taubat'.
    'Jika Ada jamaah ldii yang gak mau shalat jum'at di masjid non ldii (lebih baik gak shalat jum'at dari pada shalat jum'at di masjid non ldii)maka dia bukan orang ldii yang baik dan wajib taubat.'
    'Mengatakan kafir kepada orang islam non ldii'. maka dia orang ldii yang kurang/tidak faham agamanya dan harus taubat.
    Mudah mudahan anda tidak sedang bithonah atau berdusta sehingga apa yang anda katakan benar adanya.
    Dan jika benar ada jamaah ldii yang berbuat demikian maka sama halnya orang tersebut gak taat amir padahal gak taat amir sama halnya gak taat Allah dan gak taat Rasulullah, pertanyaannya: "Bagaimana cara taubatnya?"

    BalasHapus
  72. Org muslim ldii maupun non ldii emg harus taubat ketika dia menghakimi sesuatu atau seseorang bhwa itu atau dia adalah najis tanpa di tau secara pasti. Insyaallah disini ada keterlibatan setan di dlmnya. Mreka mmbelokkan pmikiran org2 tsbt dgn logika bhwa di bbrapa thun dulu. Ktika msyrakat muslim indonesia pda umumnya blum pduli dgn ajaran/ilmu agama (contoh dulu masi byk muslimah tak memakai hijab bhkan mengangap yg memakai hijab ialah tabu). Nah ktika masa itu para muslim jg masi blum mmperhatikan masalah najis. Masi byk yg kencing dt4 sembarangan. Masih berdiri. Bhkan lbi ekstrimnya tdk disucikan. Kmdian pakaian yg ia pakai dicampur dgn pakaian keluarganya dalam satu bak yg tidak mencukupi air 2 kolah shingga dimunculkan pemikiran bhwa smuanya mnjadi najis . Inshaallah dwasa ini sudah byk yg peduli dgn maslah ini. Akan tetapi mgkin masi ada beberapa oknum yg terbawa pkiran tsbt hingga kini. Pdahal pmkiran tsbt tdk bijak dan dilarang seperti yg saya jelaskan td. Tanpa tau scra pasti mka td boleh kita menghakimi. Apa mgkin org2 seperti td melihat org yg kencing berdiri najisnya menetes ke pakaianya apa bisa dia memastikanya?? Tentu tidak. Maka dia wajib bertaubat bila masi bsikap seperti itu.
    Sdangkan kebalikanya. Klo dia tau org lain emg bnar2 mmbawa najis. Mka org yg gk pduli dgn najis ini yg harus taubat. Jgn dia malah memfitnah org yg membersihkan najis kok malah disalahkan. Intropeksi diri2 yaa?
    Kmdian masalah salat jumat. Dikasus cerita diatas si A yg gk salat jumatan posisinya lg perjalanan kan?? Tidak ikut jumatan termasuk kmurahan Allah bg musafir. Alasan knpa dia gk ikut jumatan knpa gk ditanyakan pada dia lgsg?? Bisa saja dalam msjid tersebut tatacara jumatanya masi belum sesuai hadist. Sperti Isi khotbahnya masalah politik dll.
    Lbih bijaknya tanya dulu sma yg bersangkutan lgsg. Jd muslim yg bijak. Tabayun dulu. Perasaan ini kbyakan lgsg bkin statement sndiri2.
    Trus masalah mengtakan kafir memang bukan perbuatan yg baik dan salah. Hrus taubat. Justru yg jadi pertanyaan sbnernya mereka ormas yg besar di indonesia saling menyalahkan/menyesatkan amalan yg berbeda dengan nafsu. Esensi kafir ialah golongan yg sesat apa ada yg menyalahkan/menyesatkan golongannya sendiri. Otomatis mereka saling mengkafirkan dong?? Who's right?? Certainly Allah SWT. Kbenaran atau kesesatan itu bukan dilihat dr byknya yg mengikuti atau menyesatkan?? Org nasrani pun menganggap dirinya benar. Maka cari tau yuk dgn byk mengaji quran hadist. Ternyata byk dari kita yg jauh mengenal islam. Saya rasa di forum ini masi terasa jauh untuk mendapat kbenaran. Yg berada disini blum tentu ahli ilmu. Jd knpa stay di forum ini?? Lets start umur kita berkurang detik demi detik. Taruhanya sangat penting. Surga atau neraka? Gk ada pilihan lain. Oya dan paling penting jgn pakai nafsu. Kbenaaran tidak didasari dari nafsu. .
    Ajzkk

    BalasHapus
  73. @Oxa, dari comment yang ada kelihatannya ilmu mbak Oxa mengenai islam benar-benar banyak dan mendalam. Kalau boleh saya tahu belajar dari mana saja? Penasaran. :v

    BalasHapus
  74. Assalamualaikum
    Cuman mau mrluruskan buat mba oxa dan yg lain umumnya
    1. Debat dalam masalah agama tidak akan ada habisnya, lebih baik tabayyun saja ke sumbernya. Jangan di forum seperti ini karena belum tentu kita semua faham full quran hadist yg jumlah lembarannya silahkan hitung sendiri
    2. Niatkan buat mencari kefahaman kalau bertanya. Jangan kaya orang bani isroil di surah al-baqoroh, ibaratnya mereka udah dikasih tau tapi nanya2 mulu, akhirnya mereka disiksa di dunianya di usir dan di akhirotnya jadi penghuni neraka. Semoga kita ngga jadi seperti itu.
    3. Jangan mengerjakan, termasuk berbicara yg kamu tidak tau ilmunya. Diam itu setengah dari ilmu. Kalau mau tanya "ini dasar dalil nya apa?" Balik lagi tabayyun ke yang lebih berilmu, orang ldii toh bukan semuanya ulama, ada yg kerja, dll silahkan tabayyun ke dpp ldii langsung. Termasuk kalo ada hadist2 apakah pemahaman kita sama dengan pemahaman shahabat? Apakah hanya dengan baca2 buku bisa menyamakan persepsi? Ya ngaji caranya, ngaji secara manqul musnad muttashil, karena orang yang mengaji tanpa ada sanadnya ibarat seperti orang yang mencuri ilmu (dilupakan sumber hadistnya)
    4. Mengenai peraturan ldii yang tidak ada di quran hadist itu namanya IJTIHAD, bukan berarti bidah. Ibarat di mekah, rajanya bisa memerintahkan kan? Apakah setiap perintah raja yg tidak ada di quran hadist disebut bidah? Jadi bisa saja ijtihad yg ada di dalam ldii tapi tidak ada di luar ldii, seperti infaq persenan dll, toh itu ngga menentang quran hadist, tapi ngga bidah juga
    5. Orang ldii itu ngga semuanya ulama, pasti ada juga yang kefahamannya tidak seberapa, jangan main pukul rata,
    6. Sayan ngga berniat ingin paling pinter sendiri, cuma mau meluruskan saja, debat panjang2 tidak akan habis kalau niatnya emang ingin cari2 kesalaha

