LDII, Representasi Islam yang Benar, Bukan yang Paling Benar

Ini harus disadari para muslim di Indonesia, akan salah jika menganggap Ldii adalah organisasi Islam yang paling benar. Ldii salah satu bentuk representasi ISLAM yang sesungguhnya, bukan berarti ldii mengatakan ormas Islam lainnya sesat dan Ldii lah yang paling benar, itu tidak. Organisasi manapun selama merepresentasikan islam yang sesungguhnya adalah organisasi yang benar, namun belum tentu itu yang paling benar. Sebaiknya tidak satu pun yang menganggapnya sesat, karena sudah menjalankan sesuai syari'at agama Islam yang sesungguhnya.

Mari kita bahas lebih dalam lagi..

Informasi yang tanggung-tanggung justru akan membuat banyak bertanya-tanya soal Ldii, layaknya kita membaca judul viral di internet, biasanya sering muncul di facebook, contoh "Mengerikan.. Kamu Harus Menjauhinya" dll..

Apa dalam pikiran kita? adalah menganggapnya benar, dan kita langsung menjauhinya sesuai perintah yang dituliskan diartikel itu, karena saat itu kita tidak mencari informasi lainnya yang setema.

lalu pertanyaannya..

Kenapa ada yang membuat judul viral itu seperti contoh diatas ? simple jawabannya "mencari duit dari internet", biasanya para pemain blogger sebagai publiser periklanan yang bekerjasama dengan google, mencari duit lewat tulisannya, artinya ada tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Begitupun orang yang mengatakan ldii sesat, menyebarluaskan kesana kemari dengan pernyataan mengkafirkan kepada selainnya, mengepel bekas tempat solat, ldii banyak bit'ah dan segala bentuk pernyataan yang tidak sesungguhnya dan tidak sesuai ajaran di Ldii yang sebenarnya. Tujuannya adalah merusak umat islam karena sakit hati.

Ldii Bukanlah Aliran Sesat

LDII hanya mempelajari 2 kitab yang telah dijamin kebenarannya. LDII menjalankan sabda Rosululloh SAW : “Taroktu fiikum amroini lan tadillu maa tamassaktum bihimaa kitabillahi wa sunnatinnabiyyih".

"Telah aku tinggalkan 2 perkara dikalangan kamu sekalian. Kalian tidak akan tersesat selam berpegang teguh kepada keduanya, yakni Kitabnya Allah (Alquran) dan Sunnah Nabi (Alhadis)".

Selama suatu kelompok mengaplikasikan ajaran Alquran dan Alhadis, maka Allah SWT dan Rosul jamin kebenarannya. Di Ldii banyak ulama' ratusan bahkan ribuan, bila menjalankan tidak sesuai 2 kitab itu maka akan terbantahkan oleh para ulama' Ldii.

jadi selama kita melaksanakan sesuai 2 kitab itu, tidak akan tersesat dari jalan yang benar. Pun tak ada golongan yang berhak menghukumi sesat kepada orang yang betul-betul menerapkan Alquran dan Alhadis.

Secara terus menerus, LDII mengajak masyarakat mengkaji dan mengamalkan 2 kitab ini. Dalam keseharian, LDII tidak mempelajari kitab-kitab karangan. Sebagai bukti bahwa LDII hanya mempelajari keduanya, LDII konsekuen menggelar berbagai pengajian. Mulai dari pengajian tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD).

Dari tingkatan umur, pengajian dibagi menjadi pengajian tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pra-remaja, remaja, dewasa hingga manula. Untuk Alquran, LDII mengkaji bacaan, makna dan keterangannya.

Singkatnya, guru menyampaiakan, murid mendengarkan dan menulisnya, jadi tidak heran 2 kitab yang dimiliki jam'ah Ldii penuh dengan tulisan, karena sebagai bentuk mempelajarinya dengan benar dan detail. Dan beberapa puluhan tahun lalu kejadian memaknai dan memberi keterangan pada 2 kitab ini dibantah banyak kalangan, namun sekarang sudah lagi tidak, bahkan banyak yang menirunya, kamu bisa membuktikan ditoko buku, disana banyak arti dan keterangan isi alqur'ah yang langsung dimaknai kata perkatanya. Alhamdulillah sekarang menjadi contoh banyak ulama' di Indonesia sebagai bentuk dakwah sesama muslim.

Untuk kitab Alhadis, LDII mengkaji Kutubusittah (kitab yang enam). Hadis tersebut meliputi : Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Nasai, Sunan Termidzi, Sunan Abu Dawud dan Sunan Ibnu Majah.

Sebab gerakannya yang konsisten memurnikan agama dengan tujuan untuk masuk ke dalam surga dan selamat dari neraka, maka semakin banyak orang yang tertarik pada LDII. Tahun 2014 ini, LDII telah berkembang dimana-mana. LDII telah menjadi salah satu organisasi massa (ormas) islam terbesar di Indonesia. LDII memiliki cabang di berbagai lini. Mulai dari kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional hingga memancanegara di 42 negara di dunia. LDII membuktikan bahwa islam benar-benar menjadi rohmatan lil a'lamiin. Rohmat bagi seluruh alam.

Nah, bagi warga Ldii jangan takut dalam beribadah, segala bentuk fitnah dan isu jadikan semua itu berupa dorongan kuat untuk semakin semangat beribadah.

Ldii yang sejati tidak mengatakan kafir kepada sesamanya, justru mereka (tidak saya sebut namanya) dulunya yang mengkafirkan umat islam selain Ldii, sekarang mereka keluar dari Ldii karena sakit hati, dan warga Ldii yang seolah disuruh menanggung akibatnya perbuatan mereka.

Jika tidak ada mereka, maka tidak ada isu "ldii adalah ciri-ciri agama sesat" yang menganggap kafir selain ldii, mengepel masjid bekas tempat solat warga selain ldii dan lainnya.

Begitulah Sang Pencipta Maha Adil, tidak menempatkan orang-orang yang jahat di dalam komutitas yang diridhoiNya, Allah mengeluarkannya dari kemunitas itu, dari LDII.

Nah saat ini yang paling heboh adalah buku karangan lama tentang kesesatan Ldii, heboh waktu itu, muncul lagi sekarang dan bahkan masuk kedalam google book, bisa diakses seluruh dunia. Entah berapa banyak dosa yang ia dapat hingga dunia berakhir, karena buku itu akan tersebar terus-menerus ke penjuru internet, dan isinya hanyalah menjelek-jelekkan dan merusak Ldii.

Semoga mereka mendapat pertolongan kelak..

Judul buku mereka ini: "Bahaya Islam Jama'ah, Lemkari, LDII: pengakuan mantan gembong-gembong LDII, Ust. Bambang Irawan Hafiluddin, Ust. Debby Murti Nasution, Ust. Zaenal Arifin Aly, Ust. Hasyim Rifa'in, fatwa-fatwa ulama dan aneka kasus LDII."
__
Sumber Artikel: Kompasianer Ilmaddin Husain
Edited: Admin


0 Response to "LDII, Representasi Islam yang Benar, Bukan yang Paling Benar"

Poskan Komentar

Jangan malu-malu komen ya, Thanks so much...
Oya... Aturannya berkomentar sbb:
1. Jika bertanya yang baik.
2. Tidak boleh spam/Link Hidup.
3. Bertanya yang jelas nggak memakai singkatan yang sekiranya sulit dipahami.
4. Bisa bertanya bisa menjawab.
5. Itu aja persyaratannya.
6. Disetujui..