[ISLAM] Dari A-Z Tentang Ldii Indonesia dan Isinya


Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Al Quran dan Al Hadist, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

NIAT DAN TUJUAN

Dalam mempelajari dan mengamalkan Agama Islam berdasarkan Al Quran dan Al Hadist para jamaah senantiasa dinasehati agar didasari niat yang murni KARENA ALLAH yaitu mengharapkan balasan rahmat dan ridho Allah berupa SURGA dan takut akan murka dan siksa Allah berupa NERAKA.

Berdasarkan Firman Alloh yang Maha Luhur dan sabda Rasulullah SAW:
وَمَا لِأَحَدٍ عِندَهُ مِن نِّعْمَةٍ تُجْزَى – ١٩ إِلَّا ابْتِغَاء وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى – ٢٠ وَلَسَوْفَ يَرْضَى – ٢١
“Dan tidak ada bagi seseorang yang dibalas dengan kenikmatan Allah (Surga) di sisi Allah. Kecuali (amalannya) karena mencari wajah Allah Tuhannya yang Maha Mulya. Dan mereka akan senantiasa berbahagia”.

Hadist riwayat Nasa’i dari Abi Amamah, Rasulullah bersabda
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلاَّ مَا كَانَ لَهُ خَالِصً وَبْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ…الحديث* رواه النسائى عن أبى أمامة الباهلى
“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima suatu amalan kecuali amalan itu murni dan didasari niat mencari wajahNya (Allah)”.

Dalam melaksanakan ibadah kepada Allah, Jamaah LDII diarahkan agar bisa tertib, khusuk, mutawari’ (hati-hati) dan sungguh-sungguh. Selalu menjauhi perbuatan sirik, bid’ah dan kurofat serta menghindari perbuatan dosa, pelanggaran, kemaksiatan, barang haram, riba dan lain sebagainya.

Juga setiap jamaah disarankan memiliki suatu amalan andalan, yaitu amalan sunah rutin yang dikerjakan tanpa terputus hingga wafatnya, seperti; ahli puasa, ahli shalat sunah, ahli doa malam, ahli zikir, ahli shodakoh dan lain sebagainya. Ulama’ LDII juga telah mengeluarkan tuntunan amalan rutin yang dengan mudah bisa dikerjakan oleh setiap jamaah, diantaranya; membaca Al Quran sedikitnya 3 (tiga) ayat dalam sehari, membaca tahlil pagi 100X dan sore 100X, membaca doa Asmaulhusna dan lain sebagainya.

Dalam kehidupan sosial jamaah LDII senantiasa didorong untuk taat, tunduk dan patuh kepada peraturan undang-undang dan pemerintah RI yang sah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam lingkungannya setiap jamaah LDII diharapkan bisa menjadi tauladan dengan berbudi pekerti yang baik, jujur, amanah, disiplin dan berprestasi serta tidak melanggar aturan dan norma masyarakat yang berlaku di lingkungannya.

KITAB PEDOMAN DAN METODA PENGAJARAN

Kitab pedoman yang dikaji dan diamalkan dalam organisasi LDII adalah Al Quran dan Al Hadist. Hadist yang dikaji adalah Kutubusittah yang terdiri dari:
  1. Hadist Shohih Bukhori
  2. Hadist Shohih Muslim
  3. Hadist Sunan Abi Dawud
  4. Hadist Sunan Termizi
  5. Hadist Sunan Nasa’i dan
  6. Hadist Sunan Ibnu Majah

Al-Quran Surat Al An’am ayat 153

وَأَنَّ هَـذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan sesungguhnya ini (Al Quran) adalah jalanKu yang benar maka ikutilah, dan janganlah mengikuti setiap jalan, maka akan tersesat kamu sekalian dari jalan Allah”.

Sabda Rosulullah SAW dalam Hadist riwayat Malik

عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أنَّ رَسُولِ اللهِ صَلَى اللَّه عَلَيهِ وَسَلَمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِّهِ * رواه مالك فى الموطأ
“Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”.

Untuk menjaga kelestarian ilmu Hadist tersebut sebagai dasar agama Islam, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) secara berkala dan bergantian mengadakan pengajian khataman hadist besar yang diadakan di beberapa pondok pesantren LDII di Indonesia.

Dalam mengajarkan ilmu Quran dan Hadist LDII menggunakan metoda penterjemahan kata demi kata yang ditulis langsung di bawah setiap kata dalam kitab Al Quran dan Al Hadist. Keterangan /tafsir ayat demi ayat dan hadist demi hadist dituliskan langsung pada halaman kosong di samping ayat atau hadist yang bersangkutan.