    Jazaa kumullohu khoiro

    BalasHapus
    Balasan
    1. @SMP NEGERI 7 TANJUNGPINANG
      wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
      Terimakasih anda mau meluruskan mungkin saya terlihat bengkok menurut pandangan anda, setidak tidaknya anda sudah cukup ilmu sebagai tempat untuk bertanya.
      1. Mengapa gak ada habisnya? saya gak mengajak debat kusir, saya hanya menanyakan sebagian yang sangat kecil dari beribu ribu ayat dalam Qur'an dan Hadits dimana pertanyaan saya menyangkut apa yang telah anda amalkan bertahun tahun dan saya yakin anda sudah tahu ilmunya. Bukankah Al ilmu qabla 'amal?
      2. Berhati hatilah saudaraku jangan ceroboh dalam menerapkan suatu ayat/dalil. Sangat jauh berbeda antara saya dengan bani israil, kalau bani israil banyak bertanya pada perintah atau dalil yang sudah jelas nashnya sedangkan saya menanyakan suatu amalan yang nggak jelas perintahnya/dalilnya. Jadi sangat berbeda bukan?
      3. Saya disini hanya bertanya tentu bagi yang telah memberikan jawaban sudah saya anggap tau ilmuanya termasuk anda yang sudah bisa meluruskan tentu anda lebih memahami ilmunya. Untuk bertanya tentang amalan yang sudah anda kerjakan nggak perlu bertanya pada ulama, jika ada keharusan untuk bertanya pada ulama maka sudah seharusnya andalah yang lebih dulu harus bertanya pada ulama karena anda yang telah mengamalkannya. Apakah dengan ngaji secara mankul musnnad muttashil bisa menjamin pemahamannya akan sama dengan pemahaman para Sahabat? kalau ya tolong tunjukkan satu riwayat saja atau atsar para sahabat yang telah mengerjakan infaq persenan bulanan..
      Mengaji tanpa ada sanadnya ibarat mencuri ilmu? Coba perhatikan ayat ini :"Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allâh dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri (ulama dan umaro’) di antara kamu. Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, Maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS An-Nisaa : 59) Dari ayat tersebut jelas Allah tidak memerintahkan "kembalikanlah kepada orang yang bersanad" tetapi kembalikanlah pada Qur'an dan Hadits. Apakah dengan demikian anda menganggap Allah memerintahkan untuk mencuri ilmu?
      4. Anda/ldii menganggap infaq gak ada perintahnya/aturannya dalam Qur'an dan Hadits? Perintah raja dalam urusan dunia maka tidak bid'ah namun perintah siapa saja dalam hal ibadah kecuali perintah Allah maupun Rasulullah maka Bid'ah bukankah demikian dalilnya? apakah infaq persenan itu bukan ibadah? bolehkah berijtihad pada ibadah yang sudah jelas perintah/dalilnya?
      5. Ini kan forum media sosial dan sebagaimana pernyataan anda di poin 3 di atas jangan berbicara yg kamu tidak tau ilmunya dan diam itu setengah dari ilmu, berarti yang sudah berbicara sudah tau ilmunya dong.
      6. Tidak ada yang mencari kesalahan semua ada dasar dan sandarannya selama kita menyandarkan dan berdasarkan pada Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat bukan pemahaman saya, anda atau kelompok anda insyaa Allah kita akan mendapatkan kebenaran sebaliknya jika berdasar pada pemahaman saya, anda dan kelompok anda yang didapatkan hanyalah pembenaran.
      Semoga bisa dipahami.
      Wa iyyakum jazakumullahu khairan.

      Hapus
  75. Asslamualikum
    Temen temen LDII
    boleh tanya gak
    Nikah hukumnya wajib jika seorang itu mampu
    Haji juga kan
    Ada sedikit miss ini yg saya tanyakan
    Sebut sja temen saya si X
    Dia anggaplah sdh mapan
    Di dlam islam pacran emng tidak boleh haram hukumnya
    Tpi si X punya pacar
    Dan dia mw meminang gadis itu sebut sja wanita itu agama islam LDii
    Tpi,ortu nya gak ngrestuin hub merka
    Karna lain aliran...
    Apa temen sya si X haruskah masuk LDII
    dlu

    Bukankah islam itu saudara ya
    Dan amal ma' ruf nahi mungkar

    Nah di sini timbul konflik
    Sampai sampai penguruspun
    Suruh mutusin si X

    Dan temen saya juga kmrin dia shlt di masjid LDII
    gak lama kemudian bekas shlt itu di pel bersih sma orang LDII
    padahl dia hbis wdlu di stu,bekas sendalpun g di pake ke dlam masjid

    Ada kah khadis nya
    Dlilnya
    Bukankah masjd mushola itu surga kita
    Tempt ibadah kita
    Dan
    Anggplah islam temn saya si X cetek dlam agama
    Tips dari saya islam itu hanya satu
    Gak usahlah pecah2
    Lain takutnya yg ada konflik
    Di mata masyarakat
    Tadi nya pengen ngerangkul sesama muslim
    Tpi kok mrasa asing
    Thnk ya
    Asslamualaikum wr wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. assalamualaikum..temen-temen..
      admin gmn ko belum di jawab pertanyaanku.
      jika pribadi sih belum liat.tapi saya shlt di ponpes LDII pernh.dan saya waktu itu.di panggil sama bapak-bapak sdh agak sedikit tua.dan dia banyak bertanya dari saya.
      dia pun ngajk ngaji saya.dan dia juga ngajak saya masuk ke LDII.
      "cuma saya jawab..saya suka ngaji.dan saya suka dengerin orang ngaji.apa lagi subuh hari..
      tpi.ko knp saya harus masuk LDII..sedangkan
      jika umum.univerasal kan bebas.entah dari mana.bebas kok..di situ bnyk hal yg dia crita soal ngaji..dan tentang jamaah LDII
      "cuma saya jawab..ke bapak paruh baya
      "siapa dia dan dari manapun islam adlah satu.ormas atau yayasan cuma nama ke pengajian pak hnya,tata cara nya sja yg berbeda..
      kenapa di kasih ponpes setiap daerah-daerah plosok.
      karena buat berdakwah ngaji.bukan mengkaji.
      masak ulama woro2 lewat speaker..gak umum kan
      mknya di buatlah ponpes.

      tpi jika saya bawa dari atas artikel.dan debat semua. sih kyknnya
      ada baiknya ada buruknya

      kita ambil positifnya saja temen-temen
      dan
      saran dari saya ini kan sudah zaman modern.gak kaya zaman dulu.
      lebih canggih sekarang kan.
      jadi buat temen-temen LDII/sudah pernh belajr belum ke ponpes umum. dan belajar ke ulama tentang kitab ngaji kaya kitab kuning tafsir.dan nahwu
      kitab tradisional..
      dan buat temen-temen yg non LDII..kita harus bnyak beljar dan belajar ngaji..
      mengingatkan..dan selalu mengingatkan yg belum ngaji
      apa harus kita ngaji di LDII gak juga kan..
      pasti kita bisa bedain antara si A dan si B
      kita saudara muslim di dunia itu saudara gak musuh..

      cma itu pengalaman saya.ktmu tentang LDII

      salam semua buat admin juga jawab ya pertanyaan saya. di atas

      maksih
      best regard
      heru
      wassalamualaikum.wr .wb

      Hapus
    2. Hi.. @eru Kusworo. salam kenal.. Saya terharu membaca keluh kesah Eru.. Mohon maaf di ldii terbuka untuk ngaji, Eru ngaji bukan ingin mencari jodoh semata, tata niat dari awal, mengaji untuk mencari ilmu, jodoh Eru sudah ditakdirkan jika memang Eru dengan warga Ldii, yakinlah itu.. Masalah ngepel itu hanya oknum saja mas Eru, dia tidak menganggap najis selain Ldii, mungkin oknum itu sungkan untuk menegur dan lebih menjaga mutawarik saja, tapi jangan khawatir Eru.. kita terbuka untuk menerima tamu untuk belajar ilmu agama lewat ponpes2 kami. Salam Eru n salam hangat

