Ini Penyebabnya Anak Nakal Semakin Nakal dan Baik Semakin Baik


Bagi Anda sebagai orangtua mungkin jengkel dan sebel banget punya anak yang nakal gak karuan. Nakal mempunyai beberapa katagori, diantaranya nakal diusia belum dewasa dan diusia setelah dewasa. Nakal yang susah diluruskan ketika diusia setelah dewasa yang biasanya teguran dari orangtua sudah tidak mempan sehingga banyak keluhan orangtua tentang memperbaikia anaknya. Untuk nakal diusia bawah dewasa masih bisa direm, karena sebatas nakal biasa yang dampaknya sebatas bermain seperti bermain dan lupa jam belajar, lupa makan, lupa pulang rumah dan semacamnya tidak dalam katagori dampak dosa.


Saat ngopi bareng mas Dodik Mariyanto di teras belakang rumah, iseng-iseng saya buka obrolan dengan satu kalimat tanya

"Mengapa anak baik biasanya semakin baik, dan anak nakal biasanya semakin nakal ya mas?"

Mas Dodik Mariyanto mengambil kertas dan spidol, kemudian membuat beberapa lingkaran-lingkaran.

"Wah suka banget, bakalan jadi obrolan berbobot nih", pikir saya ketika melihat kertas dan spidol di tangan mas Dodik.

Mas Dodik mulai menuliskan satu hadist yang artinya:

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua”

Artinya setiap anak yang baik, pasti membuat ridho orangtuanya, hal ini akan membuat Allah Ridho juga.

Tapi setiap anak nakal, pasti membuat orangtuanya murka, dan itu akan membuat Allah murka juga.

"Kamu pikirkan implikasi berikutnya dan cari literatur yang ada untuk membuat sebuah pola", tantang mas Dodik ke saya.

Waaah pak Dosen mulai menantang muridnya, suka saya.

Setelah membolak balik berbagai literatur yang ada, akhirnya saya menemukan satu tulisan menarik yang ditulis oleh kakak kelas mas Dodik, yaitu mas Dr. Agus Purwanto DSc. disana beliau menuliskan bahwa anak nakal dan anak baik itu bergantung pada ridho dan murka orangtuanya.

Akhirnya kami berdua mengolahnya kembali, membuatnya menjadi siklus anak baik (lihat siklus 1) dan siklus anak nakal ( lihat siklus 2)

Siklus Anak Baik ( siklus 1)

Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik

Siklus Anak nakal ( siklus 2)

Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal

Kalau tidak ada yang memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal.

Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ? ternyata kuncinya bukan pada anak melainkan pada ORANGTUA

Anak Nakal -> ORANGTUA RIDHO ->Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak jadi baik.

Berat? iya, maka nilai kemuliaannya sangat tinggi. Bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa ridho ketika anak kita nakal?

ini kuncinya :

Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Caranya orangtua ridho adalah menerima anak tersebut, memaafkan dan mengajaknya dialog, rangkul dengan sepenuh hati, terakhir lupakan kesalahannya.

Kemudian sebagai pengingat selanjutnya, kami menguncinya dengan pesan dari Umar bin Khattab

Jika kalian melihat anakmu berbuat baik, maka puji dan catatlah, apabila anakmu berbuat buruk, tegur dan jangan pernah engkau mencatatnya.

Disini peran penting sebagai orang tua untuk membina anaknya sejak dini, jika terlambat jangan putus asa terus berusaha untuk meridhoi anaknya dalam hal kebaikan, tegur mereka saat berbuat salah dan puji saat berbuat baik maka anak akan merasa diperhtikan, ini juga tidak luput dari kehidupan sehari-hari yang selalu memantau anak agar anak tetap dalam jalan kebaikan. Semua butuh proses dan usaha. Semoga artikel "Hasil Ridho Ortu, Anak Nakal Semakin Nakal dan Baik Semakin Baik" dapat memberikan manfaat bagi Anda sebagai orangtua demi masa depan baik di dunia dan akhirat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan malu-malu komen ya, Thanks so much...
Oya... Aturannya berkomentar sbb:
1. Jika bertanya yang baik.
2. Tidak boleh spam/Link Hidup.
3. Bertanya yang jelas nggak memakai singkatan yang sekiranya sulit dipahami.
4. Bisa bertanya bisa menjawab.
5. Itu aja persyaratannya.
6. Disetujui..