Untuk mempermudah transfer ilmu dan pengamalannya, LDII juga mencetak hadist himpunan berdasarkan topik / bab pengamalan tertentu, seperti;
  1. Kitabusholah (Kitab kumpulan hadist bab tata cara sholat)
  2. Kitabu Da’wat (Kitab kumpulan hadist tentang macam-macam doa Islam)
  3. Kitabushiam (Kitab kumpulan hadist bab puasa)
  4. Kitabu Jannah Wannar (Kitab kumpulan hadist tentang surga dan neraka).
  5. Kitabul Adab (Kitab kumpulan hadist tentang budi pekerti)
  6. Kitabu Manasikil Haji (Kitab kumpulan hadist tentang tatacara pelaksanaan ibadah haji). Dan lain-lain

Hingga saat ini tercatat LDII memiliki 15 macam hadist himpunan. Dengan metoda seperti ini terbukti ilmu Quran Hadist dengan mudah dapat diterima dan diamalkan oleh jamaah LDII yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.

Untuk menjaga kesahihan ilmunya para ulama, ustadz, mubaligh dan mubalighot LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya serta didukung dengan berbagai kitab tafsir dan sara seperti Ibnu Kathir, Muatho’, Jalalain dll.

Setiap bulan LDII mencetak antara 400 hingga 500 orang mubaligh dan mubalighot untuk ditugaskan mengajar Al Quran dan Al Hadist sekaligus membimbing Jamaah LDII di berbagai kelompok pengajian tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Pengajian Al Quran dan Al Hadist di tingkat PAC ini biasanya diadakan 2 – 3 kali dalam seminggu.

MENGAJI AL-QURAN DAN AL-HADIST

Mengaji AL-Quran dan Al-Hadist merupakan program pertama dan paling utama dalam LDII. Mengaji wajib dilaksanakan oleh setiap elemen LDII mulai jamaah biasa, pengurus organisasi bahkan ulama’, ustadz, ustadzah , mubaligh, dan mubalighot.

Manfaat mengaji Quran Hadist ini antara lain:

  1. Menjamin sahnya pengamalan ibadah yang dikerjakan, sebab suatu amalan ibadah yang tidak didasari pengetahuan ilmu/ dalilnya tidak diterima Allah.
  2. Menjaga kemurnian agama Islam, menghindari ro’yu, angan-angan, pendapat atau liberalisasi dalam pemahaman dan pengamalan ajaran Islam.
  3. Menguasai ilmu Quran Hadist merupakan syarat mutlak hidupnya agama Islam dan tegaknya keimanan seorang Muslim.
  4. Dengan mengetahui dasar dalil dalam Quran & Hadist para jamaah akan memahami hak dan kewajiban masing-masing sebagai orang Islam, sehingga jamaah mudah dinasehati, diarahkan dan diajak untuk beribadah dan beramal sholeh.
  5. Dengan menguasai ilmu Quran & Hadist masing-masing jamaah dalam beribadah tidak semata terpaku pada figur ulama’, kyai atau pimpinannya.

Mengaji Quran Hadist memang merupakan kewajiban pokok dalam Islam.

Al Quran surat Al Isro’ ayat 36

وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً* ٣٦
“Dan janganlah kamu sekalian mengerjakan suatu amalan apapun yang belum engkau miliki ilmunya,…”

Al Quran surat Al Mujadalah ayat 11

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ* ١١
“Allah mengangkat orang-orang beriman dan orang-orang yang diberi ilmu derajatnya,…”

Hadist riwayat Abu Syaikh dari Ibnu Abas

الْعِلْمُ حَيَاةُ الْإِسْلَامِ وَعِمَادُ الإْيْمَانِ…الحدث * رواه أبو الشيخ عن ابن عباس
“Ilmu adalah hidupnya Islam dan tegaknya keimanan”

Hadis Ibni Majah jus 1 halaman 81

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ …الحدث* رواه ابن ماجه عن أنس بن مالك
… dari Anas bin malik menceritakan bahwa Rosulullah SAW bersabda, “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap orang muslim…”

Hadist riwayat Abu Dawud dari Abdulloh bin U’mar bin A’sh

العِلْمُ ثَلَاثَةٌ وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ فَضْلٌ ءاَيَةٌ مُحْكَمَةٌ أَوْ سُنَّةٌ قَائِمَةٌ أَوْ فَرِيْضَةٌ عَادِلَةٌ * رواه أبوداود عن عبدالله بن عمرو بن العاص
“Ilmu (yang wajib di cari) itu ada tiga, adapun selain dari tiga itu merupakan lebihan (tidak wajib dicari); ayat yang muhkam (Al Quran) Sunnah yang tegak (Al Hadist) atau ilmu faroid yang adil (ilmu pembagian waris)”.