      Hapus
  76. Assalamu'alaikum Oxa saudaraku...
    Anda benar-benar luar biasa. Insyaallah saya percaya anda bukan anggota ldii, tapi pemahaman anda, ilmu anda tentang lddi justru jauh lebih dalam dibanding jamaah ldii sendiri. Sy jadi ragu dengan taklid mereka yang sering mengatakan "tanyakan kepada pengurus DPP LDII."
    Mereka emosional, tapi argumennya sering dangkal, tidak substansif.
    Salam kenal dari sy oxa. Lanjutkan dakwah Anda (walaupun Anda sering mengatakan sy bukan ustadz, ilmu sy tak seberapa).
    Saran saya buat saudara-saudara anggota LDII, mengajilah kepada mereka yang mankul-nya (pinjam istilah oxa)berakhir di Rasulullah SAW. Jangan malu bertanya kepada orang di luar LDII. Buka hati dan pikiran agar hidayah datang. Mohon maaf jika komen sy menyinggung perasaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
      Saudaraku Mustangin Arminareka salam kenal juga, saya memang bukan anggota ldii, saya hanya ingin mencari kebenaran dan saya sangat berharap insyaa Allah kebenaran tersebut bisa diterima oleh saudara kita sesama muslim yang juga sedang mencari kebenaran. Jadi jika apa yang saya tanyakan itu adalah kebenaran maka saya akan menerimanya tentu kebenaran yang bedasar pada dalil yang shahih. Sebaliknya jika apa yang saya tanyakan itu hanyalah sebuah pembenaran/bukan kebenaran maka kita punya kewajiban untuk meluruskannya. Terimakasih atas supportnya semoga Allah selalu memberikan taufik dan hidayahNya pada kita semua aamiin.
      Jazakallahu khairan

      Hapus
  77. Assalamualaikum ..
    Disini saya hanya ingin berpendapat dan mengutarakan unek" saja..
    1. Apakah jamaah LDII tidak di perbolehkan untuk menjadi makmum dari jamaah selain LDII ?
    Karena saya mempunyai teman ygana setiap waktu sholat tidak pernah mau berjamaah , bahkan untuk sholat jumat dia bahkan memilih untuk tidak sholat drpd sholat bersama jamaah non LDII dan itu juga berlaku bukam hanya bagi teman saya ( junior ) tapi juga bagi senior yg umur nya juga sudah tidal muda lagi ..
    Kenapa kalian sangat kaku sekali dalam beribadah ?? Seakan" hanya kalianlah yg ibadahnya diterima oleh Allah , seakan" hanya kalianlah yg pantas masuk surga sedangkan jamaah yg non LDII tidak pantas masuk surga. Bukankah yang seperti itu justru ahli neraka ??
    Tidak usah berkata bahwa " jamaah LDII yang melakulan itu wajib bertaubat karena kita tidak pernah di ajari seperti itu " tapi kenyataannya mayoritas dari kalian semua seperti itu.
    Saya berteman banyak dengan jamaah LDII dan semua teman saya memang melakukan itu ..
    Sebaiknya anda bertanya kpd imam anda , ingat hidayah hanya bisa di dapat bagi orang" yang berfikir jernih tidak terdoktrin dan terbelenggu opini pribadi ..

    Mohon komennya ..

    BalasHapus
  78. @RIZKY, selamat datang, pernyataan anda mungkin memang benar ada warga ldii yang demikian, sebaiknya anda tanyakan langsung yg bersangkutan, itu lebih baik bukan!, sebelumnya jg sdh dibahas di komen2 sebelumnya ttg hal ini, di ldii tidak pernah melarang solat berjamaah non ldii, jika anda masih ragu silahkan mengaji di ldii dan tanyakan hal demikian kepada gurunya, insyaallah jawabannya sama kok. Tidak ada larangan, trims @RIZKY .. SALAM IMAN

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asalamualaikum wr.wb

      Saya warga NU. Di komplek rmh sy ada masjid ldii, dan banyak wrga ldii di sini. Awlnya sy kira ldii seperti apa yg org awam kira. Akn ttpi sy salah. Wrga ldii baik dngn sy dan klurga. Smpi sy prnh di ajak sholat di msjd mrk, dan rekreasi bersama. Dan wrga ldii pun mau sholat di msjd umum. Dan smpi akhirnya sy kepincut hati pada wnta ldii. Dan bgitupun wanita trsbt. Pertanyaan sy. Apakah sy selaku wrga NU boleh menikahi dia ? Tolong jelaskan. Soalnya sy mencintai dia.

      Wasalamualaikum wr.wb

      Hapus
    2. Wa'alaykumussalaam warahmatullaahi wabarakaatuh.
      Saya bukan LDII bukan pula NU. Tapi saya mengenal baik orang2 LDII dan NU sesuai pengalaman saya.
      Jika anda ingin menikahi wanita tersebut, kuncinya, apakah wanita tersebut muslim? Apakah anda seorang muslim? Jika jawaban keduanya "ya", maka kalian bisa menikah, selama tidak ada paksaan di antara keduanya (saling suka/menerima).
      Jika yang ditakutkan, apakah ada larangan lintas golongan untuk menikah, coba konsultasi kepada ulama NU, dan biarkan wanita tersebut konsultasi kepada ulama LDII. Setelah ulama NU bilang boleh, temui orang tua wanita tersebut dan melamarlah. Jika diterima, alhamdulillah. Jika tidak, ya sudah. Tanyakan alasan mengapa menolak dan senantiasa ingat bahwa jodoh tak kemana.
      Semoga sukses, brother!

      Hapus
  79. Assalamualaikum mba
    Saya mau bertanya knapa org ldii tidak boleh menikah dengan org yg bukan ldii, saya juga sudah membaca comment2 diatas ternyata ada yg sudah bertanya hal yg sama dengan saya dan mba menjawab mgkin belum waktu nya atau takdir, tetapi yang saya temukan diluar sana bahwa org ldii tidak boleh menikah dengan org yg bukan ldii sangat banyak tidak hanya satu atau dua org saja dan saya adalah termasuk org yg gagal menikah hanya karna saya bukan org ldii, apakah memang ajaran ldii seperti itu atau bagaimana tolong dijelaskan mba terima kasih assalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. @goyok, selamat datang di diskusi ini. Lebih baik bersabar dulu y, jodoh tidak akan kemana, ini jd sdh di perkuat dgn komentar jawaban @ardiarti diatas .. silahkan jg untuk dibaca halamn berikut semoga membantu cara mudah cepat nikah

      Hapus
  80. cuma sekedar share aja sih pengalaman saya. saya punya temen ldii dia mau kok shalat di mushola jurusan saya dan berjamaah dengan orang selain ldii. bahkan dia juga sering minjemin mukenanya ke teman yg bukan ldii yg sedang membutuhkan. dan kebetulan saya juga pernah kerja praktek bareng dia, waktu itu dia msh ada urusan di perusahaan dan saya sudah di kost. karena hujan, saya angkatin aja bajunya, waktu dia pulang ke kost dia malah bilang makasih banget ya. nggak seperti yang orang2 bilang yg katanya harus dicuci lagi itu bajunya. bahkan saya juga pernah nginep dirumahnya dan sholat di masjid ldii. dan tanggapan mereka baik2 aja. mungkin kebanyakan orang udah termakan stigma tanpa ngalamin langsung. dan juga jangan terlalu membenci seusatu. bukankah klo kita membenci sesuatu, yg terlihat hanyalah keburukannya meskipun keburukan tsb sgat kecil dan kita tidak dapat melihat kebaikannya meskipun kebaikan tsg sangat besar?

    BalasHapus
  81. assalamualaikum semuanay...
    mbk okta ,saya sudah membaca diskusi ini dari atas dan saya sangat setuju dengan jawaban2 anda menggunakan dalil di desetiap jawaban..dari penerapan anda dalam memahami hadis atau tafsir dari para sahabat/ulama terdahulu(4 imam madzab) saya juga sependapat,karna hakekat nya zaman sahabat adalah zaman yang terbaik bagi umat islam karena di pandu langsung oleh nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam.

