Kisah Asmara Salman Al Farisi Yang Mendunia dan Menggetarkan Jiwa


Tahukan istri Salman Alfarisi siapa ?

Mari ikuti sejarahnya..

Cerita ini merupakan kisah sang sahabat hebat Salman Al Farisi yang sedang mencari pendamping hidupnya. Sebuah kisah yang menggetarkan hati saya saat saya membaca alur ceritanya. Cerita ini merupakan kisah cinta sahabat rasulullah yang dikenal dunia apalagi dikalangan Islam. Sebenarnya ada banyak kisah kasmaran para sahabat dan nabi namun kali ini menurut saya cerita yang sangat mengharukan, sebuah bukti cinta tak harus memiliki.

Begini ceritanya, simak dengan seksama dan serius ya..

Banyak para penggemar membaca kisah islami yang mencari siapa sebenarnya istri salman alfarisi ?? Penasaran siapa istrinya, ikuti alur ceritanya berikut yang saya dapat dari literatur website dan sengaja saya share kembali karena banyak hikmah dibalik "Sebuah Bukti Cinta Tak harus Memiliki".

Salman Al Farisi Radhiallahu’anhu adalah seorang pemuda dari negara Persia. Salman dulunya merupakan seorang budak di Isfahan, salah satu daerah di negara Persia sana, namun Allah mengqodar menjadi orang iman dan merupakan sahabat Rasulullah yang cerdas. Kecerdasannya dibuktikan oleh Rasulullah langsung saat sedang musyawarah akan kedatangan musuh orang kafir makkah yang akan menyerbu orang iman di Madinah yang waktu itu disebut perang khandaq, Salman berpendapat pada Rasulullah untuk membuat sebuah parit sebagai penghalang orang kafir yang waktu itu seabnyak kurang lebih 24.000 orang, dan jumlah itu jauh lebih banyak dari orang iman di Madiah waktu itu.

Karena pertolongan Allah, maka datanglah angin topan dan mereka kaum kafir bingung memikirkan mengelak dari angin topan itu, tidak lagi memikirkan bagaimana caranya menyeberangi parit itu, akhirnya pulang ke Makkah dalam keadaan hampa dan kecewa karena kalah.

Dari usulan cerdik Slaman itulah, setelah itu nama Salman didengar dimana-mana oleh kalangan orang iman waktu itu, nama Slaman semakin bersinar dikalangan para sahabat.

Sedangkan dikisah asmaranya, Salman mempunyai jiwa gentel yang luar biasa, ditolak oleh wanita sholihah yang ingin dipinangnya, bukan hanya masalah ditolak, namun wanita itu justru memilih temannya yang menemani saat melamar.

Ceritanya kisah asmaranya begini..

Awalnya Salman Melirik seorang wanita saat Rasulullah dan kaum muslimin hijrah menuju kota Madinah. Disana melihat wanita dan langsung terpikat sholihahnya dan berniat untuk melamarnya.

Lalu suatu hari benar, Salman mengajak sohabat dekatnya yakni Abu Darda, untuk melancarkan proses lamarannya, Abu Darda sangat senang sahabatnya mau menikah, sehingga saking senangnya Abu Darda terhadap salman, ia pun bersemangat mengingat pahalanya membantu teman akan menikah.

Sesampai dirumah wanita shlolihah itu, keduanya diterima dengan baik, dan bercerita-cerita kesana kemari dan mereka berdua memberi tahu kedekatannya dengan Nabi, sehingga tuan rumah pun merasa sangat gembira dan terhormat dengan kedatangan 2 sahabat Nabi yang salah satunya akan melamar putrinya. Salman pun tak banyak bicara karena percaya dan menyerahkan kepada rekannya untuk menanyakan kepada orang tuanya bahwa si Salman akan melamar wanita disukainya itu.

Namun, sang ayah tidak menerimanya begitu saja, jawaban tetap ada pada putrinya, hak sepenuhnya untuk menjawab iya atau tidak, begitu pula yang diajarkan nabi saat putri dilamar oleh seseorang.

Lalu sang ayah memandang putrinya dibalik hijab lalu karena malu oleh Ibunya mewakili jawaban putrinya dengan suranya lemah gemulai.

“Mohon maaf kami perlu berterus terang”, kalimat itu membuat Salman Al Farisi dan Abu Darda berdebar menanti jawaban. Manusiawi, karena Salman Al Farisi dan Abu Darda hanyalah manusia biasa juga seperti kita. Maka perasaan tegang dan gelisah pun segera menyeruak dalam diri mereka berdua.

“Namun karena kalian berdualah yang datang dan mengharap ridho Allah, saya ingin menyampaikan bahwa putri kami akan menjawab iya jika Abu Darda juga memiliki keinginan yang sama seperti keinginan Salman Al Farisi”.

Sungguh jawaban yang mengagetkan, wanita yang diidam-idamkan untuk menjadi istri Salman Al Farisi, justru memilih Abu Darda yang hanya ingin membantu pinangan sahabatnya.

Takdir Allah berkehendak lain, cinta bertepuk sebelah tangan. Tetapi itulah ketetapan Allah menjadi rahasia-Nya, yang tidak pernah diketahui oleh siapapun kecuali oleh Allah.

Jika seperti pria pada umumnya, maka hati Salman Al Farisi pasti hancur berkeping-berkeping. Ia akan merasakan kehancuran yang teramat sangat. Tapi berbeda dengan pria lainnya, Salman Al Farisi merupakan pria sholih, taat, dan juga seorang mulia dari kalangan sahabat Rasulullah.

Dengan ketegaran hati yang luar biasa ia justru menjawab, Allahu Akbar. Salman Al Farisi girang, bahkan ia justru menawarkan bantuan untuk pernikahan keduanya. Tanpa perasaan hati yang sakit, ia dengan ikhlas memberikan semua harta benda yang ia siapkan untuk menikahi si wanita itu. Bahkan mahar dan nafkah yang telah dipersiapkan diberikan kepada Abu Darda. Ia juga akan menjadi saksi pernikahan sahabatnya itu.

Betapa indahnya kebesaran hati Salman Al Farisi yang begitu faham bahwa cinta, kepada seorang wanita tidaklah memberinya hak untuk memiliki. Sebelum lamaran diterima, sebelum melaksanakan ijab qabul diikrarkan, cinta tidak menghalalkan hubungan dua insan. Tak hanya itu, ia juga sangat faham akan arti persahabatan sejati.
Sumber www.arrahman.id
Edited: Admin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan malu-malu komen ya, Thanks so much...
Oya... Aturannya berkomentar sbb:
1. Jika bertanya yang baik.
2. Tidak boleh spam/Link Hidup.
3. Bertanya yang jelas nggak memakai singkatan yang sekiranya sulit dipahami.
4. Bisa bertanya bisa menjawab.
5. Itu aja persyaratannya.
6. Disetujui..