Untuk membina keimanan dan menjaga kemantapan dalam beribadah LDII mengadakan berbagai forum tipe pengajian berdasarkan kelompok usia, gender dan dapukan, antara lain;

[1] Pengajian kelompok tingkat PAC
Pengajian ini diadakan rutin 2 – 3 hari dalam seminggu di masjid-masjid, mushalla-mushala atau surau-surau yang ada hampir di setiap desa di Indonesia. Setiap kelompok PAC biasanya terdiri dari antara 50 sampai 100 orang jamaah. Materi pengajian di tingkat kelompok ini yaitu Quran (bacaan, terjemahan dan keterangan), hadist-hadist himpunan, dan nasehat aggama. Dalam forum ini pula jamaah LDII diajari hafalan-hafalan doa, dalil-dalil Quran Hadist dan hafalan surat –surat pendek AL Quran. Dalam forum pengajian kelompok tingkat PAC ini jamaah juga dikoreksi amalan ibadahnya seperti praktek berwudu dan shalat.

[2] Pengajian Cabe rawit
Pengembangan mental agama dan akhlakul karimah jamaah dimulai sejak usia dini. Masa kanak-kanak merupakan pondasi utama dalam pembentukan keimanan dan akhlak umat, sebab pada usia dini seorang anak mudah dibentuk dan diarahkan. Pengajian Cabe rawit diadakan setiap hari di setiap kelompok pengajian LDII dengan materi antara lain bacaan iqro’, menulis pegon, hafalan doa-doa, dan surat-surat pendek Al Quran.

[3] Pengajian Muda-mudi
Muda-mudi atau usia remaja perlu mendapat perhatian khusus dalam pembinaan mental agama. Pada usia ini pola pikir dan pergaulan anak mulai berkembang. Karena itu pada masa ini perlu menjaga dan membentengi para remaja dengan kefahaman agama yang memadai agar generasi muda LDII tidak terjerumus dalam perbuatan maksiat, dosa-dosa dan pelanggaran agama yang dapat merugikan masa depan mereka. Sebagai bentuk kesungguhan dalam membina generasi muda LDII telah mebentuk Tim Penggerak Pembina Generus (TPPG) yang terdiri dari pakar pendidikan dan ahli psikologi.

[4] Pengajian Wanita/ibu-ibu
Para wanita, Ibu-ibu dan remaja putri perlu diberi wadah khusus dalam pembinaan keimanan dan peningkatan ketrampilan beribadah, mengingat banyaknya persoalan khusus dalam agama Islam menyangkut peran wanita. Haid, kehamilan, nifas, mendidik dan membina anak, melayani dan mengelola keluarga merupakan persoalan khusus wanita dan ibu-ibu.

[5] Pengajian Umum
Pengajian umum merupakan forum gabungan antara beberapa jamaah PAC dan PC LDII. Pengajian ini juga merupakan wadah silaturahim antar jamaah LDII untuk membina kerukunan dan kekompakan antar jamaah.
Semua pengajian LDII bersifat terbuka untuk umum, siapapun boleh datang mengikuti setiap pengajian sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

ASET DAN BIAYA

Aset tanah dalam LDII biasanya berasal dari shodakoh jariyah perorangan jamaah. Sedangkan bangunan fisik berupa masjid, mushalla, aula dan fasilitas ibadah lainnya dibangun atas biaya donasi dari beberapa aghniya’ (orang kaya) setempat dibantu oleh seluruh jamaah secara sukarela sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Jamaah LDII juga mengeluarkan shodakoh bulanan secara sukarela untuk kebutuhan tertentu seperti; biaya operasional mubaligh dan mubalighot, bantuan duafa’, perawatan kendaraan, pembayaran listrik dan lain-lain.
Semua pengeluaran biaya tersebut merupakan pembelaan fii sabililah yang dijamin oleh dalil Quran dan Hadist.