    Admin@ kalo jawab mohon dalil nya di ikut sertakan...

    BalasHapus
  82. Oi OXA sebaiknya coba dulu mbak
    Jika pengalaman mbak setelah masuk LDII bisa dibilang buruk
    Coba ditempat lain
    Ingat mbak setiap daerah itu beda
    AJKH semoga Allah paring manfaat lan barokah :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas/mbak MISSI IPI terimakasih atas sarannya akan tetapi saran anda ini malah menambah keraguan, Islam diperintahkan untuk bersatu, berjamaah, satu akidah, tidak boleh berpecah belah, tidak boleh bergolong golongan, berkelompok kelompok, berfirqoh firqoh. Dan ternyata ldii ini selain bergolongan juga terdapat perbedaan perbedaan di dalamnya seperti yang anda katakan. Bagaimana anda menjelaskan ini? Ingat yang berkomentar disini(kecuali yang hanya bertanya)sudah saya anggap tahu ilmunya dan paham tentang ldii.
      Aamiin Jazaakallahu khairan

      Hapus
  83. Ass wr wb
    Saya suka dengan blog ini..
    Banyak tanya JawabY,,apalagi sama oxa pertanyaan sama Jawaban menarik..
    Tp saya ksn bkn mau bertanya,,tp mau mengajak kalian semua menjadi satu,,jangan ada perbedaan dan menjadikan perselisihan di
    antara kita karena perbedaan pemahaman tersebut,,padahal rossul kita sama nabi Muhammad saw dan kitab kita al Qur'an,,jd apa yg beda???
    Jd buat jamaah ldii atau nu ataupun yg tak PY organisasi seperti saya jangankan berselisih faham atau pendapat,,karena jika kita mati nanti kita g akan pernah d tanya dr organisasi mana kamu belajar ilmu..
    Ldii,,nu,,persis,,Muhammadiyah atau yg Lain,,ga kan???
    Jadi buat kalian semua jangan memperdebatkan hal" seperti ini,,hanya dengan cukup kita yakin jj kalo ajaran yg kita lakuin itu bener dan tidak sampai membawa kita k jalan yg salah..

    BalasHapus
  84. Ass wr wb...
    jika menginginkan kebenaran maka mintalah dari allah SWT... karena allah maha mengetahui segala hal, jika anda benar-benar berniat mencari kebenaran...
    Allah berfirman dalam surat An-Nisaa':59 -Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada allah (al-qur'an) dan (sunahnya rasul)...

    kita sesama umat manusia hanya dapat menasehati dan mengingatkan antar sesama... hidayah itu allah yang mengaturnya... tak perlu memperlihatkan siapa yang benar dan siapa yang salah... tidak ada manusia yang sempurna... kesempurnaan hanya milik allah SWT

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa 'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
      Mas Gagah Anggara sebelum kita memintanya Allah telah lebih dahulu memberikan semua kebenaran itu kepada hamba-Nya melalui Rasulullah yaitu berupa Qur'an dan Hadits. Tingal kita mau apa nggak menerima kebenaran itu secara keseluruhan, Yaitu Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat(Salafush shalih).

      Dan Surat An Nisaa' : 59 itu sebagai bukti ketidak benaran pemahaman ldii yang mengatakan Ilmu nggak sah tanpa manqul, sanad, musnad dan muttashil, karena sudah jelas dari ayat tersebut : "Kemudian jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikan ia kepada Allah(Al-Qur'an) dan Rasul(al-Hadits). Dalil ini menandakan bahwa kita diperbolehkan mengembalikan langsung kepada Qur'an dan Hadits tanpa melalui orang yang bersanad.
      Semoga bisa dipahami.

      Hapus
  85. Mas admin bisa minta contact personnya....paling tidak emailnya....aku pengin ngomong banyak.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. @Lusi Atmaja. Baik Lusi. sulisnulis@gmail.com

      Hapus
  86. Dear Mas OXA
    Saya BANGGA sebagai warga LDII. Semakin mantap dan yakin bahwa Ajaran LDII ini sesuai dengan Al - Qur'an dan Al Hadist untuk mencari jalan mati masuk SURGA dan selamat dari neraka. Itu saja..
    Nah kalo sudah yakin dan mantaaap, maka perbanyaklah amal dan ibadah yang kalian ketahui sesuai tuntunan Al -Quran dan AlHadist, jika kita sudah tau, maka kerjakanlah,. itu sebagai tabungan amalan di akhirat nanti,. Kenapa diperdebatkan? Kalo kita sudah tau amalan2 nya yaa kita kerjakan saja,.
    Toh LDII sudah legal di Indonesia,
    Sudah lama loh mas LDII dicoba, udah bertahun2 malahan,. Udah tahan uji :D
    Kalo orang iman dicoba maka bersyukurlah, itu tandanya Allah sayang kita,. Kalo gak dicoba perlu dipertanyakan itu hehe
    Kenapa saya BANGGA menjadi warga LDII?
    Soalnya disini saya merasa diramut, dinasehati, dibantu, banyak manfaatnya kok,. Jadi aman dan nyaman. Saya belum tahu banyak tentang ilmu2 ajaran2 didunia ini,.
    Nah dengan seringnya saya mengaji di LDII saya menjadi tahu, dan sering diingatkan dosa2 besar, pelanggaran2.. Kita disini hanya mencari jalannya mati masuk surga.
    Nah saya posisi masih anak, kalo saya jadi anak yang sholeh maka orang tua kita akan tertolong di akhirat nanti, kenapa saya bilang begitu?
    3 Amalan yang tak pernah putus (org sdh meninggal tp amalan org tsb masih mengalir deras di timbangan akhirat nanti)
    1. Jadi Anak sholeh dapat meninggikan derajat orang tua
    Setahu saya dalam nasehat, jika anak jadi orang sholeh maka itu bisa membantu orang tua di akhirat dapat meninggikan derajat orang tua kita,. MATI BERSAMA MASUK SURGA
    2. Ilmu yg bermanfaat
    3. Amal Jariyah
    Wah sebenarnya masih banyak lagi untuk diceritakan mas, hehe
    Mas OXA kalo sampean masih aja penasaran,. Silahkan atuh nyoba datang ke pengajian LDII, ikuti acara2 nya,. Biar gak penasaran terus, kan bisa dpt diambil hikmahnya,. Kami dengan senang hati kok :D
    Saya Bangga dan Yakin serta mantap mengikuti ajaran2 LDII. Saya bersyukur Alhamdulilahirobbilalamin,.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Agus Ardiyanto,
      Kenapa anda BANGGA sebagai warga ldii melebihi bangganya sebagai seorang muslim? Kenapa anda YAKIN pada ajaran ldii melebihi keyakinan akan ajaran ISLAM? Benarkah ldii itu sebagai jalan masuk surga? Ini pendapat anda sendiri apa ada dalil yang menjadi landasannya? Ingat mas Islam dilarang bergolong golonngan apalagi dengan ujub membanggakan golongannya tidakkah anda memahami ayat ini? :
      "Dan janganlah kamu termasuk orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (QS. Ar Rum: 31-32).
      Orang Iman yang gak melakukan kemaksiatan maka Allah akan mencoba/mengujinya sebagai tanda Allah menyanyanginya akan tetapi siapapun dia baik beriman ataupun gak beriman ketika dia berbuat kemaksiatan maka Allah akan timpakan padanya azab/hukuman, bukan cobaan/ujian seperti dugaan anda.
      Satu satunya jalan masuk surga adalah menetapi Qur'an dan Hadits dengan pemahaman para Sahabat(salafush shalih), bukan pemahaman selainya sebagaimana perintah Allah dalam surat At-Taubah ayat 100. Dan kalau anda mengikuti pemahaman selainnya sudah pasti akan tersesat sebagaimana firman
      Allah dalam surat An Nisaa' ayat 115.
      Silahkan di jawab/diceritakan terutama amalan amalan ldii yang gak sesuai dengan Qur'an dan Hadits seperti yang saya tanyakan dan kalau anda sudah merasa cukup ilmu saya masih banyak pertanyaan tentang ldii terutama masalah keamiran.
      Jazaakallahu khairan atas tanggapannya.

      Hapus
  87. Beda pendapat itu biasa, karena takaran pemahaman setiap orang pasti berbeda, suka tidak suka / cocok tidak cocok itu pilihan. Tugas kita itu menyampaikan. Stiap individu sudah dibekali akal fikiran dan hati nurani untuk ambil keputusan. Hidup hanya satu kali kawan. Jngan sampai kita salah langkah. Hentikan perdebatan, bnyak belajar quran hadist, dimaknai di fahami, setelah itu ambilah keputusan.

    Salam dari samarinda... 354 selalu di hati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mas Teknisi exsol,
      Betul mas pendapat dan pemahaman setiap orang pasti berbeda dan Islam dari Allah dan Rasulullah itu hanya satu, maka agar pemahaman kita sesuai dengan apa Yang Allah dan Rasulullah perintahkan kita harus mengikuti pemahaman/cara beragamnya para Sahabat, inipun Allah sendiri yang memerintahkan.
      Dan tugas akal dan fikiran didalam beragama itu hanya menerima kebenaran dalil, adapun pilihan dan keputusan, kita hanya bisa ikhtiar karena keduanya tidak bisa terlepas dari campur tangan Allah yaitu takdir.
      Ini bukan perdebatan, seperti yang anda katakan tugas kita hanya menyampaikan dan tentu menjawab setiap pertanyaan yang muncul akibat dari apa yang kita sampaikan dan inipun kita lakukan agar kita tidak salah langkah dalam mengambil keputusan yaitu agar kita idak terjerumus dalam kekelompokan ataupun golongan.
      Salam kembali untuk anda...Allah dan Rasulullah selalu di hati.

      Hapus
    2. Setuju, maka dari itu sya meyakini ini langkah yg tepat, dan kenyataan-nya skrang agama ini sudah menjadi kelompok2 / bergolongan golongan. Seperti yg nabi sampaikan agama ini akan terpecah menjadi 73 golongan, sekarang lebih dari itu.

      Cermati dan kritisi... Jngan sampai dlam beribadah bersinggungan dengan quran hadist

      Hapus
    3. Mas Teknisi exsol,
      Lebih tepatnya : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Yahudi terpecah menjadi 71 (tujuh puluh satu) golongan, satu (golongan) masuk Surga dan yang 70 (tujuh puluh) di Neraka. Dan Nasrani terpecah menjadi 72 (tujuh puluh dua) golongan, yang 71 (tujuh puluh satu) golongan di Neraka dan yang satu di Surga. Dan demi Yang jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, ummatku benar-benar akan terpecah menjadi 73 (tujuh puluh tiga) golongan, yang satu di Surga, dan yang 72 (tujuh puluh dua) golongan di Neraka,’ Ditanyakan kepada beliau, ‘Siapakah mereka (satu golongan yang masuk Surga itu) wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Al-Jama’ah.(HR Ibnu Majah, no. 3992).
      Baru saja saya katakan tugas akal adalah menerima kebenaran dalil dan ternyata tugas yang diberikan kepada akal anda tidak berjalan sehingga anda tidak bisa menerima kebenaran dalil tersebut alias ingkar dengan mengatakan "sekarang lebih dari itu". ini pemahaman siapa?

      Dalil tersebut sudah pasti akan terbukti kebenarannya namun demikian kalau anda cermat dan kritis, dalil tersebut bukan sebagai pembenar akan bolehnya bergolongan/berkelompok lebih dari pada itu dalil tersebut merupakan peringatan dari Rasulullah kepada umatnya agar kita tidak terjerumus pada kekelompokan/golongan. Dan kalau kita terjerumus pada kekelompokan sudah pasti akan tersesat karena satu golongan yang selamat itu sudah ada sejak zaman Rasulullah yang disebut Al Jama'ah yaitu dari Rasulullah, para Sahabat, tabi'in, Tabi'ut Tabi'in, Imam yang 4, para Muhaditsin, para Ulama yang mengikutinya serta kaum muslimin yang mengikutinya hingga akhir jaman. Itulah golongan yang selamat/yang di surga.

      Hapus
    4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  88. Saya cm mau bilang aja.... Kan katanya org diluar ldii itu kafir jadi nabi muhammad kafirkah.... Sembrono kamu ngomong!

    BalasHapus
  89. Habis itu ldii itu saya pernah salat di slh satu masjid ldii di jakrta (lupa nama) tiap hbs saya salat lgs dipel bekas saya salat.... Berarti ni anggap saya najis ldii

    BalasHapus
  90. assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,

    sebelumnya saya ucapkan Alhamdulillah Jazakumullah Khairan jika ada yg bersedia menjawab pertanyaan saya ini. karena saya sedang dilanda kebingungan.

    saya ingin bertanya tentang "menikah dengan orang LDII harus sama2 LDII". kebetulan saya adalah seorang pria yang akan menikah dengan seorang perempuan yg merupakan warga LDII juga. saya adalah orang luar yang baru mengaji atau sambung kelompok selama 2 tahun lamanya. Karena, dari saran ibunya dia, saya harus ngaji atau sambung dulu. setelah saya jalani selama 2 tahun, saya diberitahu untuk dibaiat dulu sebelum menikahi dia.

    dan saya juga dikasih tau kalau nanti akan ada Nikah dalam sebelum Nikah luar (di KUA).

    pertanyaan saya, apakah harus seperti itu ? mengapa harus seperti itu ?

    dan selanjutnya, saya juga ada pertanyaan... mengapa saya disebut dengan Mualaf (istilah untuk yg baru masuk islam) ketika saya baru sambung/mengaji di LDII dulu ?
    Padalan saya dari lahir sudah Islam. sholat dan puasa juga rajin. saya bahkan hapal beberapa Juz AlQuran (karena saya di didik membaca AlQuran dari saya masih kecil). lalu mengapa saya disebut dengan mualaf ?

    jika pada awal belajar ngaji/sambung di LDII saja saya disebut dengan mualaf, lantas andaikata jika setelah saya dibaiat lalu keluar dari LDII apakah saya akan disebut dengan kafir ?

    itu saja pertanyaan saya. dimohon dijawab dengan sebenar2nya. maaf sebelumnya jika ada yg tersinggung dengan jawaban saya.

    Alhamdulillah Jazakumullah Khairan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah knp mas julian LDII dianggap sesat...padahal kita Islam sdh baca sahadat..kok kita disuruh masuk islam lagi...berarti khan kita kafir...cuma gara2 baiat...dan baiatnya harus kpd imam mrk..padahal para wali gk ada yg baiat kpd imam mrk...para imam mahzab ..imam alghazali...yg terkenal keilmuannya gk ada yg baiat kpd imam mrk...jd ulama2 terdahulu yg sgt.sholeh dan tidak baiat ...dianggap kafir...padahal para wali songo..waliyulloh yg lain..para.imam mahzab...sgt tinggi ilmu.agamanya..
      Sementara imam mrk...ketinghian ilmunya itu yg mengakui hanya org LDII..bagaimana mungkin imam mrk diterima oleh umat islam ...krn pendapatnya banyak ditentang ulama2 islam yg lain.
      ...justru seharusnya org LDII ngaji jg ditempat lain..biar tdk seperti katak dalam tempurung..