Firman Allah dalam Al Quran surat Ashof ayat 10-13

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنجِيكُم مِّنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ* ١٠ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ* ١١ يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ* ١٢ وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِّنَ اللهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ* ١٣
Wahai orang-orang beriman maukah kamu sekalian Aku tunjukkan dagangan yang bisa menyelamatkan engkau dari siksa (neraka) yang pedih.(10) Berimanlah engkau dengan Allah dan Utusan Allah dan belalah agama Allah dengan harta dan dirimu, demikian itu baik bagimu bila engkau mengetahui.(11) Aku ampuni dosa-dosa engkau dan akan Aku masukkan engkau ke Surga yang kekal abadi, demikian itu pembalasan yang besar. (12) Dan tambahan (dariku) yang engkau senang yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat. (13)

Al Quran surat At Taubah ayat 38 – 41

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمْ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنْ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِإِلا قَلِيلٌ* ٣٨
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk membela) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih senang dengan kehidupan dunia dari pada kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.

إِلاَّ تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَاباً أَلِيماً وَيَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئاً وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ* ٣٩
Jika kamu tidak berangkat (untuk membela agama Allah), niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan (Allah) akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لا تَحْزَنْ إِنَّ اللهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُوا السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ* ٤٠
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya {1} (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengusirnya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
{1}Maksudnya: orang-orang kafir telah bersepakat hendak membunuh Nabi Muhammad saw. maka Allah swt. memberitahukan maksud jahat orang-orang kafir itu kepada Nabi Muhammad saw. Karena itu maka beliau ke luar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Mekah dan dalam perjalanannya ke Madinah beliau bersembunyi di suatu gua di bukit Tsuur

انفِرُوا خِفَافاً وَثِقَالاً وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَ* ٤١
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan ringan atau pun keadaan berat, dan berjuanglahlah dengan harta dan dirimu (tenagamu) di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Al Quran surat At Taubah ayat 111

إِنَّ اللهَ اشْتَرَى مِنْ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمْ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنْ اللهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمْ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ* ١١١
Sesungguhnya Allah telah menukar dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan Surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.

Al Quran surat Al Hujurat ayat 15

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Sesungguhnya orang yang beriman adalah orang-orang yang iman kepada Allah dan UtusanNya (Allah) kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka membela dengan harta dan diri mereka dalam jalan (agama) Allah, demikian itu mereka orang yang beruntung.

Al Quran surat Al Munafikun ayat 10

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ
Dan infakkanlah sebagian dari yang Allah rizkikan kepadamu sebelum datang pada salah seorang kalian kematian, maka mereka berkata (menyesal) Ya Tuhanku seandainya mengakhirkan engkau padaku pada ajal yang dekat maka aku akan shodakoh dan aku akan menjadi orang yang sholeh.

SEJARAH DAN ULAMA PENDIRI LDII

Cikal bakal organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) didirikan pada tanggal 3 Januari 1972 di Surabaya, Jawa Timur dengan nama Yayasan Karyawan Islam (YAKARI)

Pada musyawarah besar [MUBES] YAKARI tahun 1981, nama YAKARI diganti menjadi Lembaga Karyawan Islam [LEMKARI].

Pada musyawarah besar [MUBES] LEMKARI tahun 1990, sesuai dengan arahan Jenderal Rudini sebagai Menteri Dalam Negeri [Mendagri] waktu itu, nama LEMKARI yang sama dengan akronim Lembaga Karate-Do Indonesia, diubah menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Almarhum KH. Nurhasan Al Ubaidah adalah Bapak Pendiri LDII yang selama hidupnya ia gunakan untuk belajar agama Islam dan menyebarkannya di Indonesia. Pada tahun 1930 hingga 1941 (11 tahun) bersama dengan sahabatnya H. Nur Asnawi (Alm.), beliau belajar ilmu agama Islam di Makkah dan Madinah.

KH. Nurhasan Al Ubaidah menguasai Al-Qur’an, (bacaan, terjemahan dan tafsir) dan beliau juga khatam 49 kitab hadits lengkap dengan ilmu alatnya. Selain itu beliau juga menguasai Qiroah Sab’ah, yaitu bacaan Nafi’ Al Madani, Ibnu Katsir Al Makki, Abu Amr Al Bashri, Ibnu Amir As Syami, Ashim Al Kufi, Hamzah Al Kufi, dan Ali Al Kisa’i. Masing-masing guru tersebut memiliki dua murid yang sangat terkenal, sehingga bacaannya diistilahkan 21 bacaan. Diantara guru-guru beliau adalah: Imam Abu Samah, Syeikh Umar Hamdan, Syeikh Yusuf, dan lain-lain

Pada tahun 1952 bersama para santrinya KH. Nurhasan Al Ubaidah mendirikan Pondok Pesantren LDII, Banjaran, Burengan, Kediri, yang saat ini menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Pondok pesantren ini tepatnya beralamat di jalan H.O.S. Cokroaminoto 195 Kediri, propinsi Jawa Timur.

ref. www.ldii.or.id