      Hapus
    2. Dear Mas Yulian,
      Meskipun telat semoga menjawab ya...

      1. Menikah harus sesama LDII?
      Jawaban singkat: Ya
      Kenapa: supaya sejalan paham keimanannya

      Berdasarkan pengalaman, ketika diharuskan demikian saya bertanya apa dasarnya. Saya diberi dalil Q.S. Al- Baqarah 221 yang artinya:

      "Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran."

      Saya bertanya, "Bukankan larangannya adalah menikahi orang musyrik (yang menyekutukan Allah)? Sementara calon mempelai keduanya beragama Islam."

      Ternyata permasalahan bukan terletak pada kata "musyrik", namun "beriman". Dalam pemahaman warga LDII, Islam dan beriman tidak cukup hanya dengan mengucap kalimat syahadat.


      2. Harus "Nikah Dalam" baru Nikah di hadapan KUA?
      Biasanya demikian
      Kenapa: kembali ke poin No. 1 dan pengertian "iman" ini menjadi landasan untuk hal-hal lain mengapa warga LDII menghindari sholat diimami oleh orang selain warga jamaahnya.

      Kalau berdasarkan pengalaman saya, akhirnya bisa tidak nikah 2 kali (nikah di mesjid LDII dan di hadapan KUA). Argumen saya waktu itu adalah bagi saya pernikahan adalah hal yang sakral, kenapa harus dibuat 2x? Selain itu berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Perkawinan No. 1 tahun 1974 pernikahan sah apabila dilakukan sesuai agama & kepercayaan serta dicatat seauai UU (di KUA/ Capil). Kalau mau taat hukum negara, berarti nikah secara siri (nikah secara agama, yaitu di hadapan imam/ pengurus pengajian) dan selanjutnya langsung dicatatkan di KUA. Tidak perlu nikah (ijab qabul) 2x seperti praktek pada umumnya di dalam jamaah LDII (untuk dicatat ini hanya praktek saja dan memang tidak ada dasarnya kenapa 2x. hanya untuk mengikuti aturan agama dan hukum RI).
      Saya pribadi tidak sreg dengan nikah siri jadi saya minta diatur agar ijab qabul hanya sekali di hadapan KUA. Alhamdulillah hal tersebut bisa dilaksanakan.

      3. Baru masuk LDII = Mualaf?
      Jujur saya belum pernah mendengar hal seperti ini. Mungkin Mas Yulian bisa kritis bertanya dan berargumen. Insha Allah tidak seperti itu. kalaupun ada yang bilang begitu ya.. mungkin kembali lagi ke pemahaman beberapa individu sesuai jawaban di poin no. 1.

      Semoga lancar niatan baiknya Mas.

      Hapus
    3. tidak cukup hanya dengan mengucap kalimat syahadat ?

      setahu saya... seseorang dikatakan islam jika sudah menjalankan dan mengimani rukun islam dan rukun iman.
      Jika seseorang sudah menjalankan rukun iman dan rukun islam... maka dia adalah saudara muslim kita. lalu apakah ada selain rukun iman dan rukun islam untuk sahnya seseorang disebut sebagai seorang muslim ?

      berdasarkan hal inilah saya bertanya2 "mengapa harus sama2 LDII ?" begitu pentingkah LDII-nya ?
      saya punya teman dari NU yang bisa menikah dengan orang dari Muhammadiyah. dan mereka tidak mempermasalahkan harus sama2 NU atau harus sama2 Muhammadiyah, meskipun secara prinsip keorganisasian ada perbedaan (contohnya ada tahlilan dan tidak, qunut dan tidak, dan masih ada beberapa lagi). lalu kenapa LDII harus sama2 LDII ? Kenapa LDII tidak bisa dengan NU, LDII dengan Muhammadiyah dan sebagainya ? Padahal sama2 islamnya. jika dikatana agar sepaham... lalu yang dimaksud dengan "paham" di LDII itu yg seperti apa ? apakah karena LDII menganggap orang2 diluar LDII tidak paham Islam ?

      dan terakhir... saya sudah mendengar berkali2 tentang baru masuk LDII disebut dengan mualaf. pertama dari guru privat mengaji saya (orang LDII), kedua dari para santri2nya juga menyebut saya mualaf, dan ketiga saya sering mendengar di pengajian rutin kelompok kalau orang yang baru ngaji di LDII itu disebut dengan mualaf. jadi bukan cuma 1 atau 2 orang LDII saja yang mengatakan seperti itu. Tapi hampir semua orang2 LDII yang saya ketahui dan kenal menyebut saya sebagai mualaf.
      Dan saya menganalisnya dari pengajian rutin kelompok bahwa memang yang dianggap paling paham islam itu cuman LDII (dan itu ditekankan ke jamaah yg lainnya) selain LDII tidak paham islam. karena dari itu yang baru ngaji di LDII disebut dengan mualaf atau orang yg baru belajar islam. benarkah seperti itu ?

      Hapus
  91. Ass buat oxa ,sepeetinya anda orang yg sangat paham dalam agama ,kalau anda merasa seperti itu mengapa anda selalu menyalahkan setiap orang ldii bukankah sudah jelas ,bagimu agamamu dan bagiku agamaku ?,kalau anda percaya apa yg ada percaya yaudah yakini saja tapi tidak dengan menjelekkan kepercayaan yg lain terima kasih ,oh iya kalo boleh tau dimna anda tinggal dan minta alamat lengkapnya ,nanti saya kasih tau alamat ldii disekitar tempat mas tinggal agar anda bisa silaturahmi dengan jamaah ldii agar lebih baik hubungannya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika yang yang maksud ucapan Ass itu adalah salam maka saya jawab Wa 'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon untuk bisa lengkap mengucapkannya karena Ass bisa berarti (maaf) pantat/keledai.
      Saya gak menyalahkan, sudah berulang kali saya katakan saya hanya menanyakan suatu amalan yang saya belum tahu dalilnya.
      Satu lagi anda sangat ceroboh dalam menerapkan dalil "bagimu agamamu dan bagiku agamaku" ini adalah dalil untuk orang kafir, itu surat Al Kafirun kan? Apakah anda sengaja menganggap saya kafir?

      Nggak perlu mas/mbak di dekat rumah saya sudah ada tempat pengajian ldii bahkan saya sering ngobrol sama jamaahnya tapi ya itu setiap saya menayakan masalah amalan amalan di ldii mereka menjawab sekenanya bahkan terkesan tertutup apalagi kalau masalah keimaman seringnya hanya menyarankan agar ikut ngaji aja dulu. Makanya saya ada di sini dan ternyata nggak jauh beda jawabannya.

      Hapus
    2. buat admin , oxa dan teman teman pencari jalan kbenaran agama islam yg hak....mohon pencerahan....katakanlah....ldii sesat dengan berbagai alasan " infaknya, imamnya ...katakanlah nu sesat dengan segala alasan bidahnya,...tahlilannya...pertanyaan saya bentuk islam ataupun islam pimpinan siapa yg menurut oxa benar berikan dasarnya ataupun dalilnya....karna sekarang ini begitu banyak organisasi islam yang menyatakan saya benar kami benar terima kasih

      Hapus
    3. to admin dan oxa mohon pencerahannya apa pandangan anda tentang isis dan pembentukan khalifah.....terima kasih

      Hapus
    4. Mas Sandy Sabil kalau pertanyaan anda Islam pimpinan siapa yang benar? Jawabannya adalah Islam pimpinan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
      "Sesungguhnya, Bani Israil telah berpecah-belah menjadi 72 golongan. Dan sesungguhnya umatku akan berpecah-belah menjadi 73 golongan. Mereka semua di dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka (para sahabat) bertanya, “Siapakah mereka, wahai Rasulullah?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Siapa saja yang mengikutiku dan sahabatku.” (H.R Tirmidzi, no. 2565). Dalam riwyat lain ‘Al-Jama’ah.(HR Ibnu Majah, no. 3992).
      Jadi golongan yang satu, yang masuk surga adalah Al-Jama'ah siapa Al Jama'ah itu siapa saja yang mengikutiku(Nabi) dan para Sahabatku dimana jamaahnya mulai dari Rasulullah, para Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in, imam yang 4, para Muhaditsin, para Ulama yang mengikuti mereka dan semua kaum muslimin yang mengikuti mereka hingga akhir Zaman.
      Maka jika sekarang ada kaum muslim yang berkelompok/bergolongan dan menyandarkan cara beragamanya pada golongannya sudah pasti akan tersesat karena masuk yang 72 golongan.

      Nah kalau yang anda tanyakan adalah Pemimpin/Amirul mukminin maka itu adalah pemimpin/penguasa tertinggi seluruh kaum muslimin. Pada genererasi emas Islam yaitu generasi Rasulullah dan para Sahabatnya kaum muslimin dipimpin oleh seorang Khalifah kemudian pada masa Muawiyah sistem Kekhalifahan berganti dengan sistem kerajaan hingga runtuhnya kepemimpinan Turki Utsmani th 1924 M sejak saat itulah kepemimpinan kaum muslimin menjadi per-negara. Maka untuk saat ini pemimpin tertinggi kaum muslimin adalan pemimpin negara. Dan kita kaum muslimin wajib berjamaah/bersatu patuh dan taat dibawah satu pemimpin tertinggi negara masing masing.

      Mengenai Isis dan pembentukan khilafah itu bertentangan dengan syari'at itu tidak ubahnya sebagai kaum pemberontak dan pemberontak itu haram hukumnya karena dia telah khuruj dari kepemimpinan yang sah. Wallahu a'lam

      Hapus
  92. Numpang komen ah...Ldii itu ikut ulamanya yg mana...imam syafii...atau imam yg lain...aku gak kenal...coba sebutkan...satu saja...biar aku tau sejarah imamnya ldii..sebenarnya imam mahdzab yg 4 itu sudah meluruskan kaidah2 agama...syarat imam itu mesti hafal 20 ribu hadist...jd kesimpulan yg mrk buat udah mantap...apa yg qt fikirin udah difikirin sm mrk...ngapain si qt pake bikin dan buat aturan yg baru...ikutin aja salah satu dr mereka...klo mrk ada perbedaan ya itu mah tanggung jawab mereka...karena mrk sdh diakui sbg imam...contoh imam syafei..umur 8 tahun sdh hafal alquran..hadist leboh dr 20 rb hadist dn matan2 hadistnya dia tau...dan sudah diakui keilmuannya...lah klo ada org yg baru tau hadis 10 -100 hadis mah ya kesimpulan yg di ambil tdk semantap imam syafei...ingat hadis itu banyak...nah imam syafei mah hadis yg rencek2 jg dia tau...hehehehe
    .

    BalasHapus
  93. beauty ngaji in LDII, itu yg saya rasakan "jangan cuma taya mulu (teori mulu) action gitu lho... ayo ikut ngaji kalu mau tau "hati anda yg akan merasakanya "rasanya memanag berbeda seperti yg saya rasakan 'indah rasanya, banyak hal yg saya rasakan di LDII semenjak saya ikut diLDII dari mulai keramah kemudian rasa saling menghargai mereka dan yg paling saya kagumi serta saya rasakan adalah rasa kekeluargaan ...yg yg rasanya sulit saya ungkapkan sungguh saya bersyukur kepada allah SWT... semoga anda juga semua tetap kembali kepada allah. ingat (action)itu yang akan menjelskan anda " salam juga dari dunia bisnis BarokahBISNIS hehehe...ajkk

    BalasHapus
  94. ikut nyimak" hahaha...ini kayaknya penanya ama penjawab sama2 hebat" ok boleh lah tapi intinya tetap profesional ya jangan saling menjatuhkan ajkk...

    BalasHapus
  95. masalah seperti itu seharusnya tidak membuat kita saling bingung dan sama-sama mencari salah atau pendapat sendiri.. semua islam itu adalah keluarga, walaupun beda pemahaman itu semua adalah keluarga.. jika masih bingung bisa dilakukan penanyaan terhadap kaum LDII yang lebih tinggi dalam pemahaman golongannya... saya sendiri saat ini mempunyai seorang pacar dari LDII. karena sifat saya yang gak suka tertutup jadi saya mencoba memberanikan diri untuk komunikasi dengan orang tua pacar saya dan meminta izin/restu untuk bersama anaknya.. dan saya diizinkan untuk bisa bersama pacar saya, walaupun perjalanan masih jauh.. dan sepertinya kata "biar sejalan" itu tidak lah 100% benar.. jika kita mau bertanya dan mengungkapkan terus terang dan dengan hati yang jujur tanpa ada ingin menjatuhkan maka Allah akan memberi yang terbaik... karena semua Islam merupakan saudara...

    Salam untuk semua saudara Islam..
    alhamdulillah jazakulluho khoiro

    BalasHapus
  96. Coba org LDII ikut ngaji di pengajian NU ..di pesantren lah...biasanya ilmu kiyainya dah mantep...pasti.gak.fanatik sm LDII nya..karena.semua pendapat NU yg dibilang salah sama.LDII pasti terjawab...karena.ilmu itu luas ...dn org LDII jgn menganggap.mrk paling benar...coba vari ilmunya jgn di LDII aja...biar wawasannya.lebih luas gitu loh...

    BalasHapus
  97. Saya mau tanya, saya pernah baca di blog ini katanya cuma orang LDII yang tertib ibadahnya, bagaimana kalau ada orang yg bukan LDII tetapi tertib ibadahnya? Saya merasa agak terganggu dg pernyataan yang "maaf" menonjolkan ketertiban ibadah, sekali lagi saya mohon maaf apabila komentar saya terlalu sensitif dan saya juga tidak ingin menyerang siapapun dalam hal ini..

    BalasHapus
  98. Silahkan di cap sesat atau pun tidak, bebas2 aja koq.
    Lagian yg kalian perdebatkan itu pemahaman manusia semua 😅.

    BalasHapus
  99. Assalamualaikum. Slm knl buat admin dan smuanya..sy cm mau nambah2 dikit, LDII itu bukan agama loh!! Tp Legalitas ..jgn terlalu fokus dinama LDII, klau mau tau lbh banyak ya dirasa(terkecuali mati rasa), krn untuk mengetahui manis,asam,asin dll...nda hanya dilihat. Mencari ilmu itu perlu usaha yg extra (kulit manggis kini ada EKTRA nya..#iklanGuyon) apa lg ilmu agama yg jelas banyak cobaan, rintangan dan tantangannya. Ingat usaha nabi dalm syiar islam itu luar biasa cobaannya!! Jgn hnya krna sebatas KAIN PEL aja udah takut (belum pedang/senjata). Asal niat ditata dgn baik (niat mencari ibadah yg benar agar terhindar dari siksa neraka bukan hnya bertanya ku petugas kelurahan lalu pergi) LDII nda pernah melarang orang belajar ditempat meraka, knp harus takut???berdoa dan berusaha smoga allah slalu brsama kita (bismillah aja !! Insha allah terhindar dri hipnotis ato tipu2) Klau sdh di rasa tp tdk terasa apa2 (berarti perlu dipertanyakan sm di diri anda, apakah anda mati rasa ato rasa mati?? Hahaha..#guyon) silahkan balik badan krn LDII juga nda pernah menahan orang yg mau kembali. Klau kita niat kuat untuk mencari agama insha allah pertanyaan itu akan luntur dgn sendirinya. Paman nabi aja yg jelas2 melindungi nabi dalm syiar islam tetapi tdk mendapat hidayah sampai akhir hayat (dalilnya cari sendiri di bukunya biar lbh percaya) jgn mudah puas krna hnya mendapat jawaban dari mbah google..jgn sampai dibilang islam google..wahhahahah...!! Maap ya klau banyak yg salah krn kebenaran hnya milik allah semata. Jzkumllohu khoiroh

    BalasHapus
  100. Assalamu'alaikum..
    Permisi saya ingin bertanya. Saya adalah manusia awam yang masih memiliki banyak kekurangan terlebih ilmu agama. Belum lama ini ada rekan kerja saya non ldii ingin menikahi gadis ldii, namun orang tua si gadis melarang dan berkata "Serajin apapun ibadahmu, seta'at apapun kamu kepada perintah Alloh, jika belum mengaji/beriman seperti kami, nilaimu nol dimata kami ?"

    Sedangkan yang saya ketahui bahwa tidak ada satupun manusia yang berhak menilai ibadah manusia lainnya, apalagi menghakimi dengan cara seperti itu.

    Apakah jama'ah ldii hanya boleh menikah dengan sesama jama'ah saja ?

    Mohon jawabannya sedulur.. Aljkh

    BalasHapus
    Balasan
    1. LDII boleh kok menikahi orang non LDII, liat aja Ben Kasfayani(LDII) dan Marshanda(non LDII).
      Kedua : nol, yang dimaksud serajin apapun ibadah tapi 0 berarti ada masalah dengan ilmunya. Mungkin ortunya tau ilmunya masih salah bukan dengan cara berguru namun dengan cara membaca sendiri. Kalau misal sudah mengetahui tata cara sholat yang benar maka akan tahu mana yang salah mana yang benar bisa kelihatan kok meski gerakan sholat ada variasi pendapat tapi ada saja orang itu beribadah di luar variasi yang ada di hadist. Ini masalah ilmunya dulu baru prakteknya. Gini deh gampangnya.
      Masalah sekolah. Kenapa sih orang-orang pilih sekolah? Toh sama aja sekolah suruh beli buku juga mending beli bukunya aja cukup gak usah sekolah. Lagian buku pelajaran bahasanya indonesia, maksimal inggris nggak bahasa arab bisa dong harusnya baca sendiri. Lalu kenapa ya kok harus sekolah, kadang gak puas dengan itu lalu ke bimbel dan privat. Lalu setelah sekolah dan bimbel/privat bisa dapat nilai 100? Lalu kalau gagal dalam sekolah resikonya apa sih? Bandingkan kalau salah tafsir atau pengertian dalam ilmu agama, hal itu akan berujung pada salah praktik ibadah. Lalu resikonya apa dong kalau salah praktik ibadah? Sama saja dengan nol. Tapi bentar jangan salah dulu atau sakit hati. :) Semua yang terlanjur bisa ditobati. Nah untuk LDII guru-gurunya sudah digembleng agar semua ilmu yang diajarkan benar-benar secara berguru bersambung layaknya sanad dan dalam periode tertentu LDII mengirim muridnya ke Arab untuk belajar dan kemudian bisa jadi penerus yang tua sehingga terjaga ilmunya dan bisa terus disampaikan ke jamaah LDII di indo dan manca negara. Di LDII dilarang juga mempraktikan ilmu yang didapat ari internet dan buku-buku. Kenapa? Karena liat gambaran sekolah tadi, yang sekolah sama privat dan yang dibahas masalah dunia aja sampai seperti itu, lalu pantaskah kita mencari ilmu agama hanya dengan asal tafsir untuk sesuatu dengan resiko surga dan neraka? contoh orang yang asal tafsir salah satunya yang setuju LGBT ada dari kalangan Dosen Agama Islam loh, bayangkan aja setuju LGBT dan mempengaruhi banyak masyarakat. Nah LDII benar-benar ingin jamaahnya jauh dari yang seperti itu...maka dibuatlah istilah itu kalau ibadah tanpa ilmu berguru(manqul) maka sama aja 0 putul. Agar jamaahnya benar-benar menghindari hal itu. Gawat kan klo ada yang berpikiran menghalalkan LGBT dari asal berpendapat membaca tafsir Al Qur'an. Wah panjang maaf. Tapi semoga barokah.

      Hapus
  101. Assalamualaikum..
    Hello admin
    Boleh di jelaskan gak
    Kmrin juga saya ketemu temen saya dia anggota atau sering ngaji di LDII(WARGA Ldii)lah
    KOK DI LDII ADA penenbusan DOSA
    dan penembusan dosa itu di ganti dengan harta(duwit).....???
    Ada dalilnya gak
    Wow wow banyak dwit dong..
    Contoh saja
    X umur 17 thn
    Baru masuk LDII umur 10 thn
    Berararti 1-10 dosa nya hilang dong jika ada penebusan dosa
    "Tapi alasan temen saya
    Dosa di dunia terhapuskan walauapun di akhirat masih ada"

    Mbk OXa ...
    Mbk bener pengen tau kebenaran
    Semua orang beda beda lho..
    Jika kaya gini kita gak ada habisnya..
    Tanpa ada kesadaran hati paling dalam kita..
    Mana yg bener mana yg gak bener.
    Jika saran buat saya sih
    Buat temen-temen LDII ngajilah jangan di satu guru(ormas)

    Belajrlah kitab tradisional dari ustad yg lebih pintar
    Buat temen-temen non LDII
    Ayolah ngaji dan ngaji
    Semua ini itu sudah ada dalilnya
    Dari zaman rosul nabi kita
    Faktor pendidikan juga pengaruh kok..
    Admin jawab ya
    Pertanyaan saya

    Salam temen-temen
    Waalaikum salam wr.wb

    BalasHapus
    Balasan
    1. wa'alaikumsalam Eru... Tidak ada tebus dosa dengan uang/harta "itu tidak benar" temen Eru yang Keliru dan ia perlu dibenahi pemahamannya, kami menyaksikan bg mereka yang mau menyadari dosanya dan tobat dan menjelaskan kafarohnya sesuai hadisnya..
      Cth. berpacaran, itu tergolong dosa kecil dan harus dihindari bagi pria-wanita yg bukan mahromnya maka kafarohnya tidak mengulangi lagi dan bertobat dengan memperbanyak istigfar, mulai dari berpacaran ini kami sangat menggembor gemborkan pada kaum muda mudi karena jika lalai mengikuti arus berpacaran hingga berbuat z1n4 maka kafarohnya hukum cambuk, bukan lantas hanya membayar kafaroh dengan duit/harta.


      Sangat miris kalo ada pemikiran dan keyakinan "dosa bisa ditebus dengan harta", Sekalipun memiliki harta sepenuh bumi bahkan lipatannya tidak bisa menebus dosa kita, Q.S. Ali ‘Imran: 91.

      Kami hanya mengaji, mengamal, membela, amrin jami' dan taat sesuai yg disunnahkan dalam alqur'an dan alhadist (bukhori, muslim, nasa'i, abu daud, ibnu majah, termidzi) dan hadist pendukung lainnya

      Hapus
  102. Bagi temen-temen yang ingin mengajukan komentar silahkan mengunjungi laman berikut "Ajukan Pertanyaan Hal yang mengganjal dalam LDII", salam berbagi..

    BalasHapus